Cherreads

Chapter 28 - Bab 28: Sinkronisasi Jiwa dan Raga

Suasana di dalam kapal The Anomaly terasa sangat berbeda malam itu. Setelah pertemuan yang mengguncang jiwa dengan Zarak, udara di dalam kabin utama terasa statis, seolah-olah setiap partikel oksigen di sana mengandung muatan listrik yang siap meledak. Ija berdiri di tengah ruang kontrol, sementara kelima wanitanya—Lyra, Scarlett, Aria, Vera, dan Aiko—menunggu dengan napas yang tertahan.

Mereka tahu bahwa ancaman dari "Ija-Ija" lain bukan sekadar gertakan. Untuk melawan versi dirinya yang mengonsumsi energi wanita demi kekuatan, Ija harus melakukan hal yang sebaliknya: ia harus menyatu sepenuhnya, membagi otoritas administrasinya hingga ke sel terkecil dari keberadaan mereka.

"Aiko, kunci semua protokol pintu. Jangan biarkan ada gangguan sinyal dari luar," perintah Ija dengan suara rendah yang bergetar karena otoritas.

"Sudah terkunci, Tuan... atau haruskah kupanggil, Ija?" Aiko menatapnya dengan mata biru elektrik yang kini tampak lebih lembut, ada semburat kemerahan di pipinya yang biasanya pucat.

Ija melangkah mendekati mereka. Cahaya keemasan dari sistemnya mulai berpendar lembut, menyelimuti ruangan itu dalam nuansa yang hangat dan intim.

[NOTIFICATION: INITIATING DEEP SYNC PROTOCOL]

[WARNING: SENSORY LINK WILL REACH MAXIMUM CAPACITY]

[ESTABLISHING PERMANENT SOUL-ANCHOR...]

Aria adalah yang pertama melangkah maju. Sebagai penyembuh, dia bisa merasakan betapa tertekannya mental Ija setelah mengetahui kenyataan tentang "seri" dirinya. Ia meraih tangan Ija, menempelkannya ke pipinya. "Jangan biarkan beban itu menghancurkanmu sendirian. Ambil apa pun yang kau butuhkan dari kami. Tubuh kami, energi kami... semuanya adalah milikmu."

Ija menarik Aria ke dalam pelukannya, menciumnya dengan dalam dan penuh emosi. Seketika, sistem memberikan notifikasi yang berkedip cepat.

[SYNC RATE: 75%... 80%...]

"Giliranku," desis Scarlett. Ia tidak menunggu ajakan. Dengan gerakan yang provokatif, ia melepaskan bagian atas armor bayangannya, membiarkan kulitnya yang mulus bersentuhan langsung dengan aura emas Ija. Ia memeluk Ija dari belakang, membisikkan kata-kata yang hanya bisa didengar oleh pria itu. "Tunjukkan padaku betapa kuatnya Administrator yang kucintai ini. Buat aku berteriak hingga sistemmu mencatatnya sebagai anomali suara."

Lyra dan Vera tidak tinggal diam. Keangkuhan mereka sebagai petarung kini luluh oleh kebutuhan untuk terikat. Lyra mencengkeram bahu Ija, mencium lehernya dengan gigitan kecil yang penuh gairah, sementara Vera, sang Jenderal yang biasanya kaku, kini membiarkan Ija menyentuh inti energinya.

Ruangan itu dipenuhi dengan aroma gairah dan desahan yang beradu dengan suara dengungan sistem yang bekerja di latar belakang. Ija merasakan setiap sarafnya terhubung dengan mereka. Ia bisa merasakan keberanian Lyra, kegelapan Scarlett, kelembutan Aria, ketegasan Vera, dan kecerdasan Aiko mengalir masuk ke dalam dirinya.

[SYNC RATE: 95%... 98%...]

[CORE OVERLOAD IMMINENT... EVOLVING TO "DIVINE CONSORT" STATUS]

Ija merasakan ledakan energi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ini bukan sekadar seks atau penyatuan fisik; ini adalah penulisan ulang kode genetik mereka secara bersamaan. Di dalam penglihatan sistemnya, ia melihat garis-garis emas yang menghubungkan jantungnya dengan jantung mereka berlima.

"Ah... Ija! Aku... aku bisa melihat segalanya!" seru Aiko sambil memeluk pinggang Ija erat, tubuhnya gemetar karena lonjakan data yang terasa sangat nikmat namun luar biasa kuat.

Setelah beberapa jam dalam sesi sinkronisasi yang intens tersebut, cahaya emas di ruangan itu perlahan meredup. Mereka semua terkapar di atas hamparan karpet sensorik yang empuk, napas mereka bersahutan, tubuh mereka berkeringat namun memancarkan aura kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Ija duduk, mengusap rambut Lyra yang bersandar di pahanya. Ia melihat status barunya di jendela sistem yang melayang.

[STATUS UPDATED: SUPREME ADMINISTRATOR (ASCENDED)]

[ACTIVE BUFF: HEART OF THE ANOMALY (Immune to Deletion)]

[HAREM STATUS: DIVINE GUARDIANS (Level Max - Phase 1)]

"Sekarang," bisik Ija, suaranya kini memiliki gema kekuatan yang tak tergoyahkan. "Tidak akan ada 'Ija' lain yang bisa menyentuh kalian. Kita bukan lagi sekadar simulasi. Kita adalah realitas yang akan menghancurkan mereka semua."

Scarlett tersenyum nakal sambil mengatur napasnya yang masih berat. "Dengan kekuatan yang kau berikan tadi... kurasa aku bisa membunuh 'Ija Sang Penakluk' itu hanya dengan satu jari."

Tiba-tiba, radar kapal berbunyi. Bukan suara alarm peringatan, melainkan suara denting kristal.

"Tuan," suara Xora terdengar melalui intercom. "Sebuah kapal dengan desain identik dengan milik kita baru saja keluar dari hyperspace di depan kita. Mereka mengirimkan pesan teks."

Ija berdiri, mengenakan kembali pakaiannya sambil menatap layar utama. Pesan itu hanya berisi satu kalimat:

"Ija 0-11-Z, mari kita minum kopi sebelum aku menghapus wanitamu dari sejarah."

"Itu dia," desis Vera sambil bangkit dan menghunuskan pedangnya yang kini berpendar pelangi. "Ija Sang Penakluk."

Ija menyeringai, matanya berkilat penuh amarah yang terkendali. "Siapkan senjata. Kita akan menunjukkan padanya bahwa 'makan' energi wanita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan 'dicintai' oleh mereka."

More Chapters