Cherreads

Chapter 5 - BAB 5 — KONFRONTASI PANGERAN ZHENNAN

Udara di depan Istana Kekaisaran terasa berat.

  Angin pagi yang biasanya tenang kini seperti ikut membawa ketegangan.

  ---

  Di kejauhan, suara langkah pasukan terdengar mendekat.

  Tepat seperti perintah Kaisar Zhou Chengqian.

  Pengawal Kekaisaran bergerak.

  ---

  Shen Lanxi berdiri di sisi aula.

  Matanya tenang, namun pikirannya bekerja cepat.

  ---

  Ini adalah momen yang ia tunggu.

  Pertemuan langsung antara kaisar dan Pangeran Zhennan.

  ---

  Tak lama kemudian…

  Sosok Zhou Ruyuan muncul diiringi beberapa pengawal.

  Wajahnya dingin, namun penuh ketidaksenangan.

  ---

  "Yang Mulia memanggilku hanya karena urusan wanita?"

  Suaranya tenang, tapi jelas mengandung penghinaan.

  ---

  Kaisar tidak langsung menjawab.

  Ia hanya menatap tajam.

  "Ulangi perkataanmu."

  ---

  Suasana langsung membeku.

  ---

  Shen Lanxi menunduk sedikit, menyembunyikan ekspresinya.

  Namun matanya tetap dingin.

  ---

  Zhou Ruyuan melangkah maju.

  "Yang Mulia, aku baru kembali dari medan perang."

  "Apakah benar aku harus dipermalukan hanya karena seorang wanita?"

  ---

  "Dia hanya istri yang tidak memahami posisinya."

  ---

  Kalimat itu membuat udara semakin dingin.

  ---

  Beberapa pejabat langsung menahan napas.

  Ini sudah melewati batas.

  ---

  Kaisar akhirnya berdiri.

  Langkahnya pelan, tapi setiap langkah membawa tekanan besar.

  ---

  "Zhou Ruyuan."

  "Kau tahu di mana kau berada?"

  ---

  Pangeran Zhennan tidak mundur.

  "Di istana."

  "Tapi bukan berarti aku harus tunduk pada semua tuduhan tidak masuk akal."

  ---

  Shen Lanxi akhirnya mengangkat wajahnya.

  Matanya langsung bertemu dengan Zhou Ruyuan.

  ---

  Saat itu juga, suasana berubah.

  ---

  "Tidak masuk akal?"

  Suara Shen Lanxi pelan, tapi jelas.

  ---

  "Apa benar semalam kau tidak berada di kamar selir?"

  ---

  Zhou Ruyuan menyipitkan mata.

  "Apa itu urusanmu?"

  ---

  "Sejak kapan istri harus mengatur suami?"

  ---

  Satu kalimat itu seperti pisau.

  ---

  Shen Lanxi tidak tersentak.

  Sebaliknya…

  Ia tersenyum kecil.

  ---

  "Ternyata benar."

  "Pangeran Zhennan tidak pernah menganggap pernikahan ini ada."

  ---

  Kaisar menatap keduanya dengan tajam.

  "Cukup."

  ---

  Suara itu menggema di aula.

  ---

  "Zhou Ruyuan."

  "Apakah kau mengakui atau menolak tuduhan ini?"

  ---

  Pangeran Zhennan terdiam sesaat.

  Lalu menjawab datar.

  "Tidak ada yang perlu diakui."

  ---

  "Kalau dia tidak puas, maka biarkan dia pergi."

  ---

  Hening.

  ---

  Shen Lanxi menutup matanya sebentar.

  Bukan karena sakit hati.

  Tapi karena… rencana sudah tepat sasaran.

  ---

  Ia membuka mata kembali.

  "Yang Mulia."

  "Aku tetap meminta perceraian."

  ---

  Kaisar menatapnya lama.

  Lalu ke Zhou Ruyuan.

  ---

  Akhirnya ia berkata pelan.

  "Kalau begitu…"

  "Kita akhiri ini hari ini juga."

  ---

  Zhou Ruyuan menyipitkan mata.

  "Perceraian?"

  "Baik."

  ---

  "Tapi jangan salahkan aku jika keluarga Shen jatuh lebih dalam."

  ---

  Shen Lanxi menunduk.

  Suaranya pelan tapi jelas.

  ---

  "Kalau keluarga Shen jatuh…"

  "Pastikan kau yang ikut jatuh bersamanya."

  ---

  Untuk pertama kalinya…

  Zhou Ruyuan menatapnya lebih lama.

  ---

  Dan merasakan sesuatu yang tidak biasa.

  ---

  Malam yang dulu ia anggap sepele…

  Ternyata sudah berubah menjadi awal dari bencana yang lebih besar.

More Chapters