Sejak kejadian di kamar mandi ... Semuanya berubah .
Bukan perlahan .
Tapi sesuatu yang tiba-tiba dibuka paksa .
Aku mencoba menjalani hari seperti biasa .
Menyapu . Memasak duduk sebentar di teras .
Hal-hal sederhana yang dulu terasa normal .
Sekarang ... Tidak lagi
Awalnya hanya perasaan .
Seperti ada yang lewat di sudut mata .
Cepat . Sekilas .
Setiap kali aku menoleh- tidak ada apa-apa .
Sampai akhirnya ... Aku benar-benar melihatnya .
Sore itu , aku duduk diruang tamu .
Cahaya matahari mulai redup .
Bayangan mulai memanjang di lantai .
Aku menatap kosong ke arah pintu .
Dan di situlah-
Seseorang berjalan melewati halaman .
Aku langsung berdiri .
" Siapa ? "
Tidak ada jawaban .
Aku melangkah keluar .
Halaman sepi .
Tidak ada siapa-siapa .
Tapi aku yakin .
Barusan ... Ada yang lewat .
Saat aku hendak masuk kembali -
Aku melihat ke arah samping rumah .
Dan kali ini ... Aku tidak salah lihat .
Seorang laki-laki .
Berdiri diam di dekat pohon .
Tubuhnya kurus .
Pakaiannya seperti orang lama ... Lusuh dan tidak jelas warnanya .
Wajahnya pucat .
Dan matanya -
Kosong .
Dia tidak bergerak .
Tidak mendekat .
Hanya berdiri ... Menatap ke arahku .
Aku ingin masuk ke dalam .
Menutup pintu .
Mengunci semuanya .
Tapi kakiku seperti tertahan .
Karena aku sadar sesuatu .
Dia bukan satu-satunya .
Di belakang nya ...
Ada lagi .
Satu .
Dua .
Tiga .
Semakin lama aku melihat -
Semakin banyak yang muncul .
Ada yang berdiri .
Ada yang duduk .
Ada yang seperti merangkak pelan di tanah .
Semua ... Menghadap ke arahku .
Napas ku mulai tidak teratur .
Jantungku berdetak terlalu cepat .
" Kenapa ... Banyak sekali ..."
Aku berbisik .
Hampir tidak terdengar .
Salah satu dari mereka bergerak .
Pelan .
Langkahnya berat ... Seperti menyeret sesuatu .
Mendekat .
Refleks , aku mundur .
Satu langkah .
Dua langkah .
Tapi yang lain ... Ikut bergerak .
Bukan cepat .
Tapi serempak .
Seolah aku adalah pusat perhatian mereka .
Aku berbalik dan masuk ke dalam rumah .
Menutup pintu keras-keras .
Brakk!
Aku bersandar di pintu .
Mencoba mengatur napas .
Ini tidak masuk akal .
Ini tidak mungkin .
Aku memejamkan mata .
Berharap saat kubuka lagi-
Semua akan hilang .
Perlahan ... Aku membuka mata .
Dan aku sadar ...
Aku salah berharap .
Karena sekarang-
Mereka tidak lagi di luar .
Di dalam rumah .
Di sudut ruangan .
Di dekat jendela .
Di belakang kursi .
Diam .
Tidak bergerak .
Tapi ... Ada .
Aku menoleh pelan .
Satu per satu .
Dan di antara mereka semua ...
Aku melihat dia lagi .
Perempuan tua itu .
Berdiri paling dekat .
Lebih dekat dari yang lain .
Senyumnya tidak berubah .
" Kowe wis weruh ... "
kamu sudah bisa melihat .
Aku tidak bisa menjawab .
Aku tidak bisa bergerak .
Karena akhirnya aku mengerti-
Ini bukan lagi tentang " dia "
Tapi tentang dunia yang selama ini tidak pernah kulihat ...
Dan sekarang ...
Tidak bisa lagi ku tutup.
