Malam itu aku tidak berani tidur .
Aku duduk di sudut kamar .
Lampu tetap menyala .
Pintu terkunci .
Jendela tertutup rapat .
Aku mencoba bertahan .
Menjaga diri tetap sadar .
Karena sekarang aku tahu -
Begitu aku lengah ... Mereka akan masuk .
Jam terus berjalan .
01.12
01.47
02.23
Mataku mulai berat .
Kepalaku terasa ringan .
Aku melawan .
Tapi tubuhku ... Punya batas .
Dan tanpa sadar ...
Aku tertidur .
....
Aku berdiri .
Di tempat yang tidak kukenal .
Kabut .
Dingin .
Sunyi .
Tidak ada rumah .
Tidak ada suara .
Hanya tanah luas ... Seperti lapangan kosong yang tidak berujung .
Aku menoleh ke kanan .
Ke kiri .
Tidak ada siapa-siapa .
" Aku ... Di mana ?"
Suaraku terdengar aneh .
Seperti tidak sepenuhnya milikku .
Langkah kakiku terdengar jela .
Setiap pijakan ... Menggema .
Lalu -
Aku melihat sesuatu dari kejauhan .
Seseorang .
Berdiri membelakangi .
Diam .
Aku tahu ... Aku seharusnya tidak mendekat .
Tapi seperti sebelumnya-
Ada sesuatu yang menariku .
Langkah demi langkah .
Semakin dekat .
Kabut perlahan menipis .
Dan saat jarak kami hanya beberapa meter-
Dia mulai berbalik .
Perempian tua itu .
Tapi kali ini ... Berbeda .
Wajahnya lebih jelas .
Lebih utuh .
Lebih ... Hidup .
Dan matanya -
Tidak kosong lagi .
Matanya penuh ... Dengan sesuatu yang tidak bisa ku jelaskan .
" Kowe teka ... "
kamu datang .
aku mundur satu langkah .
" Ini ... Mimpi ..."
Aku mencoba meyakinkan diri .
Perempuan itu tersenyum .
Pelan .
" Yen mung mimpi ... Kowe iso metu kapan wae . "
kalo cuman mimpi ... Kamu bisa keluar kapan saja .
Aku terdiam .
Kalimat iyu ...
Masuk akal .
Tapi justru membuatku takut .
Aku mencoba bangun .
Memejamkan mata .
Menggerakkan tubuh .
Tidak bisa .
Aku masih di sana .
Kabut mulai bergerak .
Mengelilingi kami .
Dan dari dalam kabut -
Muncul suara .
Banyak .
berbisik .
memanggil .
Namaku .
" Sari ... "
" Sari ... "
" Sari ... "
Aku menutup telinga .
Tapi suara itu tetap masuk .
Perempuan tua itu melangkah mendekat .
" Kowe ora mung weruh ... "
kamu tidak hanya melihat ...
Tangannya terangkat .
Mengarah ke dadaku .
" Tapi wes mulai mlebu . "
tapi sudah mulai masuk .
Aku membeku .
Masuk ?
Masuk ke mana ?
Tiba-tiba -
Tanah di bawah kakiku terasa lembek .
Seperti lumpur .
Aku melihat ke bawah .
Kakiku ... Mulai tenggelam .
Pelan .
Tapi pasti .
Aku panik .
Berusaha menarik kaki .
Tidak bisa .
Semakin aku melawan -
Semakin dalam .
" Sari ..."
Suara itu sekarang bukan dari luar .
Tapi dari dalam kepalaku sendiri .
Aku berteriak .
Sekuat tenaga .
"BERHENTI!"
Dan dalam sekejap-
Aku terbangu .
Nafasku tersengal .
Tubuhku basah oleh keringat .
Kamar .
Tempat tidur .
Semua kembali normal .
Aku langsung melihat ke arah kakiku .
Bersih .
Tidak ada apa-apa .
Aku menghela nafas panjang .
Sedikit lega .
Sampai aku mencoba berdiri .
Dan saat kakiku menyentuh lantai-
Aku merasakan sesuatu .
Dingin .
Basah .
Seperti ... Lumpur .
