Cherreads

Chapter 19 - Bab 19 ruang penyimpanan

" tentu, saat upacara itu berlangsung lama nya, jadi kamu hanya perlu dengar perintah ku nanti, paham?.." wan shi menoleh ke belakang punggung nya dengan sudut mata nya yang masih dingin dan tersenyum licik.

Cang guli membungkuk dengan menggenggam hormat, " dimengerti guru.."

Wan shi terkekeh licik, mengahlikan pandangan ke depan sambil berjalan dengan langkah santai, ' ini akan menjadi permainan yang menarik..'

Tubuh wan shi menghilang dengan cepat secara kilat dengan melesat. Namun, cang guli masih berdiri di sana. Ekspresi nya diam dengan tenang melihat guru nya menghilang lebih cepat seperti hantu.

Saat ini, ada seorang gadis muda berwajah seputih batu giok memanggil nya di langit, gaun ungu dengan rambut panjang nya bergerai gerai dengan lembut tanpa angin, suara nya lembut dan bersemangat."Rekan guli.."

Cang guli mendengar itu, berbalik dengan mengangkat kepala nya ke arah suara itu di langit. Awan kabut putih memunculkan sosok gadis itu dengan elegan dan tubuh nya yang berlekuk. Gadis itu menginjak kaki nya di atas pedang.

Gadis itu memiliki aura ketenangan dan keanggunan. Gadis itu bernama Qi you'ming, Salah satu kaki nya turun mendarat ke tanah saat pedang di atas kaki nya melesat hilang dalam waktu singkat.

" Kamu tahu dari mana aku di sini? " Cang guli bertanya kepada gadis itu, ekspresi nya tenang.

Wajah Qi you'ming tenang dengan senyum tipis, dia mulai berjalan menghampiri cang guli sambil terkekeh kecil. "Tentu saja, aku tahu. Itu rahasia.."

Cang guli terdiam sejenak dengan ekspresi tenang nya, saat Qi you'ming tiba di hadapan cang guli. Sepasang mata ungu gadis itu berkedip dengan bingung.

" Kenapa?, kamu terlihat sedang berpikir? " Gadis itu terkekeh kecil sambil tangan kanannya meraih tangan cang guli.

Cang guli mengangkat kedua alis nya sambil melirik tangan Qi you'ming memegang tangan nya.

Sebelah tangan Qi you ming mengeluarkan sebotol pil berisi bubuk lalu menaruh nya di tangan Cang guli, " untuk mu, jika terancam.."

Cang guli mengangkat kedua alis nya sambil menarik tangan nya, yang memegang sebotol itu. " Untuk ku..lagi?. Ming er, ini berbeda dari pil biasa. Apa isi nya?.."

Cang guli menatap Qi you'ming dengan ekspresi tenang dan diam namun tatapan nya sedikit bingung.

" Itu bubuk racun ular giok, kemarin lalu aku sudah meracik nya dengan obat mujarab " kata Qi you'ming tersenyum tipis dengan tenang.

" Bubuk racun ular giok? " Cang guli menatap sebotol pil di tangan nya.

" Em " Qi you'ming mengangguk dengan ekspresi yang sama. " Baiklah, hanya itu ku berikan kepada mu. Ku harap rekan guli bisa memanfaatkan nya dengan baik "

Qi you'ming berbalik ke belakang lalu berjalan dengan santai, segera menjauh dari nya. Cang guli terdiam sejenak dengan menatap botol itu di tangan nya sebelum melihat Qi you'ming segera menjauh dari pandangan nya, " tunggu.." suara Cang guli dalam dan tegas.

Qi you'ming berhenti berjalan tanpa menoleh ke arah nya. Cang guli langsung tersenyum tipis dengan tenang. " Terimakasih banyak..untuk semua nya "

Ekspresi Qi you'ming berubah, dia terdiam dengan lembut dan pipi nya sedikit merona merah saat mendengar nya, lalu menoleh ke belakang tanpa berbalik. " Sama sama "

Akhirnya, qi you ming langsung pergi menjauh lalu pedang di bawah kaki nya muncul saat dia mengayunkan tangan nya dengan dua jari nya, gadis itu terbang ke langit sambil menginjak kaki di atas pedang milik nya.

Ekspresi cang guli berubah serius melihat Qi you'ming sudah menghilang dari pandangan nya di langit, sebelum melihat sebotol pil di tangan nya dengan merenung sejenak.

'gadis kecil yang sangat polos..aku mungkin akan membayar mu.. setelah semua ini berakhir' Cang guli menoleh ke arah timur sambil berbalik.

Pada saat yang sama, Di tepi puncak tebing. Ming hao dan Li mei masih sedang bermeditasi dengan rileks dan fokus. Lalu, Chen Xiao masih tetap di posisi sebelumnya namun emosi nya di dalam diri nya segera mereda sambil menurunkan tangan nya dan melipat di balik pinggang nya.

'kali ini, aku perlu waktu yang tepat memberitahu mereka..'

Sudut mata Chen Xiao melirik ke arah belakang tanpa menoleh, ekspresi nya sangat serius dan dingin sebelum melihat kembali pemandangan di depan nya.

Satu jam kemudian, Ming hao dan Li mei membuka mata dengan kompak lalu mereka saling bertukar pandangan dengan wajah senang sebelum mereka sambil berdiri dan membungkuk ke arah Chen Xiao, menggenggam tangan dengan hormat. " Guru "

Ming hao dan Li mei berdiri tegak lagi dengan ekspresi masih sama, "guru, karena mu aku merasa tubuh ku jauh lebih ringan. Terimakasih guru.." kata Ming hao sambil membungkuk lagi dengan menggenggam tangan nya yang hormat. Li mei mengangguk dua kali, " benar, benar. aku juga badan ku terasa jauh lebih kuat.."

Chen Xiao melihat langit biru muda dengan awan putih terbentuk lintang bujur dan matahari yang hangat bersinar di atas kepala nya. " Kalian adalah penerus ku, Aku yakin kalian akan membuat ku puas.."

Mendengar itu, Ming hao dan Li mei saling bertukar pandangan sebelum mereka menatap Chen Xiao sambil mengangguk tegas. " Kami berdua, pasti akan membanggakan guru dan nama sekte zhu tian "

" Baiklah, sekarang aku ingin memberikan sesuatu untuk kalian.." kata Chen Xiao berbalik ke belakang arah mereka lalu berjalan melewati Ming hao dan Li mei. " Ikut aku.."

" Sesuatu? Sesuatu apa? " Ekspresi Ming hao bingung, Li mei menoleh ke arah Ming hao dengan sedikit mencibir, sambil memukul kepala ming hao dengan tangan nya sedikit keras. " Dasar payah, ikuti saja. Jangan banyak bertanya.."

Uh!

Ming hao meringis sambil mengusap kepala nya. " Senior mei, terlalu galak.." gumam nya sambil berjalan berdampingan dengan li mei.

" Apa kata mu? " Li mei bertolak pinggang dengan mengerutkan kening.

" Tidak ada "

Ming hao menggeleng kepala dengan cepat, Ekspresi nya sedikit takut sambil melangkah lebih cepat melewati nya, dengan ke arah chen xiao.

" Hei! " Li mei menunjuk jari ke arah Ming hao saat dia segera menjauh dari nya dan mulai geram. " Hei, katakan pada ku apa kata mu tadi?! " Li mei berdecih dan mulai berlari ke arah Ming hao.

" xiao hao!, kemari kamu "

Kemudian, paviliun ruang penyimpanan. Chen Xiao membuka pintu besar berukuran empat inci. Di dalam ruangan yang sunyi, banyak sekali benda benda perak kuno yang mengkilap, di tempatkan dari rak kayu sekeliling ruangan itu.

Chen Xiao masuk ke dalam bersama ming hao dan Li mei di belakang nya. Ming hao tampak terkejut dan takjub sambil melihat sekelilingnya. ' ini sangat luas '

Li mei menoleh ke arah Ming hao dengan tersenyum jahil sambil berjalan dengan santai di samping nya, Li mei menyilang kedua tangan nya dan berkata bisikan. " Pertama kali ya? "

More Chapters