Malam di ibu kota tidak pernah benar-benar tenang.
Apalagi setelah perceraian Pangeran Zhennan dan Shen Lanxi tersebar.
---
Di dalam kediaman keluarga Shen, suasana terasa aneh.
Seperti ada sesuatu yang sedang mengintai dari kegelapan.
---
"Cepat! Kunci semua pintu!"
Suara pelayan terdengar panik dari dalam halaman.
Namun semuanya sudah terlambat.
---
SWOOSH!
Bayangan hitam melompat melewati tembok.
Satu, dua, lalu puluhan.
---
Orang-orang bersenjata.
Tanpa identitas.
Tanpa tanda resmi.
---
Mereka masuk seperti badai.
Cepat. Terorganisir. Tanpa suara berlebihan.
---
Dalam hitungan detik, penjaga keluarga Shen tumbang.
Tidak sempat memberi peringatan.
---
Di ruang dalam, seorang pelayan berlari.
"Tuan! Kita diserang!"
---
Namun sebelum ia sempat keluar pintu…
Pisau dingin sudah lebih dulu menembus udara.
---
Sunyi.
---
---
Di dalam ruang lain, Kepala Keluarga Shen bangkit dari kursi.
Wajahnya langsung pucat.
"Apa yang terjadi?"
---
Belum sempat ada jawaban…
Pintu dihantam terbuka.
---
Beberapa pria berbaju hitam masuk.
Tatapan mereka dingin.
---
"Dengan perintah istana."
"Seluruh keluarga Shen… ditangkap."
---
"Pengkhianatan pasokan militer."
"Tidak perlu perlawanan."
---
Kepala keluarga Shen membeku.
"Ini fitnah!"
---
Namun tidak ada yang mendengarkan.
---
---
Di kejauhan, di atas atap rumah.
Shen Lanxi berdiri diam.
Menyaksikan semuanya.
---
Angin malam meniup rambutnya.
Namun ekspresinya tidak berubah.
---
"Nu Bai."
Suara dingin terdengar.
---
"Sudah dimulai, Tuan."
---
Shen Lanxi menyipitkan mata.
"Lebih cepat dari yang aku perkirakan."
---
Ia tidak bergerak.
Tidak turun.
Tidak panik.
---
Karena ini bukan kejutan baginya.
Ini bagian dari rencana yang sudah ia lihat sejak awal.
---
---
Di dalam ruang pikirannya, Nu Bai berbicara lagi.
"Pasukan ini bukan milik istana resmi sepenuhnya."
"Ada pihak ketiga."
---
Shen Lanxi mengangguk pelan.
"Sudah kuduga."
---
Matanya semakin dingin.
"Kalau begitu…"
"Mereka ingin memastikan keluarga Shen tidak punya jalan keluar."
---
---
Di bawah sana, keluarga Shen mulai digiring keluar.
Beberapa menangis.
Beberapa berteriak tidak percaya.
---
Tapi semuanya sia-sia.
---
Langit malam seperti tidak peduli.
---
---
Shen Lanxi melangkah maju satu langkah di atap.
Angin semakin kencang.
---
"Belum saatnya turun."
bisiknya pelan.
---
"Biarkan mereka mengira ini kemenangan."
---
Matanya menyipit.
---
"Karena ketika aku bergerak…"
"Tidak akan ada satu pun yang bisa mundur."
---
---
Di bawah, pintu utama keluarga Shen akhirnya ditutup segel.
Keluarga besar itu… resmi ditangkap.
---
Dan malam itu.
Ibu kota tidak tahu…
bahwa seseorang sedang mengubah segalanya dari atas atap gelap.
