Pagi datang pelan.
Aria berdiri di dekat jendela.
"Dunia ini… gak adil."
Frank diam di belakangnya.
"Yang baik mati duluan."
Ia menoleh.
"Yang jadi monster… malah bertahan."
Frank menunduk.
"Kalau kamu kehilangan kendali…"
Ia berhenti.
Menatap Frank.
Dalam.
Serius.
"Aku akan bunuh kamu."
Tidak ada emosi.
Hanya kepastian.
Frank mengangguk.
"Itu yang aku mau."
Sunyi.
Aria mendekat sedikit.
Masih ada jarak.
Selalu ada.
"Tapi…"
Ia ragu.
"Selama kamu masih… kamu…"
Ia menarik napas dalam.
"Aku akan percaya."
Kalimat sederhana.
Tapi berat.
Sangat berat.
Frank mengangkat kepala.
Untuk pertama kalinya…
Ia merasa sesuatu.
Bukan lapar.
Bukan insting.
Tapi…
Harapan.
Rapuh.
Dan mungkin…
Akan menghancurkan mereka berdua.
