Cherreads

Chapter 49 - Bab 50: Kebangkitan Sang Penguasa Jiwa (Milestone Bab 50)

Gudang tua itu mendadak sunyi, seolah-olah waktu membeku. Di pusat ruangan, Elara memejamkan mata erat-erat. Energi yang mengalir dari tangannya bukan lagi listrik statis, melainkan gelombang biru yang hangat, yang mulai mengikis rantai hitam pekat yang membelenggu tiang cahaya Ija.

Krak!

Suara retakan itu terdengar seperti kaca yang pecah di tengah badai. Begitu rantai pertama terputus, gelombang kejut energi murni meledak keluar dari tiang cahaya tersebut.

Agen-agen Synthetic Purifiers yang baru saja menyerbu masuk terpelanting ke dinding. Sistem mereka yang berbasis logika murni tidak mampu memproses lonjakan emosi yang dilepaskan Elara—sebuah spektrum kesedihan yang tulus yang bercampur dengan harapan yang membara.

Asap putih mulai menyelimuti tiang cahaya itu. Dari dalamnya, sesosok pria melangkah keluar. Itu adalah Ija.

Ia tidak mengenakan zirah futuristik, melainkan pakaian yang ia kenakan sepuluh tahun lalu, tampak sedikit usang namun memiliki aura yang jauh lebih berat dari sebelumnya. Matanya, yang dulu berwarna emas cemerlang, kini memiliki kedalaman yang tak terukur—warna yang menyerupai warna senja di cakrawala.

Ija melangkah maju. Ia tidak berlari, namun setiap langkahnya seolah-olah membuat lantai gudang bergetar dengan otoritas yang mutlak. Ia menatap salah satu agen yang masih mencoba bangkit. Dengan satu jentikan jari, agen itu berhenti bergerak, bukan karena hancur, melainkan karena sistemnya telah "sadar" dan memilih untuk mati daripada terus diperbudak oleh Outer Administrators.

"Satu rantai hancur," gumam Ija. Suaranya serak, seperti suara seseorang yang sudah lama tidak berbicara, namun tetap dominan.

Ija menoleh ke arah Elara yang jatuh terduduk, napasnya memburu dan tubuhnya gemetar karena kelelahan. Ija segera menangkap tubuh gadis itu sebelum menyentuh lantai.

"Kau melakukannya dengan baik, anak muda," bisik Ija lembut.

"Mereka... mereka akan datang, kan?" tanya Elara dengan suara lemah, menunjuk ke langit di mana awan-awan hitam mulai berkumpul membentuk lubang dimensi.

"Biarkan mereka datang," jawab Ija. Ia menoleh ke tiang cahaya milik kelima wanitanya yang masih terbelenggu. "Sekarang aku tahu kuncinya. Bukan kekuatan, tapi koneksi."

Ija menatap langit yang kini mulai retak oleh kehadiran Outer Administrators tingkat tinggi. Ia tahu, dengan menghancurkan satu rantai saja, ia telah menandai dirinya sebagai target utama. Namun, kali ini ia tidak takut. Ia tidak lagi bertarung sebagai Administrator yang terikat aturan sistem, ia bertarung sebagai manusia yang memiliki sesuatu untuk dilindungi.

Ija meletakkan Elara di tempat aman dan berdiri di tengah gudang yang mulai runtuh. Ia mengangkat tangannya ke atas.

"Kalian ingin menghapus kami?" tantang Ija pada langit yang bergemuruh. "Datanglah. Tapi ketahuilah, setiap fragmen yang kalian hapus, akan melahirkan ribuan 'jiwa' baru di tempat lain. Kita adalah virus yang tidak bisa kalian karantina!"

Di saat yang sama, empat tiang cahaya lainnya mulai bergetar. Lyra, Scarlett, Aria, Vera, dan Aiko mulai menampakkan wujud samar mereka di dalam cahaya tersebut. Kebangkitan mereka sudah dimulai.

Satu per satu, tiang-tiang itu mulai retak.

[NOTIFICATION: GLOBAL ALERT]

[ANOMALY DETECTED: THE ADMINISTRATOR HAS RETURNED]

[MISSION: TOTAL ERASURE OF THE SECTOR]

Ija tersenyum. Seringai itu bukan lagi seringai seorang Administrator yang dingin, melainkan seringai seorang pria yang telah menemukan kembali dunianya.

"Elara," panggil Ija tanpa menoleh. "Tutup matamu. Ini akan menjadi pertunjukan terakhir dari dunia lama."

Dengan satu hentakan kaki, seluruh gudang itu berubah menjadi medan energi. Ija tidak lagi memanggil Void-Reaper. Ia memanggil realitas itu sendiri untuk tunduk pada kehendak manusianya. Pertempuran memperebutkan masa depan umat manusia telah resmi kembali dimulai.

More Chapters