Cherreads

Chapter 3 - Hitam di Atas Putih

"Latifa, nama yang bagus … artinya lemah lembut, anggun, dan manis. Cocok sekali dengan pemiliknya."

Baru akan keluar ke teras, Yogi mengurungkan niatnya saat Dany muncul.

Kenapa lagi Dany pagi-pagi udah di sini.

**

"Dek Ifa," panggil Dany yang baru saja muncul dari belakang Dicky. Sebagai sahabat Yogi, Dany pun tak terlalu menyukai Dicky. Bisa dibilang pria berkulit sawo matang itu tipe yang pilih-pilih teman, tidak membaur dengan yang lainnya.

Dany memutar langkah, berdiri di dekat Ifa.

"Mas Dany," balas Ifa dengan mimik bertanya. "Mas Yogi ada di dalam."

Pria dengan lesung pipi itu menggeleng pelan. "Enggak, aku nggak nyari dia. Aku nyari Dek Ifa."

Kening Dicky berkerut, cukup aneh baginya melihat cara Dany memandang istrinya Yogi, padahal itu istri sahabatnya.

Apa mungkin Ifa dan Yogi tidak saling cinta, tetapi menikah …?

Senyum di sudut bibir Dicky tersungging, ia sangat yakin yang terjadi adalah seperti yang dipikirkannya.

"Mbak Ifa, saya pulang dulu, ya."

"Iya, Mas. Hmm, Mas Dicky kalau ada apa-apa kabarin, ya."

Senyuman kecil terpasang di wajah kalem Dicky. Dengan langkah santai ia melewati Dany tanpa menyapanya, begitu pula pria yang dilewatinya.

"Kenapa si Dicky di sini, Dek?"

"Kebetulan lewat, trus kena abu sampah ini nih, gara-gara Mas Yogi bkr sampah," sungut Ifa.

"Kok aku?"

Baik Ifa maupun Dany menoleh, ternyata yang jadi topik pembicaraan berada di teras.

Gadis bermata bundar itu diam saja, malas bicara sama Yogi, seperti tidak ada titik temunya. Ia kemudian menoleh kembali ke Dany.

"Mas Dany tadi bilang nyari Ifa, ada apa, Mas?"

Tanpa mempedulikan Yogi, Dany memberikan sebuah bungkusan ke istri sahabatnya. "Buat Dek Ifa."

Bungkusan kecil itu diterima Ifa dengan raut bingung. "Apa ini, Mas?"

"Buka aja," balas Dany, terangkai senyum pula di wajahnya.

Perlahan Ifa mengintip isi di dalam bungkusan itu, giginya yang berderet rapi kemudian muncul disertai rinai tawa kecil. "Ya ampun, Mas Dany, repot-repot."

"Enggak repotlah, ya udah, Dek, aku cabut dulu, ya, mau cari sarapan."

Anggukan kecil ditunjukkan Ifa. "Makasih, ya, Mas Dany."

Sebelum berlalu pergi, Dany menyapa basa-basi ke Yogi dengan melambai saja.

"Dany ngasi apa ke kamu?" tanya pria bermata sedikit sipit itu ke Ifa saat hampir melewatinya.

"Ngasi barang," jawab simpel Ifa.

"Iya, udah tahulah ngasi barang," balas Yogi dengan nada sedikit keras.

Sudah cukup rasanya kesabarannya pagi itu. "Mas Yogi maunya apa sih? Ifa begini salah, begitu salah."

Yogi jadi m4ti ku tu ditantang Ifa. "Aku kan cuman nanya yang dikasi Dany itu apaan."

"Flashdisc, udah puas?"

"Kenapa dia ngasih flashdisc?" tanya balas Yogi.

"Ifa memang butuh buat nyimpen tugas-tugasku, tapi nggak sempat belinya."

"Kan bisa nyuruh aku," ucap Yogi tanpa sadar.

Senyum simpul ditunjukkan Ifa. "Suruh Mas Yogi? Ifa minta baik-baik Mas Yogi buang sampah aja nggak mau, apalagi kalau aku minta tolong beliin flashdisc di kota. Sampai suster ngesot berdiri lagi juga nggak bakalan kali Mas Yogi jalan, udah ah, Mas, Ifa mau mandi."

Sebenarnya ada perasaan bersalah tatkala ia harus ketus ke suaminya tadi, setelah mndi Ifa mendatangi Yogi di kamarnya.

"Kenapa?" tanya Yogi dengan nada tak ramah seraya berpegangan pada kusen pintu kamar.

Ifa berusaha tersenyum. "Maaf, ya, tadi Ifa sudah balas marah ke Mas Yogi. Hmm, Mas Yogi belum sarapan kan? Aku masakkan nasi goreng, ya."

Hati Yogi bukan batu, ia pun tersentuh dengan sikap Ifa yang sangat menghargainya, minta maaf karena kedewasaan bukan karena ada maunya saja.

"Iya," balas Yogi yang mulai melunak.

"Oke, Ifa masak dulu, Mas."

Di dalam kamar saja Yogi menunggu, terkadang terdengar suara-suara dari dapur. Pikirannya melalang buana, biasanya di rumah itu hanya sendirian, kosong, dan kini sejak ada Ifa, mulai terasa berbeda. Hanya saja Yogi belum bisa me ra ba arah perasaannya. Egonya masih besar.

Mas Yogi : " Mas minta maaf ya ifa ucapnya lirih "

Ifa :" Iya dimaafin tapi jangan diulangin lagi ya mas "

Mas Yogi :" Itu kenapa bau anyir terus "

Ifa :" Ya kan kalo gak serem hidup gak seru kata orang"

Mas Yogi :" Yaudah gausah serem-serem lagi "

Ifa :" Iyah biar ifa gak ketempelan " Kan kalo lagi haid itu bikin berantem juga bisa mas Yogi "

Mas Yogi :" Iya, mas takkan keterlaluan lagi"

Ifa:" Balasannya apa? Maksud ifa buktiin cinta mas Yogi ke ifa "

Mas Yogi :" Iya mau beli apa? " Minum dulu susu chocolate nya yah "

Ifa :" Iya, habiss ini jalan- jalan, terus ke tempat wisata "

Mas Yogi : " Iya terserah ┐( ̄ー ̄)┌

Ifa :" Kenapa kemarin mas Yogi ngambek begitu "

Mas Yogi : " Ifa kalo ketemu mas, mandi dandan, harum yang cantik biar mas enak dipandang mata ifa nya, bukan berarti ifa cantik tapi harus jaga kebersihan "

Ifa :" Iya terus, dany itu siapa"? Kok sksd sama ifa?

Mas Yogi :" Udah gausah dipikirin " Dany cuma jemput mas berangkat kerja bareng "

Ifa :" Kaget, loh"

Udah mas Yogi pilih ifa apa dany?

Ya kamu, kan mas bukan homo, gimana sih

Terus kenapa cerita sama dicky?

"Udah tau nikah harus ada chemistry , makanya ifa dah berusaha memasak, harum, mencuci,menstrika pakaian, mandi, baju cantik"

Flashdisk mas disimpen jangan dibuang kalau gak buat ifa kerja

Oh yaudah kita baikan ya 😊🥲👍

Iya ucap mas Yogi karena lelaki itu cuma teman kerja mas aja

Mas ganteng banget deh, ifa jadi makin cinta ❤

"Mas maem suap-suapan yuk , apa main petak umpet " Ucap ifa

Mas Yogi:" Hayuk suap-suapan dulu, maem dulu ya biar bisa berpikir jernih dikampus "

Ifa :" Mas bolehin ifa kuliah lagi "

Mas Yogi :" Saranghae "

Ifa " Na tuu "

Mas Yogi :" Kamu kira mereka temen siapa? Orang temen kerja doang protektif banget "

Ifa :" Tar mas genit sama cewek-cewek, takut " Ifa gamau ditinggal mas Yogi "

Mas Yogi :" Iya sayang, ifa sendirian terus kalo ketemu mas Yogi, kirain ifa gak cinta "

Ada hati ❤💞 ya sama mas ifa?

Ya kalao gak ada hati gak mungkin selalu deket-deket saudara mas, saudara mas aja kasih mukena ke ifa

Ifa :" Mukena kemarin dikasih bu yanti ke mamah, padahal buat ifa (Li) "

Mas Yogi :" Lagian kenapa gak jujur sama mas kalo ada rasa juga "? Mas kan gak perlu repot ngobrol lewat cerpen

Ifa :" Mas gemesin bener "

Mas Yogi :" Yaudahh mmas berangkat kerja dulu ya udah pagi, mas setok pembalut dan lain sebagainya, makanan, apa aja yang kamu butuhin "

Ifa :" Iya mas Yogi "

Mas Yogi :" Pusing mas berantem mulu 😅"

Ifa :" Yaudah hati- hati dijalan ya "

Mas Yogi :" Bekal udah ditaro ya 👍" Kamu masak apa aja?

Ifa :" Mas liat aja semua udah li siapin "

Mas Yogi :" Iya siyap, assalamualaikum"

-Happy ending -

More Chapters