Ketegangan di dermaga Sektor 14 belum benar-benar reda, namun notifikasi sistem berwarna merah darah yang melayang di depan mata Ija seolah membekukan waktu. The First Overseer—sosok Pengawas Pertama—bukanlah musuh kacangan seperti Voltz. Ancaman ini berasal dari luar simulasi, sebuah entitas yang memegang protokol penghapusan semesta.
Ija merasakan denyut di pelipisnya. Tubuh manusianya mulai protes akibat beban data Level 4 tadi, namun ia tidak bisa berhenti sekarang. Ia menatap kelima wanita di hadapannya: Lyra yang tangguh, Scarlett yang mematikan, Aria yang lembut, Vera sang Jenderal, dan si kecil Aiko yang jenius.
"Sistem," bisik Ija dalam hati. "Analisis musuh di Sektor 15."
[SCANNING... THREAT DETECTED: THE FIRST OVERSEER - ZARAK]
[POWER LEVEL: BEYOND CURRENT ADMIN THRESHOLD]
[SUGGESTION: INITIATE HAREM CORE SYNC - PROTOCOL: DIVINE BOND]
Ija menarik napas panjang. Ia tahu apa artinya ini. Ia harus membagikan sebagian otoritas Administrator-nya kepada para wanitanya. Mereka bukan lagi sekadar kru; mereka harus menjadi Sub-Admin agar bisa bertahan hidup.
"Semuanya, mendekatlah," perintah Ija, suaranya rendah namun penuh penekanan.
Mereka berkumpul dalam lingkaran di tengah reruntuhan dermaga. Cahaya neon yang berkedip memberikan nuansa dramatis pada wajah-wajah cantik yang tampak cemas namun setia itu.
"Musuh yang akan kita hadapi kali ini berada di luar logika galaksi ini," ujar Ija sambil menatap mereka satu per satu. "Aku tidak bisa membiarkan kalian bertarung dengan kekuatan yang sekarang. Aku akan membuka akses 'Inti Sistem' kepada kalian. Ini akan menyakitkan, dan ini akan mengikat jiwa kalian secara permanen kepadaku."
"Lakukan saja, Ija," sahut Lyra tanpa ragu. "Aku lebih baik mati karena jiwaku menyatu denganmu daripada mati karena terlalu lemah untuk melindungimu."
Scarlett mendekat, jemarinya membelai dada Ija yang masih panas. "Sudah kubilang, kan? Aku ini milikmu. Kau bebas melakukan apa pun pada 'kode' tubuhku."
Ija memejamkan mata dan mengaktifkan perintah tertinggi.
[COMMAND: INITIATE MASS SYNC - DIVINE BOND]
[TARGETS: LYRA, SCARLETT, ARIA, VERA, AIKO]
[WARNING: PHYSICAL AND EMOTIONAL SENSITIVITY WILL INCREASE BY 500%]
Seketika, cahaya emas pekat meledak dari tubuh Ija, membentuk benang-benang cahaya yang menusuk tepat ke arah dada kelima wanita tersebut. Suara jeritan tertahan terdengar saat data murni mengalir masuk ke dalam sistem saraf mereka, menulis ulang kemampuan tempur mereka dari dasar.
Lyra merasakan pedang bintangnya berevolusi menjadi God-Slayer Blade. Armornya berubah menjadi lebih ramping namun memiliki pertahanan absolut.
Scarlett merasakan tubuhnya bisa menyatu sepenuhnya dengan dimensi bayangan, menjadi tak tersentuh oleh serangan fisik.
Aria mendapatkan kemampuan Area Restoration, di mana ia bisa memutar balik waktu pada luka-luka kru dalam radius besar.
Vera mendapatkan Command Aura, mampu mengendalikan elemen di sekitarnya untuk menjadi pasukan tempur otomatis.
Aiko... matanya bersinar biru elektrik saat ia kini bisa meretas realitas itu sendiri, bukan hanya sekadar kode komputer.
Namun, efek samping dari sinkronisasi ini adalah munculnya gelombang gairah yang luar biasa kuat. Karena jiwa mereka terhubung langsung dengan Ija, setiap emosi dan nafsu yang dirasakan Ija terpancar kuat kepada mereka, begitu pun sebaliknya.
"Ah... Ija... apa ini?" desah Aria dengan wajah yang sangat merah, tubuhnya terasa lemas dan sensitif hanya karena terkena hembusan angin.
"Ini adalah ikatan kita," jawab Ija, napasnya sendiri mulai memburu. "Kalian adalah perpanjangan tanganku. Sekarang, sistem telah meng-upgrade status kalian."
[NOTIFICATION: HAREM EVOLUTION COMPLETE]
[NEW TEAM TITLE: THE GOD-DESSIES OF ANOMALY]
[BONUS: UNLIMITED STAMINA & SYNERGY CRITICAL RATE +80%]
Ija berdiri tegak, merasakan kekuatannya kembali pulih dengan cepat karena disokong oleh energi kelima wanitanya. Ia menatap ke arah Sektor 15 yang mulai gelap oleh awan void.
"Aiko, buka portal lompatan dimensi sekarang. Kita tidak akan menunggu dia datang. Kita yang akan menyergapnya di gerbang masuk."
"Portal siap, Tuan!" teriak Aiko dengan semangat baru, tangannya menari di udara menciptakan lubang cacing berwarna emas.
Ija menoleh ke arah Lyra dan Scarlett yang tampak sangat haus akan pertempuran (dan juga haus akan Ija setelah misi ini selesai). "Mari kita tunjukkan pada Pengawas itu, bahwa Administrator dunia ini punya 'keluarga' yang tidak bisa ia sentuh."
Dengan satu lompatan kolektif, mereka masuk ke dalam portal, meninggalkan Sektor 14 yang kini sudah bersih dari kekuasaan Voltz. Tujuan mereka: Menghadapi dewa dari luar dunia.
