Cherreads

Chapter 22 - Chapter 22 — Kebangkitan yang Tidak Bisa Dihentikan

Ada momen…

di mana manusia berhenti mengendalikan keadaan.

Dan mulai—

mengikuti sesuatu yang lebih besar.

RUMAH DONI — MALAM

Gerbang terbuka perlahan.

B 2777 GWM masuk lebih dulu.

Disusul B 234 GWM.

Pengawalan ketat.

Lampu kendaraan menyapu halaman.

Sri berdiri di teras.

Menunggu.

Wajahnya tenang.

Namun matanya—

tidak.

MOMEN KELUARGA

Pintu mobil terbuka.

Ika turun perlahan.

Korin menyusul, menggendong anaknya.

Begitu melihat Sri—

“Mama…”

Korin langsung memeluknya.

Tangis pecah.

“Mama… aku takut…”

Sri memeluknya erat.

“Sudah… kamu di rumah sekarang.”

Ika berdiri di samping.

Matanya berkaca.

Namun ia lebih menahan diri.

“Papa di mana…”

Sri menoleh ke dalam rumah.

“Masih di Gedung.”

Sunyi.

Untuk pertama kalinya—

semua berkumpul.

Namun tanpa Doni.

Dan itu—

justru terasa tidak lengkap.

JULIO

Duduk di ruang tengah.

Tidak bermain.

Tidak bicara.

Matanya kosong.

Anak kecil itu merangkak mendekat.

“Baaah…”

Julio tidak merespon.

Korin langsung panik.

“Mba Ika… Julio kenapa…”

Ika menatapnya.

“Dari tadi begitu?”

Sri mengangguk pelan.

“…dari sore.”

Sunyi.

DALAM KEPALA JULIO

Gelap.

Namun ada cahaya.

Bukan satu.

Banyak.

Data.

Sistem.

Suara.

…akses diterima……sinkronisasi meningkat…

Julio berdiri.

Pelan.

“Mas Arka…”

CUT TO: GEDUNG PELNI — RUANG KONTROL

Semua layar berkedip.

Yuri panik.

“Pak! Sistem kita diambil alih sebagian!”

Mayjen Okta:

“Siapa?!”

Yuri menatap layar.

“…bukan Black Sun…”

Sunyi.

LAYAR TERBELAH

Beberapa koneksi aktif bersamaan.

Pentagon — ONLINEMeihwa Network — ONLINE

Daniel muncul.

Mr. Lie juga.

DANIEL

“Kita tidak punya waktu lagi.”

MR. LIE

“Ibu Sepuh sudah memberi izin.”

Sunyi.

MAYJEN OKTA

“Izin untuk apa?”

DANIEL

“Deployment.”

CUT TO: LANGIT INDONESIA

Pesawat tanpa tanda melintas.

Tidak terdeteksi publik.

Namun sistem militer dalam negeri—

melihatnya.

CUT TO: LAUT INDONESIA

Unit bergerak.

Diam.

Cepat.

CUT TO: GEDUNG PELNI

Yuri melihat data.

“…mereka benar-benar datang…”

Mayjen Okta mengepalkan tangan.

“Ini pelanggaran.”

DONI

Masuk ke ruangan.

Langsung bicara:

“Biarkan.”

Sunyi.

Semua menoleh.

DONI

“Mereka bukan datang untuk mengambil.”

Ia melihat layar.

“…mereka datang untuk menjaga keseimbangan.”

PROF ARIEF

Tersenyum tipis.

“Akhirnya kamu bilang juga.”

MOMEN BESAR TIM SENYAP 08

Aktif penuh.

Bukan hanya bayangan.

Kini—

terlihat.

Pergerakan cepat.

Koordinasi tanpa suara.

Sistem komunikasi tertutup.

Pengamanan berlapis.

Untuk pertama kalinya—

kekuatan mereka terlihat.

YURI

“Semua unit aktif.”

MAYJEN OKTA

“Ini baru awal.”

CUT TO: RUMAH DONI

Julio berdiri di tengah ruangan.

Semua menatapnya.

Korin memeluk anaknya erat.

“Mba… aku nggak suka ini…”

Ika tidak menjawab.

Ia melihat Julio.

Berbeda.

Sangat berbeda.

JULIO

Mengangkat kepala.

Matanya—

berubah.

Bukan seperti anak kecil lagi.

JULIO (PELAn)

“Sudah mulai…”

Sunyi.

Sri maju satu langkah.

“Julio…”

Julio menatapnya.

Namun tidak menjawab sebagai anak.

“…ini bukan Papa…”

Semua membeku.

CUT TO: GEDUNG PELNI

Semua sistem berkedip.

GARUDA SYSTEM — AUTO ACTIVATION

Arka yang sedang standby langsung menoleh.

“Pak… dia bangun sendiri…”

DONI

Menutup mata.

“…iya.”

MOMEN TERAKHIR

Di seluruh layar—

satu simbol muncul.

GARUDA

Namun berbeda.

Lebih terang.

Lebih hidup.

CUT PARALLEL: Julio berdiri Garuda menyala Sistem global aktif Pasukan bergerak Dunia mengawasi LAST LINE

“Sekarang…”

“…tidak ada lagi yang bisa menghentikannya.”

More Chapters