Cherreads

Chapter 27 - Bab 27: Paradoks Sang Administrator

Portal emas yang diciptakan Aiko menutup dengan dentuman vakum yang memekakkan telinga, menyisakan keheningan yang mencekam di perbatasan Sektor 15. Ija dan kelima wanitanya kini berdiri di atas sebuah platform kristal yang melayang di tengah The Great Void—ruang hampa yang memisahkan simulasi galaksi dengan realitas luar.

Di depan mereka, sesosok entitas yang menyebut dirinya Zarak, The First Overseer, berdiri dengan tenang. Ia tidak mengenakan baju zirah, melainkan jubah hitam yang seolah terbuat dari lubang hitam yang bergerak. Namun, yang membuat Ija menegang bukanlah senjata Zarak, melainkan apa yang melayang di belakangnya.

Ada ribuan layar holografik yang menampilkan sosok-sosok pria yang wajahnya identik dengan Ija.

"Selamat, Ija nomor seri 0-11-Z," suara Zarak terdengar seperti gesekan logam yang dingin. "Kau adalah Ija pertama yang berhasil melakukan 'Divine Bond' dengan sub-admin wanitamu tanpa menyebabkan sistem mereka meledak karena kelebihan beban emosi."

Ija melangkah maju, tangannya masih memegang erat pedang datanya yang berpendar keemasan. "Apa maksudmu dengan nomor seri? Dan siapa mereka semua?"

Zarak melambaikan tangannya ke arah layar-layar tersebut. "Mereka adalah kau. Di simulasi lain, di galaksi yang berbeda. Arsitek tidak hanya membuat satu percobaan. Dia membuat ribuan."

Ija tertegun. Ia melihat di satu layar, sosok Ija yang mengenakan jubah pendeta dengan sistem bernama [Holy Apostle System], di mana kegunaannya adalah menyucikan seluruh galaksi dari dosa. Di layar lain, ada Ija yang tampak seperti tiran berdarah dengan [War-Lord System], yang kegunaannya adalah menaklukkan setiap planet secara militer untuk mendapatkan poin kekuatan.

"Setiap 'Ija' memiliki sistem dengan algoritma yang berbeda," lanjut Zarak. "Ada yang sistemnya berfokus pada perdagangan, ada yang pada kehancuran murni. Milikmu... adalah [Administrator Admin System]. Sebuah sistem yang seharusnya hanya menjadi penyeimbang, namun kau malah mengubahnya menjadi sistem harem yang didorong oleh gairah dan ikatan emosional."

Vera menghunuskan pedangnya, matanya menatap tajam ke arah Zarak. "Lalu kenapa kau di sini? Jika ada ribuan Ija, kenapa kau repot-repot mendatangi kami?"

"Karena dia adalah anomali yang paling berbahaya," jawab Zarak sambil menunjuk Ija. "Ija yang lain patuh pada logic sistem mereka. Tapi kau... kau memanipulasi sistemmu menggunakan perasaan manusiawi. Kau memberikan 'kehendak bebas' pada data-data ini," Zarak melirik Lyra, Scarlett, dan Aria dengan tatapan meremehkan.

"Jangan berani menyebut mereka hanya sebagai data, kau bajingan hitam!" teriak Lyra, aura God-Slayer-nya meledak, menciptakan tekanan gravitasi yang membuat platform kristal itu retak.

Zarak hanya tersenyum tipis. "Keberanian yang menarik. Ija, aku datang bukan untuk bertarung, setidaknya belum saat ini. Aku datang untuk menawarkan sebuah kesepakatan. Para Pengawas di luar sana ingin melakukan 'Great Merge'—penggabungan seluruh simulasi Ija menjadi satu realitas tunggal."

Ija menyipitkan matanya. "Dan jika itu terjadi?"

"Hanya akan ada satu Ija yang tersisa. Satu Administrator utama yang akan menguasai segalanya. Ija-Ija lain yang gagal akan dihapus, beserta seluruh kru dan wanita-wanita mereka," Zarak menatap Ija dengan dalam. "Jika kau setuju untuk berpartisipasi dalam Battle of the Architects, aku akan membiarkan sektormu tetap utuh untuk sementara."

Ija merasakan getaran di tangannya. Ia menoleh ke arah Scarlett yang tampak cemas, dan Aria yang menggenggam jubahnya erat-abu. Jika dia menolak, Zarak mungkin akan menghancurkan mereka sekarang. Jika dia setuju, dia harus berhadapan dengan dirinya sendiri dari versi lain yang mungkin jauh lebih kejam.

[NOTIFICATION: NEW QUEST DETECTED]

[QUEST: THE BATTLE OF IDENTITIES]

[OBJECTIVE: SURVIVE THE GREAT MERGE]

[REWARD: PERMANENT REALITY STABILIZATION]

[PENALTY: TOTAL DELETION OF ALL CRU AND HAREM]

"Ija... jangan dengarkan dia," bisik Aiko, matanya yang biru elektrik berkedip cepat memproses data Zarak. "Dia mencoba mengadu domba kita dengan versi lain agar simulasi ini hancur dengan sendirinya."

Ija menarik napas panjang. Ia menatap Zarak, lalu tersenyum—senyum nakal yang biasanya ia tunjukkan sebelum melakukan glitch nekat. "Sebuah kompetisi antar diriku sendiri, ya? Kedengarannya seperti narsisme tingkat tinggi."

Ija mengangkat pedangnya, ujungnya tepat berada di depan tenggorokan Zarak. "Aku terima tantanganmu. Tapi bukan karena aku ingin menjadi satu-satunya Ija. Aku akan melakukannya untuk menunjukkan pada kalian, para Pengawas, bahwa 'data' yang kalian remehkan ini... adalah alasan kenapa versiku akan menang."

Zarak tertawa pelan, tubuhnya mulai memudar menjadi partikel hitam. "Sombong sekali. Kita lihat seberapa kuat ikatanmu saat kau bertemu dengan Ija Sang Penakluk dari Sektor 1 yang memiliki sistem [Harem Devourer]. Dia tidak mencintai wanitanya seperti kau, dia memakan energi mereka untuk kekuatannya sendiri."

Setelah Zarak menghilang, suasana di platform itu menjadi sangat sunyi. Ija berbalik menghadap kelima wanitanya. Ia bisa melihat ketakutan sekaligus tekad di mata mereka.

"Dengar," suara Ija melembut. Ia mendekat dan merangkul mereka semua dalam satu lingkaran besar. "Ini tidak akan mudah. Kita akan melawan versi diriku yang mungkin lebih kuat dan lebih jahat. Tapi ingat, mereka tidak punya apa yang kita punya."

"Apa itu, Ija?" tanya Aria pelan.

Ija mengecup dahi Aria, lalu melirik nakal ke arah Lyra dan Scarlett. "Mereka punya sistem, tapi mereka tidak punya 'sinkronisasi' yang didorong oleh cinta seperti kita. Malam ini, kita akan melakukan upgrade besar-besaran di kapal. Aku butuh kalian semua berada di kondisi puncak."

Scarlett menjilat bibirnya, kecemasannya berganti menjadi gairah yang membara. "Jadi, sesi 'sinkronisasi intens' yang kau janjikan tadi... akan dipercepat?"

"Lebih dari dipercepat," bisik Ija di telinga mereka. "Kita harus memperkuat 'Divine Bond' ini sampai ke tingkat yang tidak bisa dipahami oleh sistem mana pun. Ayo kembali ke kapal."

More Chapters