Chen xiao menggeleng kepala memandangi kedua murid nya yang tiba tiba berbaring di tanah dengan senyuman tipis dan tenang.
"setelah ini, kalian bermeditasi lah untuk meningkatkan kekuatan spiritual qi dan dantian. dengan latihan fisik ini kalian bisa berkembang membangun niat hati kalian dan menerobos ranah.."
Ming hao dan li mei mengangguk kepala dengan kompak, berbicara serius dan tegas. "baiklah guru.."
satu setengah jam terlewatkan, kedua murid itu segera bangun dari tanah dan duduk bersila dengan tegak, lalu menggerakkan kedua tangan mereka dengan secara bersamaan membentuk segel. mata mereka mulai terpenjam dengan rapat dan rileks. tubuh mereka dibungkus dengan kekuatan sihir nya.
Namun, Aliran cahaya keemasan dari bawah puncak tebing ini sekarang mulai mengalir naik ke atas, mengarah ke tubuh mereka.
Chen xiao masih mengamati dengan ekspresi yang sama. tidak lama, dia berjalan beberapa langkah ke arah tepi tebing, lalu berhenti tepat di tepi. Chen xiao memandangi keindahan dunia lebih jauh sambil merenung sejenak dan mengingat sesuatu dari benak nya, yang ingin di katakan nya.
'guru..saya telah mengikuti arahan anda.. sampai sekarang..' dalam benak chen xiao. dia memenjam mata dengan mengerutkan alis nya, seolah olah pikiran nya sedang menahan emosi dan hati nya mengalami fundamental. salah satu kedua tangan chen xiao mengepal lebih erat, setiap urat dari pergelangan tangan chen xiao tampak terlihat.
'...tapi kematian kamu saya pastikan akan di balas!.. '
hati chen xiao sangat terguncang dengan frustasi. dengan cepat membuka mata nya dengan membelalak dan sangat merah, mengeluarkan kilatan guntur dari sudut mata yang lebih dingin. tangan chen xiao meraih ke depan lalu mencengkram dengan mengeluarkan energi hitam, chen xiao memandangi tangan nya.
'...kali ini permainan mereka akan berakhir sebentar lagi dan aku akan berpura pura menjadi pion di tengah mereka..'
Chen xiao mengerutkan alis nya, dia mengepalkan tangan nya dengan meninggalkan jejak riak energi hitam.
Sekte pedang ilahi, bagian barat.
Ada dua menara yang menjulang tinggi melebihi batas gugusan gunung kembar di luar. Lebar nya tidak lebih sekitar tiga ratus empat puluh meter, sekte pedang ilahi berada di dalam dua menara itu dari beberapa jangkauan nya.
Namun, sekte ini memiliki sejumlah dua ratus murid luar dan dalam. Saat ini, semua murid luar berlatih di altar, lebih luas dan megah. Di sini, sebagian murid berlatih fisik dengan di bawah bimbingan tiga senior mereka dari murid dalam. Di satu sisi, sebagian murid lain nya berlatih pedang dengan tegas dan kuat.
Namun, bimbingannya hanya satu saja yang di percaya oleh ketua sekte, tepat nya adalah seorang pemuda berusia tujuh belas tahun bernama Cang guli, Ranah pembentukan inti tahap menengah. Rambut hitam nya mengkilau dengan terikat panjang. Ia memakai lengan baju biru tua sedikit panjang. Sikap nya pendiam dan rileks, dia tampak serius membimbing junior nya.
"Semua lihat gerakan saya!" Kata Cang guli, mulai mengayunkan pedang kayu di tangan nya memberikan pemahaman kepada semua junior nya.
Semua junior yang tetap di barisan, mengikuti gerakan nya dengan tegas dan rileks.
"Keluarkan semua tenaga kalian, secara pasif. Biarkan keringat membasahi sekujur tubuh kalian. Ini adalah proses bentuk kekuatan kalian, paham!"
Cang guli menghunus pedang kayu itu ke samping nya sebagai gerakan terakhir. Cang guli menurunkan pedang itu ke samping nya. lalu, dia melihat semua murid setiap dalam barisan, bergerak secara pasif dengan tenaga. Cang guli mengangguk dengan ekspresi serius.
Beberapa saat kemudian, ketika selesai latihan pedang. Semua junior nya kompak menggenggam tangan mereka dengan hormat di hadapan cang guli, saat cang guli sudah pergi meninggalkan tempat latihan. Semua pengikut bimbingan nya merasa terkagum kagum terhadap sikap nya sebagai senior.
Selain cang guli menjadi murid dalam, dia juga membantu para juniornya berkembang pesat saat cang guli memberikan beberapa sebotol pil yang dia punya.
" Senior Cang guli, selain jenius. Dia sangat berwibawa seperti.." junior bertubuh kurus bergumam dan berpikir.
".. seperti ketua sekte zhu tian itu?.." salah satu di antara murid luar tampak bersemangat sambil menunjuk jari ke arah junior itu.
" Itu benar, senior guli sangat baik bahkan mirip sekali dengan ketua sekte zhu tian itu.." Semua murid luar lain nya tampak bersemangat membicarakan Cang guli.
sebuah pulau besar dengan megah mengapung di langit, memiliki aura spiritual alami yang mengalir dengan cemerlang di udara, itu memenuhi langit dan bumi. Beberapa pohon emas memiliki Kilauan dan kilau, dan sejenis bebatuan berlogam perak sedikit mengkilap, berada di salah satu sudut pohon emas.
Saat ini, angin gemerisik dengan lembut menghembus pohon emas hingga sehelai daun emas jatuh dari udara. Seorang pria berjanggut hitam, berdiri memandangi kabut awan dengan fundamental sambil dia mengangkat tangan nya mengambil sehelai daun emas di hadapan nya.
Saat dia memegang daun itu dengan meraba nya secara lembut, perlahan lahan daun itu menjadi debu kilauan dengan angin lembut terhembus pelan.
Pria itu mengerutkan alis nya dan berangsur angsur mencibir. Pria itu adalah wan shi, ketua sekte pedang ilahi, ranah landasan ketangkasan, tahap akhir. Lima tahun lalu, dia telah terpilih sebagai ketua sekte pedang setelah leluhur nya tiada tanpa sebab.
Pada saat yang sama, cang guli mendarat ke permukaan lalu berjalan ke arah wan shi. Saat cang guli tiba di hadapan wan shi, dia langsung membungkuk sambil menggenggam dengan hormat.
" Guru.."
Ekspresi wan shi berubah saat dia berbalik ke arah Cang guli, wan shi tersenyum dengan tenang sambil berkata. " Bagaimana latihan nya?.." dia memainkan janggut hitam nya dengan tangan nya secara lembut.
Cang guli langsung mengangguk, masih menggenggam tangan dengan hormat. " Sudah, guru.." suara nya lembut dan sedikit tegas.
Wan shi langsung tertawa bangga, mendekati cang guli dengan berdiri di samping nya sambil menepuk bahu Cang guli. " Pemuda yang sangat tekun, aku bangga pada mu, murid. Apa kamu masih ingat untuk bulan depan nanti?.." wan shi menarik tangan nya lalu menarik janggut hitam nya lagi.
Cang guli melirik dengan tatapan rileks, sedikit mengangguk dan berkata sedikit dalam. " Pikiran saya masih muda dan jernih, tentu aku mengingat nya, guru "
Wan shi langsung berjalan melewati cang guli, dengan selangkah demi selangkah. Cang guli langsung berbalik ke arah wan shi. Ekspresi wan shi berubah dingin dengan tersenyum licik. " Aku ingin kamu terlibat dalam ujian konferensi aliansi sekte, yang telah ku rencanakan sebelumnya kepada mu..Waktu nya hanya sebulan terakhir ini " wan shi berhenti melangkah saat dia telah mengatakan nya.
Cang guli langsung menjawab, " aku mengerti guru, jadi kapan kamu akan melakukan nya.." dia diam diam memasang senyum misterius dari wajah nya tanpa wan shi tahu.
