Kapal perak raksasa yang muncul dari balik nebula Sektor 16 itu melayang tanpa suara, seperti sebuah monumen pemakaman di tengah kehampaan kosmik. Tidak ada mesin yang menderu, tidak ada emisi panas, bahkan radar The Anomaly hanya menunjukkan ruang kosong di koordinat tersebut. Kapal itu ada, namun secara logika sistem, ia tidak terdeteksi.
"Tuan, sistem sensorikku mengalami feedback!" teriak Aiko, tangannya menekan pelipis saat matanya yang biru elektrik berkedip liar. "Kapal itu tidak terbuat dari materi fisik. Itu adalah kompresi data murni yang dipadatkan hingga menjadi objek tiga dimensi. Itu adalah teknologi... yang melampaui level Administrator."
Ija berdiri di depan layar utama, menatap kapal hantu tersebut dengan perasaan waspada yang memuncak. Pesan dari "Ija Seri Terdahulu" masih terngiang di kepalanya. Wadah yang sempurna bagi Mereka.
"Ija, lihat itu!" seru Aria, menunjuk ke arah pusat kapal cakram tersebut.
Sebuah cahaya putih yang sangat menyilaukan terpancar, dan tanpa peringatan, seluruh sistem di kapal The Anomaly mati total. Lampu-lampu padam, gravitasi buatan menghilang, dan yang paling mengerikan—ikatan Divine Bond yang menghubungkan Ija dengan para wanitanya mendadak terasa hambar, seolah-olah ada dinding kaca tebal yang memisahkan jiwa mereka.
"Sial! Aku tidak bisa merasakan energinya!" Lyra menggeram di tengah kegelapan, tangannya meraba-raba mencari pegangan dalam kondisi tanpa bobot.
"Tenang," suara Ija bergema, namun terdengar aneh, seolah suaranya datang dari kejauhan. "Sistemku sedang dipaksa melakukan reboot oleh pihak luar."
Tiba-tiba, ruang observasi itu tidak lagi gelap. Cahaya putih masuk menembus dinding kapal seolah-olah logam baja itu hanyalah udara transparan. Di tengah ruangan, muncul sesosok entitas tanpa wajah, bertubuh jangkung dengan jubah yang terbuat dari jalinan kode-kode kuno yang terus berubah. Entitas itu tidak bicara, namun sebuah pikiran langsung tertanam di benak semua orang.
[PROSES IDENTIFIKASI: SUBJEK 0-11-Z]
[STATUS: MATANG]
[KUALITAS JIWA: UNGGUL]
"Siapa kau?!" teriak Vera, mencoba menghunuskan pedangnya, namun tubuhnya terasa kaku seolah dibekukan oleh waktu.
Entitas itu menoleh ke arah Vera, lalu ke arah Scarlett dan yang lainnya.
[PENDAMPING: DATA TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERLUKAN. AKAN DIHAPUS UNTUK OPTIMALISASI WADAH.]
"Jangan berani menyentuh mereka!" amarah Ija meledak. Meskipun sistemnya mati, keinginan murninya untuk melindungi wanitanya memicu glitch paksa. Cahaya emas kemerahan keluar dari pori-pori kulit Ija, melawan tekanan putih dari entitas tersebut.
Entitas itu tampak sedikit terkejut—jika sesuatu tanpa wajah bisa terkejut.
[ANOMALI DETECTED: KEHENDAK UNIT MELEBIHI PROTOKOL PENCIPTA.]
Tiba-tiba, sebuah suara lain terdengar, kali ini melalui pengeras suara kapal yang secara ajaib hidup kembali dengan distorsi statis yang berat.
"Cukup, Watcher. Dia belum siap untuk dipanen. Masih ada satu tahap lagi yang harus dia lalui di Sektor 16."
Sosok entitas cahaya itu perlahan memudar, seiring dengan kembalinya gravitasi dan cahaya di dalam kapal. Ija jatuh berlutut, napasnya tersengal-sengal. Begitu entitas itu hilang, ikatan emosionalnya dengan Lyra dan yang lainnya kembali menyambar dengan kekuatan dua kali lipat, membuat mereka semua terengah-engah karena lonjakan sensasi yang tiba-tiba.
"Siapa... siapa yang bicara tadi?" tanya Aria sambil memeluk Ija, mencoba menstabilkan detak jantung pria itu.
"Itu adalah aku," suara itu kembali terdengar. Di layar utama, muncul siluet seorang pria tua yang duduk di sebuah taman yang sangat indah, dikelilingi oleh pepohonan kristal. Wajahnya adalah versi Ija yang sangat dewasa, mungkin berusia enam puluh tahun, dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh ribuan tahun kesedihan.
"Selamat datang di gerbang kematianmu, Nomor Sebelas," ujar pria itu. "Aku adalah Ija Sang Pencipta. Dan yang baru saja kau lihat adalah salah satu dari 'Mereka'—para Silent Elders yang menunggu jiwamu matang untuk mereka konsumsi."
Ija menatap layar dengan tajam. "Kenapa kau membantuku? Bukankah kau yang memulai semua pengkhianatan ini?"
Ija Sang Pencipta tersenyum pahit. "Aku memulai ini untuk menyelamatkan satu nyawa, namun berakhir dengan mengorbankan ribuan versiku sendiri. Jika kau ingin tahu kebenarannya, datanglah ke pusat Sektor 16. Tapi berhati-hatilah... Zarak dan para Pengawas sedang dalam perjalanan untuk memastikan kau tidak pernah mencapai takhtaku."
Layar itu padam.
Ija berdiri, menatap para wanitanya. Scarlett menggenggam tangannya erat, matanya berkilat penuh amarah. "Ija, mereka menyebut kami 'data yang tidak diperlukan'. Mereka ingin menghapus kami."
"Tidak akan ada yang dihapus," desis Ija, auranya kini berubah menjadi lebih gelap dan padat. "Sistem, berikan aku akses ke [Forbidden Archive: God-Killer Protocol]."
[NOTIFICATION: ACCESS DENIED]
[REASON: INSUFFICIENT DATA SOUL-LEVEL]
[SUGGESTION: DEEPEN THE BOND WITH THE GUARDIANS TO REACH ASCENSION]
Ija menatap kelima wanitanya. Ia tahu apa yang harus dilakukan. Untuk melawan makhluk yang menganggap mereka sebagai data, ia harus membuktikan bahwa ikatan mereka adalah kekuatan yang melampaui segala kode di semesta ini.
"Kita akan melakukan sinkronisasi terakhir sebelum mendarat," ujar Ija, suaranya penuh tekad. "Dan kali ini, aku tidak akan menahan diri. Kita akan melampaui batas yang ditetapkan oleh para Pencipta itu."
