Cherreads

Chapter 9 - kenapa kyouko?

Apa yang dia lakukan tiba tiba?...

Kyouko memperhatikan kinroku yang memojokanya ke dinding untuk sesaat pikiran tentang itu terbesit di kepalanya, namun kemudian dia sadar kinroku berkeringat dingin dan nampak waspada.

 "maaf kyouko."

-Kinroku mendorong mereka berdua ke dalam kelas di belakang mereka, dan bersembunyi disana.

 "apa?"

"tidak itu... anu."

 "musuh?"

"hah?"

 Kyouko nampak bersemangat saat mengatakan kata musuh, dia mengepalkan tanganya, matanya berbinar girang, dia siap pergi keluar untuk melawan musuh yang datang.

Namun sebelum kyouko bisa keluar dari ruangan itu, kinroku kemudian menarik tangan kyouko, dia berbalik melihat kinroku dengan wajah pucat berusaha mengatakan sesuatu.

 "tidak bukan musus, tadi ada kakak kelas sebelumnya yang mengejarku."

"apa kau membuat masalah?"

 "mas-, tidak mereka memaksaku masuk klub, bukan-bukan masalah sama sekali."

 Kyouko kemudian duduk di depan kinroku yang bersembunyi, mata mereka bertemu membuat kinroku sedikit malu dan memalingkan wajahnya, kyouko hanya diam dan berfikir mata tajamnya tak mengalihkan pandanganya.

 Beberapa detik dengan situasi seperti itu, kinroku tak berani bertanya.

 "jadi hanya itu?"

"yaa..."

 "kinroku jika kau terus lari dari masalah akhirnya akan buntu loh?"

"...aku tahu tapi..."

 "jika kau tak enak menolaknya, mau aku bantu?"

"hah?"

 Kinroku kaget mendengar itu namun kyouko kemudian berdiri, dia mengangkat tanganya dan menjentikan jarinya, tampa satu mantra-pun dia membuat sebuah bola cahaya berukuran kecil.

Bola itu kemudian terbang menembus tembok menuju lapangan, cahaya-nya menarik perhatian beberapa orang di lapangan yang riuh itu.

 "kikai kinroku siswa kelas 1A ada di kelas kosong gedung barat... kika-"

 Cahaya itu mengeluarkan suara dengan kuat menarik perhatian semua kakak kelas yang mengejar kinroku, dia yang mendengar ini kaget matanya terbelangan dia tak memperhitungkan ini.

Tepat sebelum dia ingin berdiri dan berlari tubuhnya tiba tiba tak bisa bergerak-

-kyouko menatapnya dengan tatapan sinis saat gempa dari kerumunan kakak kelas hampir mendekati kelas itu, kyouko berdiri di depan kinroku.

 "ITU DIA, TANGKAP."

 *clack*

 Jentikan jari kyouko menandai segalanya kakak kelas yang tadinya ingin mendekati mereka berdua tertahan oleh sebuah dinding tak kasat mata, merasa kebingungan mereka akhirnya sadar ada kyouko yang sedang bersama kinroku.

 "itu..., itukan tanjou."

"tanjou."

 Para kakak kelas nampak panik melihat kehadiran kyouko, beberapa dari mereka bahkan mundur, kyouko hanya diam dan menatap lama, namun beberapa saat kemudian dia melepaskan kinroku dan membuatnya bisa bergerak.

Kinroku yang mendapat lagi kebebasan kemudian berdiri di belakang kyouko bertanya tanya apa yang sebenarnya kyouko akan lakukan.

 "dia milik ku jangan ikut campur."

"eh..."

 

 "HAH!?"

Para kakak kelas tersentak kaget seketika lorong dan kelas tersebut penuh dengan jeritan girang dari kakak kelas perempuan dan teriakan putus asa dari kakak kelas laki laki.

Cara itu terbukti efektif para kakak kelas kemudian kehilangan minat karena tak mau bersaing dengan kyouko dan pergi begitu saja, dan kinroku?, dia sudah kehilangan kesadaranya sambil berdiri di belakang kyouko.

"lihat?... beres, bagaimana kinroku?"

"..."

 "kinroku?"

 Kinroku nampak masih syok matanya kosong dan terlihat dia yang pingsan sambil berdiri, kyouko memiringkan kepalanya dan bingung, sebelum kemudian dia meninju perut kinroku seperti sebelumnya.

 "akh... apa?"

"kau sadar?"

 "sadar... oh benar kakak kelas, dimana mereka."

"sudah pergi."

Mata kinroku memebesar dia kaget dia melihat ke belekang kyouko mencoba memastikan bahkan sampai ke lorong-

-itu benar sudah tak ada siapapun disana, kinroku terus menengok di lorong sambil mencoba berfikir apa yang terjadi.

 "ayo."

"kemana?"

 "patroli."

 Kinroku mengelengkan kepalanya namun kemudian dia di dorong oleh kyouko, kyouko terus mendorong kinroku agar berjalan pelan,

 dia hanya bisa mengikuti kemauan kyouko sampai dimana secara tak sadar kinroku menabrak seseorang.

 Adegan mie tumpah yang familiar kinroku yangkaget kemudian berhenti di depan seorang siswa berambut kuning yang memancarkan aura listrik.

 "mie ku, sialan."

"..."

 "kinroku?, kemana saja kau kami mencarimu."

"..."

 

 "ada apa?"

"..."

 Kinroku terdiam kyouko kemudian mengintip dari balik tubuh kinroku, mereka diam, diam sangat lama, kokonei menatap kyouko yang entah bagaimana bisa bersama kinroku (menurutnya), dan kinroku yang merasa ingin kabur.

 Kinroku...dia di paksa pergi dengan gadis tinggi!!!

 Kening kyouko mengkerut saat melihat kokonei, dia mengalihkan pandanganya ke arah kinroku, berharap kinroku lebih baik.

 ...ah sudah berakhir.

 

 Yang ini lebih parah...

Kyouko menghelan napas dia menatap kinroku mencoba keluar dari diam diaman ini.

 "kinroku... dia temanmu?"

"...."

 

 Sebelum kinroku menjawab pertanyaan kyouko dan mengenalkna kokonei, kokonei bergegas mendekati kinroku dan menariknya sedikit menjauh, mendekat dan membisikan sesuatu.

 "kinroku... aku akan gunakan teknik terkuatku dan kita akan lari oke?"

"hah?"

 "lightmagic...."

 Rentetan petir menyelimuti mereka tubuh kokonei sepersekian detik berubah di selimut aura kekuningan yang tebal layaknya zirah.

 *duarr*

dalam kedipan mata kyouko sudah menangkap mereka berdua dan mengangkatnya layaknya kucing kecil.

 Apa yang terjadi?, kokonei melompat dan melesat dengan kecepatan luar biasa layaknya kilat, namun kyouko juga sama cepatnya menangkap mereka berdua dengan tangan kosong.

 "apa?"

"dia milik ku."

 Kyouko hendak membanting kokonei ke tanah, namun dengan gerakan efektih kinroku melepas jubahnya, dan melompat kebelakang kyouko lalu menahan tangan kerasnya.

 "sebentar sebentar tahan stop kyouko, dia temanku."

"...oh temanmu?"

 Wajahnya sedikit muram kyouko kemudian melepaskan kokonei ke tanah, kinroku kemudian bergegas mendekati kokonei yang bola matanya berputar terhuyung.

 "koko kau oke?"

"..apa apaan itu..."

 Kokonei pingsan begitu saja dengan cara dramatis, kinroku menangkap tubuh kokonei dan lekas menggendongnya, menarik perhatian kyouko yang sedari tadi diam dan memperhatikan.

 "uks?"

"iya."

 Kyouko menepuk punggung kokonei seketika memindahkanya ke uks, kinroku yang terkejut melihat kesekeliling mencoba memastikan kokonei tak di lempar oleh kyouko.

 "kemana dia?"

"ku kirim ke uks."

 "bagaimana?"

"ku kirim ke uks."

 "ta-"

 "ku kirim ke uks."

 

"kinroku, kinroku, kinroku (kin-roku)."

"ke.. kenapa?"

 "kin..., gold, emas apa nama itu diambli dari warna sihirmu?"

"hah...memangnya kenapa?"

 "itu karena warna sihir dasarmu emas."

"kapan kamu melihatnya?"

 "kapan?, aku selalu melihatnya..." kyouko menujuk ke arah dada kinroku sambil mencondongkan tubuhnya.

Wajah kinroku memerah dia mundur beberapa langkah mencoba mengelak sampai memalingkan wajahnya, kyouko hanya diam namun kemudian kembali melihat ke arah jendela.

 "hei kinroku... apa itu sihir?"

"...entahlah..."

 Kalimatnya tertahan kinroku tak yakin dengan apa yang dia katakan, dia ikut melihat ke arah jendela, kanvas berwarna biru cerah dengan goresan goresan awan yang sederhana.

 "kyouko sendiri, menurutmu apa itu sihir?"

"...manusia."

 "manusia?"

"ya, manusia... itu kan, itu loh?"

 "itu?"

"sihir itu, adalah cerminan dari orang yang memilikinya kan?"

 Dia terdiam untuk beberapa alasan pikiranya kosong rasa nostalgia mengelitik punggungnya, angin siang yang berhembus diantara mereka membuatnya merasa rindu dengan momen ini.

 "yah... mungkin, apa dewa memang sengaja?"

"entahlah."

 "..."

"ayo."

 "ya."

 Langkah mereka selaras kinroku tak pernah setenang ini di dekat seorang gadis, pikiranya jernih tampa satupun ketakutan atau pesimisme, dia merasa ini hal yang baik dan menikmatinya.

Aromanya seperti pohon sakura di rumah...

"kyouko apa kamu tak masalah di datangi para penantang itu?, kamu baik baik saja?"

"tenang saja, sudah biasa."

 "luar biasa... aku saja di datangi satu kali langsung panik..."

"yah tenang saja, nanti juga terbiasa, anggap saja potong kuku."

 "...potong apa?"

 Kyouko mengangkat tanganya dan berpose v dia melakukan pose maskot imut itu sambil memasang wajah datar, tawa kecil datang dari kinroku yang nampak menikmatinya.

 "omong omong kinroku, kau punya sihir bawaan kan?... sihir seperti apaitu?"

"...sihir untuk menciptakan teknologi dari kehampaan, machine."

 "hee~." kyouko menjawab dengan nada dingin.

 Langkah kinroku terdiam tatapanya rumit, kyouko yang sadar kemudian ikut berhenti, dia menengok ke belakang tempat kinroku hanya diam melihat ke bawah.

 "kamu tak takut?"

"..."

Itu keluar begitu saja kinroku tak sadar apa itu pikiranya yang bocor atau memang mulutnya yang mengatakan itu, untuk beberapa saat dia ingin panik, kyoukomenghentikanya.

 "tidak menakutkan..."

"eh?"

 Kyouko terseyum lembut angin sepoi menyapu rambutnya sampai menyebar di udara, mata sayunya menyipit dengan nakal nada keibuan yang hangat seperti sapaan selamat pagi.

Kinroku menatap kyouko dalam dia bingung dia tak tahu apa yang harus dia katakan selanjutnya, dia mencari kamus percakapan di perpustakaan otaknya, namun hasilna nihil.

 ".an, it... ap..."

"...apa?"

 "ak-"

 

 "AKU SUKA KAMU... CHUU, LANGSUNG CIUMAN, APA SUSAHNYA!!!"

 Juryo nampak mengarahkan kamera pada mereka dari belakang, wajahnya nampak memerah bersemangat,

 -pucat kinroku membeku otaknya di paksa memproses dua hal sekaligus, sahabatnya yang merekamnya dan gadis acuh yang menunggu jawabanya.

 "aha...ahaha."

 Terlambat kinroku masuk mode pesimis aliran energi sihirnya berantakan, sebuah ledakan udara terjadi kinroku melesat berlari dengan kecepatan luar biasa,

kinroku terus berlari hingga ujung lorong.

Kinroku berlari sekuat tenaga diujung lorong jendela yang sedikit terbuka, dia melompat dengan kuat dan menjebol jendela itu dengan tendangan bela diri yang sempurna ala ala film bela diri.

 

 "apa katamu bajingan."

"ho~ berani kau, maju sini."

 Duamorangmsiswa sedang bersiap bertarung tampa arena, mereka mengangkat tongkat ke arah satu sama lain dan merapal mantra, alran sihir dari keduanya nampak terbentuk

, dua bola api besar siap di luncurkan.

Tiba tiba di tengah tengah mereka kinroku mendarat dengan kuat menghancurkan tanah di depan mereka, asap mengepul tak menghentikan kedua siswa itu, mereka tak menghiraukan kinroku sama sekali.

Kinroku berdiri disana dengan wajah pucat dia terlalu tengelam dalam pikiranya tampa sadar sudah menjadi sasaran dari kedua sihir kuat itu.

 "benar benar, kinroku itu."

 Kyouko menatap dari jendela pecah sebelum kemudian ikut melopat saat melihat kedua sihir itu hendak meluncur ke arah kinroku.

-kyouko merogoh pulpen dari belahan dadanya dan meleparkanya dengan sangat kuat, benar benar kuat hinggi menciptakan gelombang udara yang berhembus hingga ujung lapangan.

Pulpen kyouko menembus salah satu bola api hingga meledak sendiri di depan siswa itu,

sedangkan salah satu bola api terlebih dahulu melesat ke arah kinroku, kinroku yang mendapat kembali kesadaranya, dia dengan cepat memasang kuda kuda bertahan.

 "shield."

 Sebuah dinding besi yang di lengkapi pegas penahan dan beberapa mekanisme hidrolik muncul dari dalam tanah, sebuah ledakan terdengar menghantam pelindung kinroku.

Kepulan asap tersapu oleh angin kinroku masih berdiri tegak dengan pelindung yang tak tergores sedikitpun, pelindung itu kemudian terurai menjadi butiran cahaya lembut keemasan.

Kyouko berjalan mendekat sambil meraih butiran cahaya yang menyebar di udara itu.

 "lumayan bukan?"

"apa yang terjadi?"

 "mode pesimis."

"...maaf."

 "ya."

 Kinroku menghelan napas berat tempat beberapa saat kemudian akhirnya dia sadar kerumunan orang tengah memperhatikan mereka sambil beberapa mengambil gambar dia dan kyouko.

Sesaat sebelum kinroku kembali pingsan, bahunya di tepuk pelan kyouko menenangkan kinroku, dia kemudian berjalan mendekati salah satu siswa yang pingsan.

 "kalian di tangkap karena melakukan pertarungan di umum."

Dengan satu tangan kyouko mengangkat siswa pingsan itu, sedangkan kinroku nampak menjegal siswa yang ingin kabur, dia menjatuhkanya ke tanah dengan kuat sambil mengunci tanganya.

 

 "hah... apakah osis selalu semelelahkan ini?"

"terkadang."

 "kyouko kamu luar biasa bisa bertahan."

"tidak, aku sering bolos kok, hanya saja kali ini ketua memintaku datang jadi aku datang."

 "benarkah?"

Kinroku nampak duduk berteduh di samping tangga evakuasi atap, angin sepoi yang menyejukan dengan langit cerah dan pemandangan akademi yang terlihat jelas.

Menara jam di samping mereka mmenujukan pukul 9 lebih 20 menit, waktu yang sudah di habiskan nyatanya kurang dari satu jam namun kinroku nampak menikmatinya seakan itu adalah keseluruhan hidupnya.

Tempat kyouko yang meperhatikan lapangan akademi dari sana kemudian di dekati oleh kinrok yang ikut memperhatikanya.

 "rasanya nostalgia...."

"kau berfikir seperti itu?"

 "hah?... tidak maaf maksudku... kadang aku sering merasa dejavu seperti itu."

"heh~." kyouko mengatakan itu dengan nada datarnya.

 

 "kinroku, apa ini pertama kalinya kita bertemu?"

kinroku terdiam matanya tak seterkejut itu, sesuatu seperti kerinduaan kebingungan serta beberapa hal yang bahkan kinroku tak mengerti.

 "entahlah... hari pertama?"

"benar juga."

 

 "boleh."

"hah?..."

 "kubilang boleh."

"kyouko... kamu membaca pikiranku?"

 "..."

 dia mendekati kinroku, kyouko diam dia menengok matanya menyipit dengan senyuman nakal, tubuhnya condong ke arah kinroku, rambutnya jatuh mengikuti lekukan tubuh kyouko.

 "hei~ sebelum itu, apa yang ingin kau lakukan... kinroku?"

kyouko tersenyum nakal dan mendekati kinroku.

 sebentar... kyouko...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

More Chapters