Cherreads

Chapter 13 - ...dia bahkan...

 "ku bilang boleh..."

"ha?... apa!!"

 Kinroku tersentak kebelakang mencoba menjaga jarak dari kyouko yang sangat dekat dengan dirinya, wangi parfum lafender yang khas bercampur dengan aroma terik matahari.

Langit biru di atas kepala mereka nampak mengintip pelan dua orang remaja itu, kinroku melihat kesekeliling mencoba memastikan bahwa atap sekolah itu benar benar hanya berisikan mereka berdua.

Wajahnya memerah tanda malu saat kyouko berjalan mendekat, dia tersungkur jatuh saat kyouko sampai di depanya yang diikuti dia yang juga ikut duduk di depan kinroku.

 "ta... bukanya ini aneh kyouko, kita baru bertemu 2 hari loh.... bukankah..."

"aku tak keberatan."

 "///..."

 "memangnya ada alasan lain?"

 "aku.. lemah dan pengecut..."

 "kau tak lemah kinroku, kau hanya kurang percaya diri aku yakin kau kuat... yah hanya pengecutnya itu benar."

 "heks..."

 

 Kyouko menepuk kepala kinroku dan tersenyum tipis.

 "jangan khawatir... yang ingin kau jadikan patner ini adalah calon penyihir terkuat.

 Udara mendingin, wajah kyouko nampak memancarkan keyakinan penuh diatas kinroku yang jatuh pada pesonanya.

 *DUARR!!*

 Ledakan dari drone bunuh diri kinroku menyudahi memori itu, kinroku tersadar dari lamunanya, dia merasakan seluruh tubuhnya berat dan panas, rasa perih dari luka bakar tangan dan kepalanya nampak menusuk nusuk.

 Sedikit... sedikit lagi...

 

Ahh... merepotkan inilah alasan kenapa aku malas memakai jubah sihir, ini merepotkan untuk pertarungan udara, lagi pula alat terbang kinroku memang memiliki kecepatan lumayan... dan yang paling merepotkanya.

Theodor memutar tubuhnya diudara dengan manufer tajam dia terbang lebih tinggi menghindari dua drone yang menjepitnya, ledakan kembali terjadi namun theodor beruntung bisa menghindarinya.

Dia kemudian menukik mencoba menyerang kinroku dari jarak jauh, namun lagi lagi beberapa drone kinroku meledak di belakangnya.

 "...34... 89... akh..."

 Kinroku nampak sampir mencapai batasnya tempatnya berdiam gedung tinggi hampir membuatnya terjun bebas, beruntung dia mundur dan menahan tubuhnya di pagar besi, mencoba menjaga fokus kendali atas drone dronenya.

Theodor yang menyadari ini kemudian memutar otak, dia melesat dengan kecepatanya sendiri memutar arah dari blokade drone.

Dia hampir kehabisan energi sihir.... sedikit lagi, tinggal ku ulur waktu dan serang secara langsung, semua selesai.

Theodor memutar tubuhnya dengan terampil menggunakan sayap apinya membelah beberapa drone yang datang dari balik gedung tinggi, dia hampir sampai di tempat bidikan.

*tit... tit... tit..."

 Suara asing terdengar sepersekian detik, namun theodor tersentak kaget dia memperhatikan area sekitar saat meluncur sekuat tenaga.

 Kinroku tersenyum ke arah theodor, senyum sayu yang lelah dengan semua lukanya.

 Apa rencananya?... apa yang anak itu pikirkan dengan drone dan semua ini...

 

 Kena kau guru sialan.

 

Waktu seakan melambat tatapan mereka bertemu untuk pertama kalinya theodor nampak panik, dia sempat memikirkan kemungkinan terburuk, namun semua terlambat timmer sudah berakhir, ia di giring ke tempat pertama mereka berduel.

 "shefuku..."

"sialan kau."

 *DUARRR*

 Seluruh gedung rapat di sekeliling theodor meledak dengan hebat, meruntuhkan gedung itu ke arah theodor.

 Ia membeku mencoba mencari jalan keluar.

 Saat reruntuhan itu hanya berjarak beberapa meter dari kepala theodor, theodor menarik sebuah kertas dengan formula sihir.

 Hah?

Sensasi debu dan langit gelap di atas kepalanya serta tanah yang bergoncang, reruntuhan sudah ada di atas kepalanya.

-waktu seakan melambat.

 Saat kinroku sadar formula sihir asing sudah ada di dadanya, theodor yang sudah ada di posisi tadi dia berdiri.

 Dan dirinya yang sudah bertukar tempat dengan theodor.

Kinroku tak tahu apapun, dia tak sadar kapan, itu terjadi sangat cepat, dia bingung.

Ledakan reruntuhan yang menimpa tubuh kinroku menandai pemikiran kinroku yang rumit.

 "maaf ya aku gunakan trik curang... ini merepotkan harusnya aku menahan diri bukan?, haha ku akui kau kuat kikai kinroku."

Tubuhnya sehat tak tergores sedikitpun ia turun berdiri dengan santainya di atas gedung tinggi yang tak terdampak ledakan itu, dia nampak memperhatikan mencoba memastikan tanda tanda kehidupan.

 "belum?... ukh...."

 Kinroku dari balik reruntuhan itu menarik pin granat dan meledakan reruntuhan itu sekali lagi, tubuhnya terlontar dengan kondisi terluka parah, nampak ia yang ingin tak sadarkan diri berkontak mata dengan theodor.

 *bom-bom-bom."

Rentetan ledakan terdengar dari reruntuhan itu kinroku menarik rantai yang terikat di tanganya, menunjukan puluhan granat yang sudah dia siapkan dari dalam reruntuhan.

Rentetan ledakan menghempaskan dirinya secara bersamaan membantunya bermanufer melesat dengan kecepatan tak main main ke arah theodor.

 Theodor nampak kembali bersemangat sayapnya terbuka dan mengepak liar, dia terbanmg menghindari terjangan kinroku.

Namun kembali kinroku meledakan granatnya dan berhasil menangkap tubuh theodor, kinroku meledakan sisa granat yang dia bisa dan menghempaskan mereka berdua.

 Rantai nampak mengikat theodor bersama sayapnya membuatnya ikut terhempas diudara.

 "ada rencana lain kinroku..."

"s..."

 "s?"

"shefuku..."

 "!!?"

 Jubah kinroku tersingkap sebuah rompi bom di dadanya berbunyi, theodor tak sampat bereaksi, sebuah ledakan yang luar biasa kuat meledakan mereka berdua diudara.

Kepulan asap menyebar di langit, kinroku dan theodor jatuh menghantam atap sebuah rumah hancur.

 "jadi meledakan dirimu sendiri dan membawaku mati adalah rencana terakhirmu?"

"dasar monster..."

 Nampak jubah, kameja, dan hampir seluruh bajunya habis terbakar dadanya nampak hangus dan sidikit robek, luka bakar di tangan kananya juga nampak semakin parah.

Kinroku jatuh terlentang tak berdaya di atas puing atap di tengah rumah hancur itu, di depanya nampak theodor dengan kondisi yang tak jauh berbeda menatapnya dengan santai.

Postur tegak itu akhirnya roboh theodor nampak terduduk lemas karena semua lukanya.

 "hah.... itu tadi hampir saja... kau lulus, ku akui itu."

"akh..." kinroku muntah darah.

 Portal membelah lorong di depan kelas 1A nampak kyouko yang sedang duduk dengan santai memakan mie instan menunggu momen ini, di sampingnya gadis berdada besar serta ken juga menunggu kemungkinan terburuk.

Hentakan berat sepatu kulit yang matang datang dari dalam portal memecah kesunyian.

 "yo kau nampak baik."

"..."

Theodor memapah kinroku yang gosong dengan baju compang camping dan dada yang robek, keadaan theodor juga tak jauh berbeda dengan baju compang camping, luka di lengan dan punggungnya.

 Ekspresi mereka berubah datar mendengar kalimat sederhana itu.

 "kau serius?... pacarmu hampir mati konyol loh."

"dia bukan pacarku zuu~"

Kyouko mengantikan theodor untuk memapah kinroku dengan santai.

 "dia tak punya keberanian untuk itu."

"begitu ya."

 Kyouko nampak menyandarkan kinroku di depan pintu kelas, dia menengok ke arah gadis berdada besar mengerti gadis itu kemudian mulai merapalkan mantra pemulihan untuk kinroku.

 "jadi bagaimana?"

 "..." kinroku menatap theodor yang sedang menyembuhkan dirinya sendiri dengan alkohol dan perban.

 "...dia bahkan tak serius..."

More Chapters