Cherreads

Chapter 31 - Bab 31: Sinyal dari Masa Lalu

Setelah kehancuran Ija Sang Penakluk di Sektor 15, kapal The Anomaly meluncur dalam keheningan yang menyesakkan menuju wilayah abu-abu antara sektor. Ija duduk di kursi kapten dengan tatapan kosong, sementara tangannya masih gemetar akibat beban energi Divine Bond yang sempat mencapai titik kritis. Kemenangan atas "dirinya" yang lain tidak memberikan rasa puas, melainkan meninggalkan lubang besar penuh tanya di benaknya.

"Tuan, ada yang tidak beres dengan data yang kita serap dari sisa-sisa sistem Sang Penakluk," suara Aiko memecah kesunyian. Jari-jarinya yang mungil menari di atas layar holografik, mencoba merapikan barisan kode yang rusak parah. "Ada sebuah protokol tersembunyi yang tidak bisa kuhapus. Protokol ini bukan milik Sang Penakluk... ini seolah-olah sudah ada di dalam sistem kita sejak awal."

Ija mengerutkan kening, berdiri dan melangkah mendekati Aiko. "Tunjukkan padaku."

Sebuah baris kode berwarna merah gelap muncul, berdenyut seperti detak jantung yang sekarat.

[HIDDEN LOG: SERIES 0-01 TO 0-10 STATUS - TERMINATED]

[REASON: FAILED TO REACH STABILITY THRESHOLD]

[RECOVERY INITIATED BY... (DATA CORRUPTED)]

"Apa maksudnya 'Series 0-01 to 0-10'?" tanya Lyra yang baru saja masuk ke ruangan sambil menyarungkan pedangnya. "Ija, kau adalah nomor seri 0-11. Apakah itu berarti ada sepuluh orang lagi sebelum kau yang sudah... musnah?"

Ija terdiam. Rasa dingin menjalar di punggungnya. Sebelum ia bisa menjawab, Scarlett muncul dari balik bayang-bayang, wajahnya tampak lebih serius dari biasanya. "Bukan hanya itu. Aku baru saja memeriksa ruang penyimpanan data cadangan di kapal ini. Ada pesan terenkripsi yang dikirim dari koordinat yang tidak dikenal di Sektor 16. Pesan itu menggunakan frekuensi yang hanya bisa dibuka oleh kunci administrator milikmu, Ija."

Ija segera mengaktifkan jendela sistem pribadinya.

[NOTIFICATION: ENCRYPTED MESSAGE RECEIVED]

[SENDER: UNKNOWN]

[DECRYPTING... 15%... 45%...]

"Bawa kita ke Sektor 16, Aiko. Sekarang," perintah Ija dengan nada yang tidak bisa dibantah.

Sepanjang perjalanan menuju Sektor 16, ketegangan menyelimuti seluruh kru. Aria mencoba memberikan terapi energi untuk menenangkan saraf Ija, namun ia sendiri bisa merasakan kecemasan yang mendalam melalui ikatan mereka.

Malam itu, di dalam ruang observasi yang privat, Ija memanggil Lyra dan Scarlett. Ia butuh sesuatu untuk mengalihkan pikirannya, sekaligus memperkuat koneksinya sebelum memasuki wilayah yang mungkin menjadi tempat kelahirannya—atau tempat pemakamannya.

"Lyra, Scarlett... mendekatlah," bisik Ija. Di bawah pendar cahaya bintang Sektor 16 yang mulai terlihat di cakrawala, Ija menarik kedua wanita itu ke dalam pelukannya.

"Kau terlalu tegang, Ija," gumam Scarlett, jemarinya mulai membuka kancing jaket Ija dengan gerakan yang lambat dan menggoda. "Kau memikirkan tentang seri-seri sebelummu, bukan? Jangan takut. Kau berbeda dari mereka karena kau punya kami."

Lyra mengecup rahang Ija dengan lembut, membiarkan aura petarungnya melunak menjadi gairah yang murni. "Siapa pun yang menciptakanmu, mereka melakukan satu kesalahan besar: mereka memberimu hati yang bisa kami miliki. Biarkan kami membantumu melupakan beban itu untuk sejenak."

Ija memejamkan mata, membiarkan sentuhan mereka membakar keraguannya. Penyatuan malam itu terasa lebih emosional daripada sebelumnya. Ada rasa takut akan kehilangan yang menyelinap di antara desah napas dan sentuhan panas mereka. Sistem di latar belakang terus memberikan notifikasi sinkronisasi, namun Ija mengabaikannya; ia ingin merasakan kehangatan ini sebagai manusia, bukan sebagai program.

Namun, di tengah kemesraan yang intens tersebut, pesan di jendela sistemnya tiba-tiba selesai terenkripsi.

[DECRYPTION COMPLETE]

[PLAYING AUDIO LOG...]

Sebuah suara yang sangat mirip dengan suara Ija—namun terdengar jauh lebih tua dan letih—bergema di dalam ruang observasi, menghentikan gerakan mereka semua.

"Jika kau mendengar ini, berarti kau adalah Ija nomor sebelas. Jangan percaya pada Zarak. Jangan percaya pada sistemmu. Kami... sepuluh yang pertama... kami tidak gagal. Kami dikorbankan agar kau bisa tumbuh menjadi wadah yang sempurna bagi Mereka."

Ija melepaskan pelukannya pada Lyra dan Scarlett, matanya membelalak menatap layar holografik. "Mereka? Siapa 'Mereka'?"

Suara itu kembali berdesis, sebelum akhirnya menghilang dalam derau statis. "Cari Ija Sang Pencipta di Sektor 16. Dia memegang kunci... sebelum Mereka datang untuk memanen jiwamu."

Keheningan total menyelimuti ruangan. Lyra dan Scarlett saling berpandangan, gairah yang tadi membara kini berganti dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Ija berdiri, mengenakan pakaiannya kembali dengan tangan yang mengepal.

"Aiko! Percepat kecepatan lompatan!" teriak Ija melalui intercom. "Kita harus sampai di Sektor 16 sebelum 'Mereka'—siapa pun itu—mengetahui bahwa kita sudah tahu."

Di luar jendela kapal, sebuah kapal raksasa berbentuk cakram perak mulai muncul dari balik awan nebula Sektor 16. Kapal itu tidak memancarkan energi apa pun, seolah-olah ia adalah hantu di tengah semesta.

"Itu kapal siapa?" tanya Vera yang baru saja tiba di dek komando.

Aiko menggelengkan kepala dengan wajah pucat. "Sistem tidak bisa mendeteksinya. Itu seolah-olah... bukan berasal dari dimensi ini."

More Chapters