Cherreads

Chapter 2 - Chapter 2 — Tim Senyap 08

Sirene masih menggema di seluruh ruangan.

Lampu merah berputar di langit-langit laboratorium.

Arka berdiri dengan kedua tangan terangkat, dikelilingi oleh puluhan prajurit bersenjata lengkap.

Jantungnya berdetak sangat cepat.

“Aku benar-benar masuk ke tempat yang salah…” pikirnya.

Pria yang berdiri di depannya melangkah maju satu langkah.

Seragam militernya rapi. Lambang pangkat di pundaknya menunjukkan bahwa ia bukan perwira biasa.

Tatapannya tajam, tetapi tenang.

“Turunkan senjatanya,” katanya kepada para prajurit.

Para prajurit langsung menurunkan senjata mereka, meskipun tetap berjaga.

Pria itu menatap Arka dengan serius.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

Arka menelan ludah.

“Saya… hanya mengejar drone saya.”

Pria itu sedikit mengernyit.

“Drone?”

Arka mengangkat drone kecil yang masih ia pegang.

“Saya membuatnya untuk proyek kampus. Tiba-tiba dia terbang sendiri dan masuk ke bangunan ini.”

Ruangan menjadi hening beberapa detik.

Beberapa prajurit saling memandang.

Pria itu kemudian menoleh ke arah panel kontrol di dinding.

Salah satu layar menampilkan rekaman kamera keamanan.

Drone kecil milik Arka terlihat melayang di depan pintu bunker.

Panel keamanan terbuka secara otomatis.

Seorang teknisi berkata pelan.

“Pak… drone itu berhasil membuka sistem akses.”

Pria itu kembali menatap Arka.

Tatapannya kini berubah.

Bukan lagi curiga.

Melainkan penasaran.

“Kamu bilang kamu membuat drone itu sendiri?”

Arka mengangguk.

“Iya.”

Pria itu berjalan perlahan mengelilingi Arka.

Seolah sedang mengamati sesuatu.

“Menarik…”

Ia berhenti di depan Arka.

“Nama kamu siapa tadi?”

“Arka Pratama.”

Pria itu mengangguk kecil.

“Saya Mayjen Okta.”

Arka terkejut.

Nama itu tidak asing baginya.

Meskipun jarang muncul di media, banyak orang di dunia keamanan mengenal sosok tersebut sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia intelijen.

“Pak… saya benar-benar tidak tahu tempat ini apa,” kata Arka gugup.

Mayjen Okta menoleh ke arah armor di tengah ruangan.

“Tempat ini bukan sekadar laboratorium.”

Ia berkata dengan suara rendah.

“Ini adalah fasilitas penelitian rahasia negara.”

Arka menelan ludah.

Mayjen Okta menunjuk armor besar di tengah ruangan.

“Dan itu…”

“Adalah inti dari semuanya.”

Arka mengikuti arah tangannya.

Armor hitam itu berdiri dengan gagah.

Lampu kecil di beberapa bagian tubuhnya mulai menyala perlahan.

Mayjen Okta berkata pelan.

“Itu adalah Garuda Armor.”

“Teknologi tempur paling canggih yang pernah dibuat.”

Arka masih tidak percaya.

“Armor… tempur?”

Mayjen Okta mengangguk.

“Project Garuda.”

Beberapa teknisi mulai mematikan alarm.

Lampu merah perlahan berubah kembali menjadi putih.

Mayjen Okta menatap Arka lagi.

“Kamu tahu sesuatu yang menarik?”

Arka menggeleng.

Mayjen Okta menunjuk layar besar di dinding.

Di layar itu terlihat data sistem Garuda Armor.

Salah satu indikator berkedip.

SYSTEM RESPONSE: DETECTED

“Selama lima tahun,” kata Mayjen Okta.

“Tidak ada seorang pun yang berhasil mengaktifkan sistem ini.”

Arka mulai merasa tidak nyaman.

Mayjen Okta melanjutkan.

“Tapi saat kamu masuk ke ruangan ini…”

Ia menunjuk armor tersebut.

“Sistem Garuda tiba-tiba merespon.”

Ruangan kembali hening.

Arka memandang armor itu.

“Bapak bercanda, kan?”

Mayjen Okta tidak tersenyum.

“Tentu tidak.”

Ia menoleh kepada salah satu prajurit.

“Siapkan kendaraan.”

Prajurit itu mengangguk.

“Siap, Jenderal.”

Arka bingung.

“Mau dibawa ke mana saya?”

Mayjen Okta berjalan menuju pintu keluar.

“Kamu akan bertemu dengan orang-orang yang ingin mengenalmu lebih jauh.”

Arka mengikuti langkahnya dengan gugup.

“Mereka siapa?”

Mayjen Okta berhenti sebentar.

Ia menoleh ke arah Arka.

Lalu berkata dengan suara tenang.

“Organisasi yang melindungi negeri ini dari bayang-bayang.”

Arka menunggu jawabannya.

Mayjen Okta akhirnya berkata.

“Tim Senyap 08.”

Nama itu terasa berat di udara.

Arka belum menyadari bahwa sejak malam itu…

Ia telah memasuki dunia yang tidak pernah diketahui oleh masyarakat.

Dunia rahasia.

Dunia operasi bayangan.

Dunia tempat para pelindung negeri bekerja tanpa dikenal.

Dunia yang bergerak dengan satu prinsip.

Bergerak dalam diam.

More Chapters