Cherreads

Chapter 7 - Suara yang memanggil nama

Sejak hari itu ... Aku tidak pernah benar-benar sendiri .

Bahkan disaat aku ditengah keramaian .

Bahkan saat aku mencoba mengalihkan pikiran .

Mereka tetap ada .

Diam .

Melihat .

Menunggu .

Aku mulai terbiasa ... Atau mungkin terpaksa terbiasa .

Tidak lagi berteriak .

Tidak lagi berlari .

Karena ke mana pun aku pergi ... Mereka ikut .

Tapi ada satu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya .

Sampai malam itu datang .

Aku duduk di kamar .

Lampu redup .

Pintu tertutup .

Seperti malam-malam sebelumnya .

Aku mencoba menenangkan diri .

Menarik napas perlahan .

Mengulang dalam hati -

ini hanya ujian ... Ini hanya ujian ...

lalu -

"Sari ... "

Aku langsung membuka mata .

Tubuhku menegang .

Suara itu jelas .

Memanggil namaku .

Aku menoleh ke kanan .

Tidak ada siapa-siapa .

" Sari ... "

Sekali lagi .

Lebih dekat .

Lebih jelas .

Aku berdiri perlahan .

Langkahku ragu .

Jantungku berdetak cepat .

" Siapa ...? "

Suaraku pelan .

Hampir tidak terdengar .

Tidak ada jawaban .

Aku berjalan menuju pintu keluar .

Tangan gemetar saat memegang gagang .

Perlahan ... Aku membukanya .

Gelap .

Ruang tengah kosong .

Tapi aku tahu-

Suara itu bukan dari dalam kamar .

" Sari ..."

Sekarang ... Dari arah luar rumah .

Tanpa sadar ... Aku melangkah keluar .

Satu langkah .

Dua langkah .

Seperti ada sesuatu yang menarikku .

Bukan paksa .

Tapi halus .

Mengajak .

Udara malam terasa dingin .

Lebih dingin dari biasanya .

Aku berhenti di depan pintu .

Memandang ke arah halaman .

Dan di sana ...

Ada seseorang .

Berdiri membelakangi .

Diam .

" Sari ... "

Dia yang memanggil .

Aku ingin berhenti .

Aku tahu ini tidak benar .

Tapi kakiku tetap melangkah .

Satu langkah lagi .

Dan saat itulah -

" SARI OJO METU! "

Suara itu keras .

Tiba-tiba .

Menghentikan langkahku .

Aku tersentak .

Seolah baru sadar dari sesuatu .

Aku langsung mundur .

Napas memburu .

Sosok di halaman itu perlahan berbalik .

Bukan manusia .

Wajahnya tidak utuh .

Matanya kosong .

Mulutnya terbuka ... Terlalu lebar .

Dan suara yang keluar darinya -

Masih memanggil namaku .

" Sari ... "

Tapi sekarang ... Tidak terdengar seperti panggilan .

Lebih seperti ... Jebakan .

Aku langsung menutup pintu .

Menguncinya .

Tubuhku gemetar .

Kakiku lemas .

Aku terduduk di lantai .

Tidak sanggup berdiri .

Air mataku jatuh .

Tanpa sadar .

Sedikit lagi ...

Aku hampir keluar .

Sedikit lagi ...

Aku mungkin tidak akan kembali .

Dari dalam kamar -

Aku mendengar langkah .

Pelan .

Mendekat .

Dan saat aku mengangkat kepala -

Perempuan tua itu sudah berdiri di sana .

Lebih dekat dari sebelumnya .

" Kowe gampang dipanggil ..."

kamu mudah dipanggil .

Aku menunduk .

Tidak berani menatap .

" Yen kowe ngene terus ... "

Kalimatnya terhenti .

Tapi aku tahu maksudnya .

Aku ... Bisa hilang .

More Chapters