Cherreads

Chapter 40 - Chapter 40 — Proyek Yang Mengubah Indonesia

JAKARTA — MALAM SAAT RAHASIA BESAR MULAI TERBUKA

Hujan turun perlahan di Jakarta malam itu.

Lampu-lampu ibu kota memantul di jalanan basah ketika konvoi BSP akhirnya memasuki kawasan pengamanan khusus di pusat kota. Pengawalan masih berlangsung super ketat. Dua unit MAUNG Tangguh hijau militer tetap berada di depan dan belakang formasi kendaraan.

TIM SENYAP 08 belum ditarik.

Bahkan status pengamanan nasional justru dinaikkan diam-diam.

Karena sejak kejadian di YON ARMED 9 Purwakarta…

situasi berubah jauh lebih sensitif.

Media nasional mulai menggali BSP secara brutal.

Nama PT. Gita Wahana Mandiri semakin sering muncul di televisi nasional.

Dan untuk pertama kalinya…

publik mulai menyadari.

Perusahaan itu bukan perusahaan biasa.

Karena terlalu banyak proyek strategis negara yang diam-diam terhubung ke sana.

EV Charging.

Energi terbarukan.

Solar panel.

Sistem smart grid.

Sampai kendaraan tactical.

Dan malam itu—

di sebuah ruang meeting tertutup dengan pengamanan level tinggi…

rahasia terbesar berikutnya akhirnya mulai dibuka.

PEMERINTAH INDONESIA PUN TERKEJUT

Ruangan meeting itu awalnya hanya dipersiapkan untuk evaluasi Project GARUDA.

Namun yang terjadi malam itu…

jauh di luar perkiraan semua orang.

Beberapa pejabat penting pemerintah pusat terlihat hadir diam-diam tanpa publik mengetahui.

Perwakilan kementerian energi.

Perwakilan kementerian perindustrian.

Tim percepatan kendaraan listrik nasional.

Bahkan beberapa perwakilan strategis negara yang biasanya tidak pernah muncul dalam rapat sipil biasa.

Awalnya mereka datang dengan ekspresi formal.

Tenang.

Dan penuh kewibawaan birokrasi.

Namun semuanya berubah…

ketika layar presentasi mulai dibuka satu per satu.

Tatapan para pejabat perlahan berubah.

Dari penasaran…

menjadi terdiam.

Lalu berubah lagi menjadi syok.

Karena mereka baru sadar—

selama ini ada seseorang yang diam-diam bergerak jauh melampaui kecepatan negara sendiri.

Salah satu pejabat senior kementerian sampai refleks berdiri dari kursinya.

“Tidak mungkin…”

gumamnya pelan sambil menatap blueprint kendaraan listrik nasional yang memenuhi layar utama.

Di sampingnya…

pejabat lain terlihat memegang kepalanya sendiri.

Karena semua data yang ditampilkan malam itu bukan konsep mentah.

Semuanya matang.

Semuanya siap jalan.

Seolah proyek itu sudah dibangun diam-diam sejak bertahun-tahun lalu.

Dan yang membuat mereka semakin merinding—

adalah fakta bahwa negara sendiri bahkan belum sepenuhnya mengetahui semua ini.

“INDONESIA HARUS PUNYA MOBIL NASIONAL SENDIRI.”

Ruangan menjadi sunyi.

Hanya suara hujan yang terdengar samar dari luar kaca gedung.

Di layar utama…

terlihat desain kendaraan futuristik dengan logo GARUDA di bagian depan.

SUV EV nasional.

Pickup tactical listrik.

Bus listrik.

Sistem baterai modular.

Sampai konsep angkot listrik digital berbasis AI transportation system.

Semuanya terlihat seperti teknologi masa depan.

Doni perlahan berdiri dari kursinya.

Tubuhnya memang masih belum sepenuhnya pulih.

Namun malam itu—

matanya terasa hidup.

Tajam.

Dan penuh keyakinan.

Lalu dengan suara tenang…

ia akhirnya bicara.

“Indonesia tidak boleh selamanya hanya jadi pasar.”

Sunyi.

Semua orang mendengarkan.

“Kita terlalu lama membeli teknologi.”“Terlalu lama menjadi konsumen.”“Dan terlalu lama bangga memakai merek luar.”

Tatapannya perlahan mengarah ke layar blueprint kendaraan nasional.

“Sudah waktunya bangsa ini punya kendaraan nasional sendiri.”

DEG.

Kalimat itu langsung menghantam seluruh ruangan.

Karena semua orang di sana tahu—

mimpi tentang Mobil Nasional Indonesia sudah berkali-kali gagal.

Puluhan tahun.

Selalu kandas.

Selalu dihancurkan kepentingan.

Namun malam itu…

cara Doni berbicara terasa berbeda.

Bukan seperti orang yang sedang berkhayal.

Namun seperti seseorang…

yang sudah menyiapkan semuanya diam-diam sejak lama.

PROYEK GILA YANG MEMBUAT NEGARA TERDIAM

Layar presentasi kembali berganti.

Kini muncul simulasi kawasan industri EV terintegrasi.

Pabrik baterai.

Sistem charging nasional.

Rantai produksi kendaraan.

Sampai roadmap ekspor kendaraan listrik Indonesia ke Asia Tenggara.

Ruangan langsung membeku.

Salah satu pejabat pemerintah bahkan terlihat menarik napas panjang cukup keras.

“Pak Doni…”

suara beliau mulai bergetar.

“Ini… kalau benar berjalan…”

Ia menelan ludah perlahan.

“…Indonesia bisa berubah total.”

Namun Doni hanya diam.

Tatapannya tetap pada layar.

Karena bagi dirinya—

semua ini bukan lagi soal bisnis.

Namun harga diri bangsa.

Prof Arief yang berdiri di sisi ruangan perlahan tersenyum tipis.

Karena untuk pertama kalinya…

para pejabat akhirnya melihat sendiri siapa sebenarnya Doni.

Bukan sekadar pengusaha.

Namun seseorang yang berpikir puluhan tahun ke depan saat orang lain masih sibuk memikirkan jabatan lima tahunan.

CHINA — ALIANSI RAHASIA YANG MEMBUAT PEMERINTAH TERDIAM

Lalu layar kembali berubah.

Logo Enernova muncul besar di tengah ruangan.

Disusul beberapa nama pabrikan EV dan baterai terbesar asal China.

Dan di titik itulah—

seluruh ruangan benar-benar sunyi.

Karena sebagian besar pejabat baru mengetahui fakta mengejutkan itu malam ini.

Bahwa perusahaan-perusahaan besar China ternyata sudah diam-diam masuk ke Indonesia melalui mediasi PT. Gita Wahana Mandiri.

Bukan untuk menjajah pasar.

Namun untuk membangun.

Salah satu pejabat kementerian bahkan terlihat tidak percaya.

“Semua ini…”

Tatapannya perlahan beralih ke Doni.

“…Bapak lakukan sendiri?”

Doni mengangguk kecil.

“Diam-diam.”“Tanpa kegaduhan politik.”“Tanpa meminta negara berutang.”

DEG.

Kalimat itu langsung membuat beberapa pejabat menunduk malu.

Karena mereka sadar—

sementara birokrasi sibuk rapat bertahun-tahun…

lelaki ini justru sudah membawa teknologi masa depan masuk ke Indonesia sendirian.

MAUNG LISTRIK — YANG MEMBUAT SEMUA ORANG MERINDING

Namun kejutan terbesar…

baru muncul di akhir presentasi.

Lampu ruangan perlahan diredupkan.

Dan layar utama memperlihatkan satu kendaraan yang membuat seluruh ruangan membeku.

MAUNG EV TACTICAL.

Versi listrik.

Hijau militer doff.

Body lebih modern.

Lebih brutal.

Dan terlihat seperti kendaraan perang masa depan.

Ruangan langsung sunyi total.

Bahkan beberapa pejabat pemerintah terlihat membeku di tempat.

Prof Arief perlahan melepas kacamatanya.

Tatapannya penuh disbelief.

“Ya Tuhan…”

gumamnya pelan.

Doni berjalan perlahan mendekati layar.

Lalu dengan suara berat…

ia bicara.

“Kalau dunia berubah ke energi baru…”

“…maka pertahanan Indonesia juga harus berubah.”

DEG.

“Maung tidak boleh berhenti hanya sebagai simbol.”

“Maung harus jadi masa depan.”

Dan untuk pertama kalinya malam itu…

beberapa pejabat negara benar-benar merasakan sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Harapan.

Harapan bahwa Indonesia akhirnya mungkin benar-benar bisa berdiri sendiri.

LAST LINE

Malam itu…

di tengah hujan Jakarta—

bukan hanya media yang mulai takut pada BSP.

Namun pemerintah Indonesia sendiri…

akhirnya mulai menyadari…

bahwa lelaki yang selama ini bekerja diam-diam itu…

sedang membangun masa depan republik ini jauh lebih cepat daripada negara bergerak sendiri.

More Chapters