Dari dalam kastil, Alfred menyaksikan eksperimen-eksperimennya dipukul mundur satu per satu. Dirinya merasa sangat kesal, berani-beraninya mereka mencoba menerobos masuk!
Dia sangat yakin bahwa mereka mencoba menangkapnya, dia tidak boleh membiarkan hal ini terjadi!
"Sial, sialan! Lepaskan semua monster-monster itu, jangan biarkan mereka mendekat!"
Setelah berteriak dua kali, tidak ada jawaban sama sekali dari pelayannya. Hal ini membuat Alfred merasa sedikit tidak enak. Alfred memutuskan untuk meninggalkan ruangan, dia bahkan lupa mengganti pakaian wanita yang saat ini dia kenakan!
Datang ke kamar kepala pelayannya, Alfred mendengar kepala pelayan itu berbicara dengan orang lain menggunakan telepon.
"Ya, Kapten, Anda harus menggunakan jalan lain. Benar, di luar laboratorium ada lorong, anda dapat menggunakan jalan itu untuk mencapai kastil."
Mengetahui penghianatan pengawalnya, Alfred merasa sangat marah. Merasa dirinya telah dikhianati, Alfred menendang pintu sampai terbuka. Kepala pelayan yang panik itu segera mengeluarkan pistolnya, tapi tubuhnya telah dijatuhkan oleh Alfred.
Mendengar nada buta datang dari telepon, Jettingham tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
"Ayo, cepat!"
Kepala pelayan yang kakinya ditembak jatuh ke lantai, setelah itu tangannya tertembak. "Aghh! Cepat, cepat bunuh aku!"
"Mengapa kamu menghianatiku?!" Alfred berkata dengan marah.
"Kamu adalah orang yang sangat menjijikkan! Apakah menurutmu aku tidak tahu apa yang telah kamu perbuat?"
"Kamu dan saudarimu, dua saudara mesum membunuh kepala keluarga sebelumnya, Alexander!"
"Kamu adalah orang gila, kamu menghasut nona Alexia untuk menjadi orang jahat. Apakah kamu pikir aku tidak tahu tentang hal ini?" Kepala pelayan berkata dengan marah.
"Huh? Kamu mengkin tidak tahu, tapi dia menggunakan fragmen genetik untuk menciptakan kita!"
"Dia harus mati untuk menebus dosa-dosanya, hahaha!" Alfred tertawa.
"Kamu tahu kalau Alexander bekerja dengan Spencer, kan? Mereka menggunakan semua orang sebagai pion mereka. Meski begitu, hidup anda jauh lebih baik dari orang-orang itu, tapi tindakanmu benar-benar tercela!" Kepala pelayan mendengus.
"Pak tua, jangan mencoba memancingku. Hidupmu ada di tangan saudariku, Alexia tersayang. Aku akan membiarkan dia memutuskan apakah kamu akan hidup atau tidak, tunggu saja, hahaha!" Alfred mengikat kepala pelayannya lalu melemparkannya ke dalam pesawat.
Ketika Echo Six sampai di lorong laboratorium, seperti yang diberitahukan oleh koneksi mereka tadi, di sana banyak sekali monster berlengan satu yang telah menunggu.
Hunk dan lainnya mahir dalam menghadapi monster-monster itu. Mengandalkan kelemahan lawan, mereka berhasil mengalahkan semua monster itu tanpa satu korban sama sekali.
Tapi, tiba-tiba muncul Tyrant lain, Tyrant jenis yang sama, hanya saja memiliki kedua lengan yang utuh!"
"Tyrant itu tidak dapat dibunuh bahkan jika kepalanya hancur, kita harus menembak ke arah jantungnya dengan api, itu adalah titik lemah mereka." Hunk memperingatkan teamnya.
***
Di dalam lab, Eddie telah mendepat apa yang dia inginkan. Setelah menyalin data itu, January akhirnya berhasil mengendalikan komputer pulau.
"Eddie, aku menemukan bahkan Alfred telah membangun tempat peluncuran roket di sebuah pulau di Samudra Pasifik dekat Antartika. Kita mungkin dapat menggunakannya untuk meluncurkan satelit kita, pulau itu tidak memiliki koordinat, sangat cocok sebagai tempat persembunyian kita." January berkata dengan penuh semangat.
"Senang kamu mendapat kabar baik ini. Apakah kamu siap memberiku hadiah?" Kata Eddie dengan senyum buruk.
"Selesaikan bisnismu dulu, aku tidak ingin menjadi seorang ibu dengan cepat." January mendengus.
Setelah mendapatkan data yang dia inginkan, hal berikutnya tak lain pergi ke kastil pusat pulau.
Tiba-tiba sosok merah datang melalui jendela. Lisa secara biasa meninju lawan, tapi kali ini "lawan" itu berhasil menghindari tinjunya lalu mendarat dengan anggun.
Setelah itu, kedua wanita itu bertukar tiga puluh pukulan dalam waktu dua detik, tapi Eddie buru-buru menghentikan mereka.
"Lisa, dia adalah teman kita. Jangan serang dia, dia tidak akan menyakitimu." Eddie menjelaskan.
Membunyikan jari-jarinya, Ada Wong berkata. "Kekuatanmu tidak terlalu buruk, keterampilan seni bela dirimy juga memenuhi syarat. Sepertinya kamu telah berhasil mendapat kesadaranmu juga." Katanya sambil menatap Lisa.
"Tampan, apakah kamu merindukanku." Ada Wong tersenyum sambil berjalan dengan langkah menggoda.
"Tentu saja, aku sangat merindukanmu, Ada. Apakah kamu telah menyelesaikan urusanmu dengan Shen Ya?" Eddie tertawa.
Ada Wong mengangguk. "Aku telah berurusan dengan orang yang bertanggung jawab atas Shen Ya. Wanita itu juga mengetahui seseorang yang telah membocorkan informasi mereka."
"Pembocor itu telah ditangkap, dikebriri lalu di buat sebagai subjek percobaan."
"Apakah kamu telah mendapat kompensasi mereka?" Mendengar kata 'kebiri' itu, Eddie langsung merasa kusut. Sebagai pria, siapa yang tidak takut dengan kata-kata menyeramkan itu?
"Tentu saja, kalau tidak, aku tidak akan memaafkan mereka."
"Informasi Tyrant yang mereka inginkan telah aku jual dengan harga dua ratus juta. Omong-omong, aku mendapat informasi bahwa Simmons telah mengirim seseorang ke pulau ini."
"Nampaknya mereka siap untuk merebut T-Veronica. Adapun mengapa aku datang ke sini, aku hanya ingin memastikan apakah kamu telah diambil oleh wanita lain atau tidak." Ada Wong menyilangkan lengannya sambil tersenyum.
"Lupakan saja, aku tidak tertarik dengan hal-hal itu. Jadi, apakah kamu mau tinggal untuk membantuku?" Eddie memandang Ada Wong dengan tatapan memohon.
"Yah... karena kamu sangat ingin, maka aku akan dengan enggan tinggal. Omong-omong, gajiku tidak kecil..."
"Tidak masalah, gaji adalah masalah kecil." Eddie mengangguk.
Melihat Eddie yang nampak senang, Ada Wong menggelengkan kepalanya. "Apakah kamu sebahagia itu? Seperti anak kecil saja." Meskipun dirinya berkata begitu, tapi dalam hati Ada Wong merasa sangat senang.
Setidaknya dia masih memiliki seorang pria yang menantikan serta perduli kepadanya.
"Mari pergi ke kastil dan dapatkan helikopter, setelah itu kita akan pergi ke Antartika."
Eddie mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Alfred, jika dipikir-pikir, dia telah mendapat semua yang dia inginkan di pulau ini. Bahkan koordinat yang dicari-cari oleh F.B.C, telah dia dapat dari istri tercintanya, Alex Wesker.
"Kudengar Alexia sangat cantik..." Ada Wong tiba-tiba berkata.
"Tidak secantik dirimu." Secara alami, Eddie tahu bagaimana harus menjawab. Jika dia mengiyakan perkataan Ada Wong, maka Ada Wong akan langsung pergi meninggalkannya.
Access 285 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.
