Cherreads

Chapter 385 - Bab 384

Setelah Hunk dan lainnya berhasil mengalahkan kelima Tyrant yang mereka hadapi, seorang prajurit operasi khusus bertubuh langsing muncul di depan mereka.

Orang itu mengenakan topeng gas, memegang belati taktis, serta membawa senapan sniper di belakang punggungnya.

"Itu instruktur!" Lone Wolf dan Ghost berseru. Mereka berdua langsung mengenali sosok wanita bertopeng itu. Wanita itu tak lain adalah instruktur Pulau Rockfort yang juga saudara perempuan Hunk, Lady Hunk!

"Dasar penghianat. Hmph, kamu sangat mengecewakanku, Luke."

"Kesetiaan yang telah kamu katakan nampaknya dapat dibeli dengan uang." Lady Hunk mengangkat belati taktisnya.

"Lucia, Umbrella terlalu kejam, dan aku tidak punya pilihan lain selain menghianati mereka."

"Apakah kamu tidak menghawatirkan adik ipar dan keponakanmu? Begitu mereka ditangkap oleh Umbrella, mereka akan mati." Luke (Hunk) mencoba membujuk.

"Sekarang seluruh dunia mulai melawan Umbrella, dan kita hanyalah tentara bayaran. Kita perlu hidup untuk diri kita sendiri."

"Oh, benarkah? Bertahun-tahun yang lalu, kita diadopsi oleh keluarga Ashford. Setelah perbuatan baik mereka, yang mereka butuhkan adalah kepatuhan, bukan penghianatan."

"Sekarang lihat dirimu, kamu memimpin orang luar untuk menyerang keluarga Ashford. Saya tidak dapat memaafkan perilaku ini." Lucy bersenandung.

"Alfred tidak akan mati, saya janji. Hanya saja Umbrella pasti akan binasa, dan kita tidak boleh tinggal di kapal karam ini." Hunk mencoba meyakinkan Lucia bahwa menghianati demi keluarga merupakan tindakan yang baik. Lagi pula, sebagai burung bebas sepertinya, sudah sepastinya untuk mencari pohon lain yang bagus untuk dijaikan rumah.

"Hentikan omong kosongmu. Bahkan jika kamu saudaraku sendiri, aku tidak akan memaafkanmu..." Ucap Lucia.

"Kamu tidak akan bisa lewat sebelum kamu dapat mengalahkanku. Gagal, dan anda akan mati." Lucia siap untuk melawan penghianat itu.

"Terserah anda, saudari. Aku tidak akan mengijinkan kakak ipar dan keponakanmu mati. Jika aku mati, tolong jaga kelargaku dengan baik, terima kasih." Hunk mengeluarkan belatinya sambil melangkah maju.

"Tunggu, pulau ini tidak akan bertahan lama, dan sekarang bukanlah saatnya untuk bertarung." Sienna buru-buru berkata.

"Kita hanya memerlukan bukti keterlibatan Umbrella, dan saya berjanji tidak akan melibatkan keluarga Ashford."

"Jangan bicara omong kosong!" Lucia bersikeras bahwa dirinya tidak akan menerima negosiasi apa pun.

Di sisi lain, bagian utara pulau. Dua agen rahasia secara bertahap mendekati kastil setelah melawan beberapa anjing zombie yang berkeliaran.

Memanfaatkan peperangan orang-orang F.B.C., Kevin dan Leon secara perlahan maju untuk menemukan sosok Alfred.

Di saat yang sama, Chris dan yang lainnya ingin membantu Eddie melawan gerombolan Zombie yang menyerang lab seelumnya. Tapi saat kembali ke area awal, mereka menemukan bahwa Eddie telah pergi.

"Ke mana orang itu pergi? Apakah sudah lari?"

"Entah, mungkin sudah waktunya baginya untuk menghibur dua wanita cantik itu?" Joseph menyindir.

"Apakah kamu mabuk? Ada monster di mana-mana, bagaimana mungkin dia dapat melakukannya." Chris memarahi team-nya.

Dari dalam hatinya, Chris sudah memperlakukan Eddie sebagai saudara ipar, bagaimana mungkin dia akan membiarkan orang lain memfitnah reputasi pria itu?

"Mungkin saja, toh kita tahu karakternya."

"Karena Eddie telah pergi, maka kita harus pergi dan mencari jalan keluar sendiri."

"Setelah kembali, kita dapat menghubunginya lagi dan meminta beberapa salinan bukti Umbrella. Dia adalah saudara iparmu, seharusnya mudah untuk meminta bukti yang dia dapat, kan?" Kata Joseph.

"Sayang sekali Claire jatuh di tangan hewan buas itu." Joseph mulai meratapi nasibnya.

"Bilang saja kamu iri." Steve, pria muda pemberontak itu mengutarakan pikirannya.

"Nak, jangan bicara omong kosong. Hati-hati, aku mungkin akan menghajarmu." Joseph tidak akan menerima dirinya di fitnah!

Ketiganya segera masuk ke dalam kastil. Di dalam aula, mereka menjumpai banyak zombie berkeliaran.

Ketika Steve melihat segerombolan Zombie itu, dia hanya berdiri diam sambil memperlihatkan ekspresi sedih.

"Ada apa denganmu, nak?" Joseph yang melihat tingkah laku Steve menjadi heran. Apakah orang ini sedih karena orang-orang itu menjadi zombie?

"Itu ayahku..." Steve berkata sedih.

"Maafkan aku, nak. Saya juga memiliki rekan yang meninggal di Raccoon City, mereka juga menjadi zombie." Joseph menepuk bahu Steve, mencoba menghibur.

"Sial, ayahku tidak pantas mendapatkan simpatiku... dia adalah bajingan!" Steve mencoba menahan kesedihannya. Karena ayahnya yang ketahuan mencuri rahasia perusahaan, ibunya menjadi target Umbrella dan hampir mati!

Chris yang mendengarnya juga menjadi sedikit diam. "Hal ini memang menyedihkan. Tapi bukankah Eddie berkata bahwa ibumu masih hidup? Kamu harus berusaha bertahan hidup agar kamu dapat bertemu kembali dengan keluargamu."

Steve mengangguk. Meraih pistol yang dia simpan, Steve menembak kepala ayahnya yang telah menjadi zombie dengan gigi terkatup. Setelah itu dia membunuh semua zombie yang berkeliaran.

Ketika Chris dan lainnya datang ke puncak kastil, tiba-tiba muncul wanita yang menodongkan pistol ke arah mereka. "Apa yang ingin kamu lakukan, tamu yang tak diundang?"

"Nona, kami hanya ingin mencari jalan keluar. Apakah anda juga terjebak di sini juga?" Kata Chris.

"Nona? Oh, aku laki-laki... Tunggu, pakaian wanita?!" Alfred menoleh ke arah cermin, dari dalam cermin, sosoknya yang mengenakan gaun wanita terungkap.

Ketika dirinya tahu bahwa dia keluar dengan pakaian wanita, segera dia berteriak. "Tidak!"

Dia tidak percaya semua ini nyata, ternyata dia telah berlarian dengan pakaian wanita! Apakah fetish-nya terungkap? Hal ini membuatnya merasa sangat malu.

"Kalian semua harus mati!" Alfred meraung marah.

Sebelum Chris bisa mengatakan apa-apa, dia melihat Alfred melarikan diri. "Hei, Nona... tidak, Pak!"

"Orang itu benar-benar aneh. Apakah saya sudah ketinggalan jaman? Anak-anak muda jaman sekarang bahkan tidak segan mengenakan pakaian wanita..." Joseph menyindir.

Di sisi lain, Kevin dan Leon yang sedang menjelajahi kastil juga bertemu dengan Chris dan lainnya di arah tikungan.

Ketika mereka saling berjumpa, mereka langsung saling menodongkan senjata mereka.

"Letakkan senjatamu!" Leon berteriak.

"Kamulah yang harus meletakkan senjatamu, kamu kalah jumlah!" Steve mengangat dua pistol yang dia pegang.

"Jangan gegabah, kawan. Kami di sini karena ditangkap, apakah kalian juga?" Joseph mencoba menenangkan mereka.

Leon dan Kevin yang melihat sosok akrab Joseph dan Chris segera menurunkan pistolnya.

"Apa? Ternyata itu kamu, Joseph, Chris. Bagaimana kamu bisa tertangkap?"

Access 285 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.

More Chapters