Cherreads

Chapter 8 - Mimpi atau panggilan

Malam itu aku tidak berani tidur .

Aku duduk di sudut kamar .

Lampu tetap menyala .

Pintu terkunci .

Jendela tertutup rapat .

Aku mencoba bertahan .

Menjaga diri tetap sadar .

Karena sekarang aku tahu -

Begitu aku lengah ... Mereka akan masuk .

Jam terus berjalan .

01.12

01.47

02.23

Mataku mulai berat .

Kepalaku terasa ringan .

Aku melawan .

Tapi tubuhku ... Punya batas .

Dan tanpa sadar ...

Aku tertidur .

....

Aku berdiri .

Di tempat yang tidak kukenal .

Kabut .

Dingin .

Sunyi .

Tidak ada rumah .

Tidak ada suara .

Hanya tanah luas ... Seperti lapangan kosong yang tidak berujung .

Aku menoleh ke kanan .

Ke kiri .

Tidak ada siapa-siapa .

" Aku ... Di mana ?"

Suaraku terdengar aneh .

Seperti tidak sepenuhnya milikku .

Langkah kakiku terdengar jela .

Setiap pijakan ... Menggema .

Lalu -

Aku melihat sesuatu dari kejauhan .

Seseorang .

Berdiri membelakangi .

Diam .

Aku tahu ... Aku seharusnya tidak mendekat .

Tapi seperti sebelumnya-

Ada sesuatu yang menariku .

Langkah demi langkah .

Semakin dekat .

Kabut perlahan menipis .

Dan saat jarak kami hanya beberapa meter-

Dia mulai berbalik .

Perempian tua itu .

Tapi kali ini ... Berbeda .

Wajahnya lebih jelas .

Lebih utuh .

Lebih ... Hidup .

Dan matanya -

Tidak kosong lagi .

Matanya penuh ... Dengan sesuatu yang tidak bisa ku jelaskan .

" Kowe teka ... "

kamu datang .

aku mundur satu langkah .

" Ini ... Mimpi ..."

Aku mencoba meyakinkan diri .

Perempuan itu tersenyum .

Pelan .

" Yen mung mimpi ... Kowe iso metu kapan wae . "

kalo cuman mimpi ... Kamu bisa keluar kapan saja .

Aku terdiam .

Kalimat iyu ...

Masuk akal .

Tapi justru membuatku takut .

Aku mencoba bangun .

Memejamkan mata .

Menggerakkan tubuh .

Tidak bisa .

Aku masih di sana .

Kabut mulai bergerak .

Mengelilingi kami .

Dan dari dalam kabut -

Muncul suara .

Banyak .

berbisik .

memanggil .

Namaku .

" Sari ... "

" Sari ... "

" Sari ... "

Aku menutup telinga .

Tapi suara itu tetap masuk .

Perempuan tua itu melangkah mendekat .

" Kowe ora mung weruh ... "

kamu tidak hanya melihat ...

Tangannya terangkat .

Mengarah ke dadaku .

" Tapi wes mulai mlebu . "

tapi sudah mulai masuk .

Aku membeku .

Masuk ?

Masuk ke mana ?

Tiba-tiba -

Tanah di bawah kakiku terasa lembek .

Seperti lumpur .

Aku melihat ke bawah .

Kakiku ... Mulai tenggelam .

Pelan .

Tapi pasti .

Aku panik .

Berusaha menarik kaki .

Tidak bisa .

Semakin aku melawan -

Semakin dalam .

" Sari ..."

Suara itu sekarang bukan dari luar .

Tapi dari dalam kepalaku sendiri .

Aku berteriak .

Sekuat tenaga .

"BERHENTI!"

Dan dalam sekejap-

Aku terbangu .

Nafasku tersengal .

Tubuhku basah oleh keringat .

Kamar .

Tempat tidur .

Semua kembali normal .

Aku langsung melihat ke arah kakiku .

Bersih .

Tidak ada apa-apa .

Aku menghela nafas panjang .

Sedikit lega .

Sampai aku mencoba berdiri .

Dan saat kakiku menyentuh lantai-

Aku merasakan sesuatu .

Dingin .

Basah .

Seperti ... Lumpur .

More Chapters