Cherreads

Chapter 6 - Mulai melihat yang tak terlihat

Sejak kejadian di kamar mandi ... Semuanya berubah .

Bukan perlahan .

Tapi sesuatu yang tiba-tiba dibuka paksa .

Aku mencoba menjalani hari seperti biasa .

Menyapu . Memasak duduk sebentar di teras .

Hal-hal sederhana yang dulu terasa normal .

Sekarang ... Tidak lagi

Awalnya hanya perasaan .

Seperti ada yang lewat di sudut mata .

Cepat . Sekilas .

Setiap kali aku menoleh- tidak ada apa-apa .

Sampai akhirnya ... Aku benar-benar melihatnya .

Sore itu , aku duduk diruang tamu .

Cahaya matahari mulai redup .

Bayangan mulai memanjang di lantai .

Aku menatap kosong ke arah pintu .

Dan di situlah-

Seseorang berjalan melewati halaman .

Aku langsung berdiri .

" Siapa ? "

Tidak ada jawaban .

Aku melangkah keluar .

Halaman sepi .

Tidak ada siapa-siapa .

Tapi aku yakin .

Barusan ... Ada yang lewat .

Saat aku hendak masuk kembali -

Aku melihat ke arah samping rumah .

Dan kali ini ... Aku tidak salah lihat .

Seorang laki-laki .

Berdiri diam di dekat pohon .

Tubuhnya kurus .

Pakaiannya seperti orang lama ... Lusuh dan tidak jelas warnanya .

Wajahnya pucat .

Dan matanya -

Kosong .

Dia tidak bergerak .

Tidak mendekat .

Hanya berdiri ... Menatap ke arahku .

Aku ingin masuk ke dalam .

Menutup pintu .

Mengunci semuanya .

Tapi kakiku seperti tertahan .

Karena aku sadar sesuatu .

Dia bukan satu-satunya .

Di belakang nya ...

Ada lagi .

Satu .

Dua .

Tiga .

Semakin lama aku melihat -

Semakin banyak yang muncul .

Ada yang berdiri .

Ada yang duduk .

Ada yang seperti merangkak pelan di tanah .

Semua ... Menghadap ke arahku .

Napas ku mulai tidak teratur .

Jantungku berdetak terlalu cepat .

" Kenapa ... Banyak sekali ..."

Aku berbisik .

Hampir tidak terdengar .

Salah satu dari mereka bergerak .

Pelan .

Langkahnya berat ... Seperti menyeret sesuatu .

Mendekat .

Refleks , aku mundur .

Satu langkah .

Dua langkah .

Tapi yang lain ... Ikut bergerak .

Bukan cepat .

Tapi serempak .

Seolah aku adalah pusat perhatian mereka .

Aku berbalik dan masuk ke dalam rumah .

Menutup pintu keras-keras .

Brakk!

Aku bersandar di pintu .

Mencoba mengatur napas .

Ini tidak masuk akal .

Ini tidak mungkin .

Aku memejamkan mata .

Berharap saat kubuka lagi-

Semua akan hilang .

Perlahan ... Aku membuka mata .

Dan aku sadar ...

Aku salah berharap .

Karena sekarang-

Mereka tidak lagi di luar .

Di dalam rumah .

Di sudut ruangan .

Di dekat jendela .

Di belakang kursi .

Diam .

Tidak bergerak .

Tapi ... Ada .

Aku menoleh pelan .

Satu per satu .

Dan di antara mereka semua ...

Aku melihat dia lagi .

Perempuan tua itu .

Berdiri paling dekat .

Lebih dekat dari yang lain .

Senyumnya tidak berubah .

" Kowe wis weruh ... "

kamu sudah bisa melihat .

Aku tidak bisa menjawab .

Aku tidak bisa bergerak .

Karena akhirnya aku mengerti-

Ini bukan lagi tentang " dia "

Tapi tentang dunia yang selama ini tidak pernah kulihat ...

Dan sekarang ...

Tidak bisa lagi ku tutup.

More Chapters