Udara berubah.
Berat.
Seolah dunia menahan napas.
Para Hunter yang tadi masih berdiri kini mulai goyah. Beberapa berlutut, napas mereka memburu, keringat dingin mengalir tanpa henti.
"Tekanan ini… gila…"
"Ini bukan boss biasa…"
Seorang Hunter Rank B menggertakkan gigi, mencoba tetap berdiri. Tangannya gemetar saat menggenggam senjata.
"Semua unit! Formasi bertahan! Jangan biarkan dia keluar sepenuhnya!"
DUM…
Satu langkah dari dalam gate.
Tanah bergetar.
DUM…
Langkah kedua.
Retakan mulai muncul di aspal.
Siluet itu akhirnya terlihat.
Tinggi lebih dari tiga meter. Tubuhnya dipenuhi lapisan seperti baja hitam, dengan urat merah menyala di sela-selanya. Dua tanduk melengkung ke atas, dan matanya… kosong, tapi penuh tekanan mematikan.
"D-demon type…?"
"Tidak… ini lebih buruk…"
Makhluk itu keluar sepenuhnya.
Dan dalam satu detik—
Ia menghilang.
"DI BELAKANG—!!"
BOOOOM!!
Seorang Hunter terpental puluhan meter. Tubuhnya menghantam mobil hingga ringsek.
Darah muncrat.
"CEPAT! SERANG SEKARANG!!"
Beberapa Hunter menyerang bersamaan.
Skill sihir.
Serangan fisik.
Panah energi.
BOOM! BOOM! BOOM!!
Semua serangan mengenai target.
Debu mengepul.
Hening sesaat.
Lalu—
Makhluk itu keluar dari debu… tanpa luka berarti.
"Tidak masuk akal…"
"Serangan barusan—itu seharusnya cukup untuk rank B…"
Makhluk itu mengangkat tangannya.
Energi merah berkumpul.
Tae Hyun menghela napas pelan.
"…terlalu berisik."
Dalam sekejap—
Dia sudah bergerak.
WHOOOM!!
Tubuhnya melesat lurus ke arah monster.
Tanpa ragu.
Monster itu menyerang.
Tinju besar menghantam udara—
SWISH!
Tae Hyun menghindar tipis.
Jaraknya begitu dekat hingga tekanan angin membuat bajunya bergetar keras.
Cepat.
Dia masuk ke dalam jangkauan.
Siku ke perut—
DUAK!!
Tidak cukup.
Monster itu berbalik dengan kecepatan tidak wajar.
BRAK!!
Serangan mengenai bahu Tae Hyun.
Tubuhnya terdorong jauh.
Aspal hancur di bawah kakinya saat ia menahan diri.
Para Hunter membeku.
"Dia… kena langsung…"
Tae Hyun berdiri diam.
Bahu kirinya sedikit turun.
Sedikit mati rasa.
"…lumayan juga."
Dia menggerakkan bahunya pelan.
Suara sendi berderak halus.
Matanya kembali fokus.
Lebih tajam.
Kekuatan fisik tinggi.
Regenerasi lambat.
Titik lemah… ada di inti.
Monster itu meraung dan menyerbu lagi.
Lebih cepat.
Lebih brutal.
Tae Hyun menarik napas dalam.
Lebih dalam dari sebelumnya.
Udara di sekitarnya… sedikit berubah.
Tak terlihat.
Tapi terasa.
Qi… perkuat tubuh.
WHOOOM!!
Langkahnya kali ini berbeda.
Lebih berat.
Lebih tajam.
Tinju monster turun—
Tae Hyun masuk ke dalam lintasan serangan.
DUAK!!
Pukulan ke dada.
Monster itu mundur satu langkah.
Untuk pertama kalinya.
Mata para Hunter membesar.
"Dia… mendorongnya?!"
Monster itu menggeram marah.
Energi merah meledak dari tubuhnya.
Serangan bertubi-tubi datang.
Cepat.
Tidak memberi celah.
Tae Hyun menghindar.
Satu.
Dua.
Tiga—
BRAK!!
Serangan keempat mengenai lengannya.
Retakan kecil muncul di tanah tempat ia berpijak.
Mulai repot.
Dia melangkah mundur satu langkah.
Hanya satu.
Lalu—
Tubuhnya kembali melesat.
Gerakan kali ini…
Lebih halus.
Lebih presisi.
Dia masuk dari sisi buta monster.
DUAK!!
Pukulan ke tulang rusuk.
DUAK!!
Pukulan kedua—lebih dalam.
Monster itu terhuyung.
Sekarang.
Tae Hyun memutar tubuhnya.
Seluruh tenaga dikumpulkan.
Dari kaki.
Pinggul.
Bahu.
Satu titik.
DUAAAAK!!!
Pukulan ketiga menghantam tepat di pusat dada.
CRACK!!!
Suara retakan keras terdengar.
Monster itu terdorong mundur beberapa meter.
Untuk pertama kalinya—
Retakan muncul jelas di tubuhnya.
Para Hunter terpaku.
"Dia… benar-benar melukainya…"
Tae Hyun berdiri diam.
Napasnya sedikit lebih berat.
Di dalam dadanya—
Sesuatu bergetar.
KRZZZT—
Petir kecil muncul di ujung jarinya.
Lebih jelas dari sebelumnya.
Monster itu berhenti.
Matanya mengarah lurus ke Tae Hyun.
Untuk pertama kalinya—
Ada sesuatu seperti… insting.
Ketakutan.
Tae Hyun menatap balik.
Ekspresinya datar.
"…jangan kabur sekarang."
Langit di atas mulai gelap.
Awan berkumpul perlahan.
Para Hunter mulai mundur tanpa sadar.
Insting mereka berteriak—
Bahaya.
Namun Tae Hyun hanya menghembuskan napas pelan.
Petir di tangannya… padam.
Belum saatnya.
Dia melangkah maju lagi.
Tenang.
Monster itu meraung dan menyerang sekali lagi—
Lebih ganas dari sebelumnya.
Dan Tae Hyun…
Menyambutnya.
Hanya dengan tubuhnya.
Dan teknik yang ditempa sejak kecil.
Pertarungan belum selesai.
~~~•
