udara musim semi menyapu suasana damai lorong akademi, tempat dua orang pria tinggi sedang berhadapan, nampak keduanya berdiam diri tak tahu apa maksud masing masing pihak.
"jadi... ada apa, kinroku."
"ah sebelumnya maaf menggangu anda, pak theodor."
Kinroku menyekat rambutnya nadanya sedikit lebih dingin dan kasar dengan intonasi yang tak terpatah patah, matanya tajam dan dalam menatap ke arah theodor.
Kinroku nampak membawa tongkat sihir awakeningnya, membuat theodor sedikit tertarik, theodor tak panik dengan santai dia menyalakan rokoknya dan menyimpan buku absensinya di saku jasnya.
"apa kau ingin mengumpulakan tugas minggu kemarin?"
"tidak... itu salah satunya juga... aku disini untuk peringkat S." kinroku menyodorkan catatanya dengan mata penuh keyakinan.
Theodor nampak terdiam namun wajahnya nampak tak panik sama sekali, dia malahan sempat mengambil catatan kinroku dan memeriksanya.
"bagian ini salah."
"..."
Kinroku mendekati theodor dengan terburu buru dan melihat catatan di tangan theodor.
"yang mana pak."
"nomor 3."
"...maaf nanti saja benarkan."
"apa apaan itu, momenya sudah bagus kau malah melawak."
"tanjou?"
Nampak kyouko yang sudah ada di belakang mereka sedari tadi diam dan menonton sedikit jengkel dengan kelakukan guru dan murid itu.
"ehem... jadi tantangankan?"
"iya pak."
"apa yang bisa kau berikan jika kau kalah."
"peringkat dan beasiswa."
"...ditambah keluar akademi?"
"sepakat."
Tak ada keraguan di perkataan kinroku entah karena efek dari tongkat sihirnya, atau karena tanggung tak bisa mundur, kagum akan tekadnya theodor kemudian mematikan rokoknya dan berjalan mendekati kinroku.
Dia berdiri dengan yakin menghadapi kinroku yang menatapnya dengan angkuh.
"kau siap?"
"ya."
"hhm."
"...OPEN ARENA...."
cahaya menyilaukan bersinar terang diantara mereka, kinroku merasakan setiap senti tubuhnya berpindah tempat rasanya aneh lembut dan sedikit mengelitik.
-dia membuka matanya dan tak membuang waktu.
"ho~ bagus bukan itulah cara amatir kelas 2."
Theodor memperhatikan medan tempur sebuah reruntuhan kota hancur dengan beberapa gedung yang hampir roboh, luasnya hampir sama dengan satu prefektur kota di daerah dekat akademi.
.. 5 detik sampai dia menyadari posisiku...
Dia berlari dengan sangat cepat melewati beberapa gang memutar, dengan cermat melakukan sesuatu dalam waktu singkat, kinroku kemudian menambah kecepatanya.
Dia meraih sebuah tiang cermin jalan dan berputar mengumpulkan momentum menghantam theodor secara langsung.
"...salam sejahtera..."
"salam yang kasar."
Kaki kinroku tertahan sebuah api padat berbentuk persegi, kinroku melompat mundur dan menunggu respon theodor yang belum bergerak.
"kinroku apa kau tahu apa itu tongkat sihir awakening?"
Persegi api di perut theodor perlahan berubah bentuk menjadi bola api yang kemudian terbang di belakangnya, bola itu terpecah sebelum kemudian kembali menyatu di tangan theodor dalam bentuk sebuah tongkat.
"tongkat sihir awakening adalah bentuk lanjutan dari sihir bawaan yang mencerminkan potensi serta tekad dari pengguna."
"..."
Kinroku tak menjawab itu bukan hal yang harus dia bantah atau itulah yang sering dia dengar dari semua mentornya, dia bersiap menarik katana mesinnya dan hendak melompat ke depan.
"fire?"
Sebuah bola api tepat di depan wajahnya, dia dengan refleks mengeser kepalanya menghindari bola panas itu.
*BOM-BOM-BOM*
Rentetan bola api menghujani kinroku yang membuat jubahnya sedikit terbakar, dia bermanufer dengan cepat memanfaatkan dinding-dinding gedung rapat dan mencari celah.
Tepat sebelum kinroku berhasil mendarat di tanah, sebuah siulan sunyi membuatnya sangat waspada, tiba tiba api menyebar dari arah theodor membakar tanah di area sekitar mereka.
Sebuah rantai nampak terikat di tangan kinroku, dia menarik rantainya dengan kuat membuat lompatanya semakin tinggi, dia mendobrak salah satu jendela gedung tinggi dan mengatur napasnya.
Ah merepotkan metode jaga jaraknya memang sangat bagus...
Sesuai dugaanku anak itu mendapat metode melawan penyihir dari tanjou... yah itu tak efektif untuk oke.
Theodor dengan cepat berbalik dia mengetuk tanah dengan tongkat sihirnya, seketika melahap gedung di depanya itu dengan api merah yang amat kuat.
*TUK-TUK-TUK,, DUAR!!!*
Kinroku keluar dari jendela yang terlahap api itu, jubahnya nampak sedikit terbakar namun pandanganya tetap terkunci ke arah theodor, kinroku dengan cepat memutar tubuhnya dan menarik katana machinenya.
Bentrokan tak terhindarkan baja berkualitas itu menghantam api padat dan menciptakan gelombang kejut panas, kinroku sempat menjaga jarak dan memasang kuda kuda rendah.
-Theodor?
Dia hanya mengangkat tongkatnya sampai bahu dan dengan tegak bersiap menerima apapun serangan kinroku.
*whoss*
Angin bersembus kinroku melesat dengan kecepatan dan manufernya mencoba menusuk theodor dengan sekali serang, namun theodor dengan santai menepis katana kinroku dan memukul wajahnya dengan kuat.
Kinroku menarik katananya melepaskan satu tebasan horizontal yang kemudian di tahan dengan tongkat theodor, dia kembali menarik katananya mencoba melancarkan beberapa tebasan kuat.
-namun tetap saja temponya di kacaukan dengan tongkat theodor yang selalu menghentikan katana kinroku.
Theodor nampak memutar tongkatnya dengan sangat cepat melepaskan satu sentakan kuat ke tengorokan kinroku, dia jatuh tak bisa bernapas namun hanya melihat theodor mengangkat tongkatnya.
"akh... bosh."
Sebuah pendorong muncul di punggung kinroku dengan cepat menyundul kepala theodor hingga membuatnya sedikit mundur, theodor nampak terkejut dengan hal itu dia mencengkram kerah kinroku.
"hidungku."
Kinroku memanfaatkan hal itu dia melepaskan katananya ke tanah menarik perhatian theodor dan dengan cepat menendang kepala theodor hingga melepaskanya.
Kinroku hendak mengambil katananya yang terjatuh tak membuang waktu mencoba menusuk theodor dari dekat.
*DUAR*
Sebuah ledakan api menghempaskan kinroku beberapa meter dengan tubuh yang hampir goyah kinroku mencoba bangkit dan tersadar.
"..."
"yo."
Theodor muncul di depan kinroku dengan papan penanda jalan di tanganya, dengan sekuat tenaga theodor menghantam kepala kinroku membuatnya terhempas dan menabrak sebuah toko dengan kasar.
-Theodor berjalan dengan santai ke toko hancur itu.
Saat baru memasuki toko tersebut kinroku langsung melompat dari samping dengan kursi kayu di tanganya, dia menghantam kepala theodor hingga theodor terjatuh ke lantai dengan kuat.
Kursi itu hancur berkeping keping namun nampak kinroku yang masih waspada.
"...!?"
Saat tersadar kinroku sudah terhuyung jatuh kakinya di tekcle keras oleh thodor hingga jatuh ke lantai bersamanya,
dia melompat dengan sangat cepat mencoba menjaga jarak dan merapal mantra apinya.
Namun kemudian kinroku kembali bangkit dan melempar beberapa patahan kursi di dekatnya ke arah theodor, fokus theodor terpecah karena memukul semua pecahan kayu tersebut,
*whoss*
Kinroku menerjang theodor tangan kanannya hampir saja tepat mengarah ke wajah theodor, hanya saja theodor lebih cepat menepis tangan kinroku.
-senyuman tipis nampak dari wajah kinroku untuk pertama kalinya-
Theodor mencengkram tangan kinroku dan membantingnya ke tangga hingga hancur, tak sampai disana dia menerjang kinroku bersiap menghancurkanya dengan kaki kanannya.
Kinroku nampak menarik dirinya sendiri menghindari tendangan theodor yang menghancurkan ubin tangga.
Dan berdiri di depan theodor melancarkan beberapa serangan jarak dekat.
Pukulan pukulan kinroku yang mengarah ke titik vital theodor dengan mudah di tepis atau belokan membuat dia kewalahan, theodor dengan cermat mengamati ritme pukulan kinroku.
Dia menemukan celah theodor menghantam kepala kinroku dengan satu tinju manis di lanjutkan dengan satu pukulan lagi di perutnya, diakhiri dengan tendangan vertikal ke dagu kinroku.
Kyouko... aku tak dengar dia pintar tangan kosong....
Tubuh kinroku terhempas hingga membentur langit langi sesaat kinroku kembali mendapat kesadaran dan menyentuh langit langit, kinroku kemudian mencoba kembali mendarat.
Namun sebelum dia bisa menyentuh lantai theodor mencengkram jubahnya dan membantinya ke lantai dengan kuat.
"lumayan juga daya tahanmu."
"...boom?"
*tit...tit...ti-*
Theodor menengok ke arah langit langit, tempat sebuah bom sudah terpasang.
*DUAR*
Toko itu meledak menghempaskan theodor keudara, nampak sebuah sayap api melindungi punggunya.
"bush... bush... bush..."
Kinroku menghancurkan reruntuhan toko itu dia keluar dengan pendorong di punggungnya tampa memberi jeda menendang perut theodor dan mendorongnya terbang menuju salah satu gedung tinggi.
Tak ada keraguan di matanya dia memaksa pendorongnya pada kekuatan penuh, mendorong theodor hingga menghantam dan menebus gedung itu layaknya bintang jatuh.
-penglihatan kinroku sedikit kabur saat menembus gedung itu.
Setelah menembus gedung itu momentum pendorongnya telah habis tampa melepaskan kaki di perut theodor, kinroku memanfaatkan gravitasi tarik dan semakin memojokan theodor.
Apa ini terlalu berlebihan?...
Napas kinroku terenga enga di depan theodor yang nampak sudah tak sadarkan diri dengan kondisi mengenaskan, dia melihat dengan seksama mencabut katananya dari sebuah portal kecil dan bersiap menusuk theodor.
"...kalau kena hancur punggungku."
Bilah katana menembus perut theodor kinroku yakin itu, dia merasakan sensasi daging robek theodor, namun kemudian dia tersentak kebelakang saat tubuh theodor berubah menjadi partikel cahaya berwarna oranye.
-Dari gedung tinggi yang sebelumnya mereka lewati.
Theodor muncul dengan jubah hancur dari lubang yang mengarah ke kinroku, theodor kemudian melompat dari gedung tinggi itu mengeluarkan sayapnya dan terbang menuju kinroku.
"HIGH FIRE MAGIC, FIRE WAVE."
Kinroku yang masih kebingungan seketika panik pandanganya berubah ke langit, tempat theodor yang sedang terbang di kelilingi lingkaran sihir rumit, senyuman sinis terpanpang jelas di wajahnya.
Beberapa detik kemudian dinding api yang luar biasa tinggi menyentuh kaki theodor yang sedang terbang, dinding itu jatuh tergulung dan semakin besar, menciptakan sebuah gelombang pasang api yang luar biasa kuat.
Kinroku panik melihat dinding api seukuran rumah itu, dia melihat kesekeliling mencoba mencari apapun yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri, itu terlambat kinroku dengan putus asa menyentuh tanah.
*DUARRR*
Yah aku harus apresiasi tekniknya, walau bukan teknik berat seperti mantra... harus ku puji kinroku punya bettle iq, tinggal ku poles satu dua dan selesai... ayo kita lihat
Ledakan gelombang panas menguncang seluruh arena, theodor tak mrlonggarkan kewaspadaanya sampai benar benar melihat kinroku, lautan api yang perlahan surut dan terlihat sebuah bola baja yang cukup besar.
*duar*
Bola itu terlontar dengan mekanisme pegas dari dalam tanah meluncur dengan kecepatan penuh ke arah theodor yang nampak masih tenang.
"HO'OH... FLAME ARROWS."
Theodor menarik udara di sekitar dengan tanganya, percikan api menyebar di sekeliling theodor yang perlahan berubah menjadi kobaran api dia menarik api di tangan kananya seperti sebuah anak panah.
Tatapan theodor mengunci bola baja itu tepat anak panah api itu di lepaskan dan membakar bola baja itu, kinroku melompat tepat dari kobaran baja itu dengan perisai energi dari tangan kananya.
Jubah kinroku nampak terbakar hebat namun ia sama sekali tak peduli, sesuatu yang theodor tak perhitungkan terjadi kinroku menarik pelontar RPG dari balik jubahnya.
"yo..."
"!!?"
*BOOM*
Rpg itu meledak dengan kekuatan penuh tepat di kepala theodor, membuatnya terpental beberapa meter sambil mencoba tetap mempertahankan keseimbangan.
Kepulan asap tak menghalangi kinroku, kinroku menjentikan jarinya dalam kedipan mata memunculkan sebuah hoverboard (papan terbang) yang membantunya teteap meluncur.
Kinroku menerjang theodor mencoba menebasnya dengan katana, namun saat dia sadar beberapa bulu api dari sayap theodor sudar berada di sekelilingnya, akhinya theodor sadar dari pingsanya.
"kutarik kembali..."
Bulu bulu api itu berputar dan membesar seukuran bola voli, membakar area di sekeliling kinroku dengan telak.
Theodor terbang menjauh sambil mencoba mengatur kembali strateginya.
Nekat ceroboh kurang pengalaman tapi cukup pintar, yah itu sudah lebih dari cukup, setidaknya dia membuktikan bahwa nekatnya bukan sia sia... ini menarik.
Wajah theodor berubah antusias dengan senyuman menakutkan.
"...ku angkat kau jadi murid favoritku kinroku!!!"
Dia menarik anak panah api lainya yang mengarah pada kinroku yang menerjang kobaran api.
Kinroku menarik perisainya mencoba menahan serangan itu, dentuman antaranya membuat gelombang kejut yang menghempaskan kinroku, perisainya hancur dan terurai menjadi cahaya lembut.
Tangan kinroku nampak terbakar karena efek api theodor, ia tak menghiraukan api di tangannya, dia nampak turun dan berdiri dengan kondisi yang tak lagi memadai mencoba tetap sadar diantara semua lukanya.
Sudah kuduga dia kehabisan stamina... jika seperti ini tinggal buat dia kehabisan energi sihir dan semua selesai... satu dua burung si- tidak tunggu apa apaan ini.
Theodor nampak sangat panik menatap kinroku di bawahnya.
"...magic machine... dronies 100% output...."
Akhirnya kinroku menyelesaikan mantranya dia nampak tersenyum yakin saat langit mulai redup, theodor nampak sedikit kewalahan hanya dengan melihatnya.
Ratusan drone bunuh diri nampak terbang menutupi sinar matahari di kepala mereka.
"hei hei ku pikir ini selesai."
