Cherreads

Chapter 4 - Bab 2, Luo Tian

Di kota Lentera malam, tepatnya di klan Luo.

Ada legenda yang mengatakan bahwa di dunia ini mengalir sungai waktu, yang mendukung perjalanan segala sesuatu di dalamnya. Sumber kelahiran segala makhluk sekaligus kuburan bagi setiap makhluk.

Ada rumor yang mengatakan jika menggunakan teknik atau mencapai tingkat kultivasi tertentu seseorang bisa berjalan di sungai waktu, berjalan melawan arus waktu dan mencapai masa lalu, atau membiarkan dirinya hanyut dan mencapai masa depan.

Dunia terpecah menjadi dua hanya karena rumor ini, ada yang hanya setengah mempercayainya dan ada juga yang tidak mempercayai

Namun ada satu rumor yang sebagian orang percaya kalau ini nyata.

Segala makhluk tidak hanya hidup sekali, melainkan tujuh kali, terikat dalam putaran takdir dan sungai waktu yang tidak pernah berhenti.

Malam ini hujan tanpa henti membasahi setiap sudut klan Luo.

Lampu-lampu minyak dinyalakan di setiap sudut, menggantung di bawah atap aula, di sepanjang koridor kayu, bahkan di jalan kecil yang jarang dilewati. Cahaya kuning redup itu bergetar diterpa angin, namun tidak padam.

Tang Xu perlahan membuka matanya, Gelap, sunyi namun hangat, yang ia lihat bukankah matahari pagi ataupun mayat-mayat dan puing-puing bangunan yang sudah runtuh

Melainkan sebuah ruangan yang hanya terbuat dari kayu. Dinding yang sudah retak, atap yang sudah hampir roboh, meja yang terbuat dari kayu yang diatasnya dipenuhi dengan botol-botol minuman, dan bahkan di musim yang dingin ini tidak ada satupun penghangat.

"Tempat apa ini?, bukankah aku seharusnya sudah mati?"

Tang Xu memegangi pelipis kepalanya, napasnya tersengal. Rasa nyeri menjalar seperti jarum-jarum halus yang menusuk dari dalam.

Ingatan tentang tubuh ini… mulai mengalir masuk.

Awalnya hanya samar.

Namun dalam sekejap.

Potongan-potongan ingatan menyerbu kepalanya seperti banjir yang tak terbendung.

"Jadi tubuh ini bernama Luo Tian, putra ketiga dari kepala keluarga Luo"

Tatapannya bergetar. Berbagai kenangan yang bukan miliknya berputar di benaknya.

Masa kecil yang dimanjakan dan dianggap oleh banyak orang di klannya sebagai jenius karena menguasai ilmu perang dan hukum, namun semua sirna ketika ia hanya membangkitkan akar spiritual tingkat semu.

Tidak ada lagi yang menemaninya seperti dulu. Semua orang di klan ini telah menjauhi Luo Tian.

Dulu, ia masih memiliki beberapa pelayan dan kerabat yang bersedia berbicara dengannya, meski hanya sekadar basa-basi. Namun kini, bahkan bayangannya sendiri terasa lebih setia dibanding manusia di sekitarnya.

Setelah itu, hidupnya hanya diisikan oleh minum-minuman. Ia sudah menyerah atas semuanya, menyerah untuk mendapatkan perlakuan keluarganya dan mendapatkan lagi kehormatannya.

Walau di lubuk hati Luo Tian ia masih mendambakan itu semua.

"Luo Tian" ia mengulangi kata ini beberapa kali. Dalam suaranya terdapat kenangan atas kehidupannya yang dulu "kau ternyata memiliki nasib yang sama sepertiku dahulu"

Ia perlahan bangun dari tempat tidurnya yang terbuat hanya dari tumpukan kayu dan jerami. Berjalan ke arah sebuah jendela, itu bukanlah jendela yang terbuat dari kaca melainkan hanya lubang besar di dinding.

Angin sepoi-sepoi menerpa tubuhnya. Tangannya menyentuh bawah jendela yang terbuat dari kayu yang dingin karena sudah dibasahi oleh hujan. Tang Xu perlahan menutup matanya, mencoba memahami apa yang sebenernya terjadi padanya.

"Sebenarnya kenapa aku bisa memasuki dan bereinkarnasi ke tubuh ini?, apa ini karena sungai waktu yang membimbing jiwaku kesini? Namun setauku jika seseorang bereinkarnasi maka semua ingatan dirinya yang dulu hilang, dan setauku sungai waktu membimbing seseorang untuk memulai dari awal lagi, yaitu dari bayi" pikir Tang Xu dalam hati

"Namun bukan hanya memiliki ingatan kehidupan sebelumnya, aku bahkan bereinkarnasi ke tubuh anak berusia 12 tahun" pikir Tang Xu dalam hati

Ia tersenyum tipis "biarlah, mau ini reinkarnasi atau apalah itu, karena aku telah hidup kembali, itu berarti aku bisa mencapai tujuan yang tidak kucapai di kehidupanku sebelumnya, yaitu mencapai ilahi"

Ia perlahan memejamkan matanya, mengingat kembali ribuan tahun kehidupannya yang dulu, setelah beberapa detik, ia kemudian membuka matanya "kehidupan selama ribuan tahun, sungguh seperti ilusi yang sangat panjang"

"Dikehidupan sebelumnya, aku telah mencapai tahap puncak persatuan , namun akhirnya terbunuh oleh tiga orang yang sudah mencapai ranah persatuan tahap puncak dan satu tahap awal"

"Aku tak tau apa ledakan itu bisa membunuh mereka semua atau tidak"

Sepasang matanya melihat ke arah luar jendela, melihat sebuah klan Luo yang tampak megah, jalan jalan dipenuhi oleh lentera yang menyala terang, cahaya keemasan berkelip seperti bintang-bintang yang menyala terang.Bangunan-bangunan menjulang tinggi, seperti sebuah istana yang lepas dari dunia fana.

"Yang telah berlalu biarlah menjadi masa lalu, sekarang yang harus kulakukan adalah meningkatkan kultivasiku"

"Karena sekarang aku memakai tubuh Luo Tian, maka mulai sekarang namaku adalah Luo Tian"

Luo Tian kemudian berbalik dan berjalan ke arah kasur yang tampak lusuh itu, dan duduk bersila di atasnya "menurut ingatan tubuh ini, hari ini seharusnya hari ke 17 bulan ketiga tahun 3004 kalender Taizong, sudah berlalu lima puluh tahun semenjak kematian ku"

Luo Tian memejamkan matanya, indera spritualnya menyebar ke seluruh tubuhnya, "tubuh ini sungguh sampah, bukan hanya memilih akar spritual yang hanya tingkat semu, bahkan meridiannya tersumbat"

"Pantas saja tubuh ini hanya memiliki kultivasi tingkat satu pemadatan Qi"

"Ada 7 tingkat kultivasi di dunia ini, yaitu Pemadatan Qi, pembangunan fondasi, istana ilahi, inti emas, jiwa yang baru lahir, roh sejati, persatuan, dan tingkat terakhir yaitu transformasi ilahi"

"Tingkat yang pertama adalah pemadatan Qi, di tingkat ini, kultivator akan menyerap Qi langit dan bumi, memurnikannya di dalam tubuh dan menggunakannya untuk membentuk laut spritual di dalam dantian mereka.

"Laut spritual adalah fondasi bagi para kultivator, semakin murni dan luas laut spritual mereka, maka semakin besar pula potensi mereka di masa depan"

"Namun meskipun di jalan yang sama, ada dua jenis kultivator di alam ini, tergantung teknik yang mereka pilih"

"Yang pertama ada kultivator tubuh, mereka menggunakan Qi untuk memperkuat daging, tulang dan organ dalam mereka, menjadikan tubuh mereka sekeras baja dan sekuat gunung"

"Dan yang kedua adalah kultivator Qi, mereka memfokuskan Qi untuk memperkuat indera spritual mereka. Persepsi mereka tajam, mampu merasakan aliran energi di sekitar, serta menggunakan teknik dan serangan jarak jauh yang lebih halus namun mematikan"

"Namun bagi kebanyakan kultivator, mereka lebih memilih menjadi kultivator Qi daripada kultivator tubuh, karena jauh lebih mudah menjadi kultivator Qi ketimbang kultivator tubuh yang harus terus menempa tubuh mereka"

"Dikehidupan yang lalu aku juga menjadi kultivator Qi, namun aku salah, kultivator tubuh jauh lebih menguntungkan, apalagi bagi akar spritual tingkat semu sepertiku, berbeda dengan kultivator Qi yang harus terus menerus menyerap akar spritual, kultivator tubuh jauh berbeda, ia hanya perlu menempa tubuhnya dan lautan spritualnya maka akan meningkat dengan sendirinya"

"Apalagi aku hanya memiliki akar spritual tingkat semu, akan jauh lebih sulit dan lama bagiku untuk berkembang jika aku menjadi kultivator Qi"

Akar spritual berfungsi untuk menyerap Qi langit dan bumi, jadi semakin baik akar spritual maka semakin cepat pula menyarap Qi langit dan bumi.

Perlahan Luo Tian membuka matanya, ia memandang jendela, terlihat hujan sudah berhenti. Ia perlahan bangun dari tempat tidurnya, mengambil dua pisau dapur yang ada di atas meja yang terbuat dari kayu, meletakkan kedua pisau itu di saku celananya dan melangkah ke arah pintu yang terbuat dari kayu.

"Tidak perlu membuang-buang waktu, aku harus mulai berkultivasi dari sekarang juga" ia perlahan membuka pintu dan melangkah keluar.

"Menurut ingatan tubuh ini, seharusnya ada hutan di belakang kediaman klan Luo, aku harus pergi kesana, mungkin saja ada sesuatu disana yang bisa meningkatkan kekuatanku" pikir Tang Xu dalam hati

Luo Tian melangkah pelan, jalan jalan kediaman Luo dipenuhi oleh lentera, terlihat bangunan yang sangat megah, seolah terlepas dari dunia fana.

"Menurut ingatan tubuh ini, itu seharusnya adalah tempat tinggal garis keturunan langsung, namun tubuh ini seharusnya juga merupakan garis keturunan langsung, sampai tinggal di gubuk tua seperti ini, benar benar...."

"Sungguh ironis"

Luo Tian menatap bangunan yang megah itu, tatapannya dingin saat menatap kemegahan di kejauhan.

"Mungkin ada sesuatu yang menarik, soalnya tidak mungkin garis keturunan utama sampai tersingkirkan seperti ini"

Ia perlahan mengalihkan pandangannya, ke arah gerbang yang tampak megah, di samping gerbang itu terdapat dua orang penjaga yang tinggi dan kekar, memegang tombak di tangannya.

Ia berjalan perlahan ke arah gerbang itu, tepat di depan pintu gerbang, penjaga itu menyilangi tombaknya, menghalangi Luo Tian keluar "Berhenti"

Luo Tian menatap kedua penjaga itu dengan tatapan yang dingin "kenapa? Aku hanya ingin mencari udara segar, harusnya tidak masalah kan?"

Salah satu penjaga tersenyum lebar, senyum yang seolah merendahkan Luo Tian, ia perlahan mengelilingi Luo Tian dengan tombak yang ia hantam ke tanah beberapa kali "memang, tidak ada aturan yang melarang siapapun izin keluar di malam hari, namun entah kenapa aku tidak ingin kau keluar"

Luo Tian menatap penjaga itu, tatapannya dingin.

Penjaga itu melihat tatapan mata Luo Tian "kenapa menatapku begitu? Ada masalah hah?"

Luo Tian menghembuskan nafasnya, ia menakupkan kedua tangannya "boleh aku tanya kenapa aku tidak diperbolehkan keluar"

Biasanya Luo Tian akan menyerang secara membabi buta ketika diperlakukan secara tidak hormat, namun sekarang ia tidak bisa, karena sekarang kekuatan dua penjaga ini jauh diatasnya.

Mereka berdua berada di ranah pemadatan Qi tingkat 8

Apalagi dirinya yang sekarang baru berada di ranah Qi condensation tingkat pertama, bukan hanya itu, tubuhnya yang sekarang sangat buruk dan kurus, bahkan beberapa tulang-tulang menonjol di tubuhnya.

Jadi daripada melawan mereka, satu-satunya cara yang dipikirkan Luo Tian sekarang adalah menggunakan akalnya.

Penjaga itu tersenyum mengejek, "bukan aku sudah bilang tadi, aku cuman tidak ingin kau keluar, itu saja"

Dengan tenang Luo Tian berbicara "menurut peraturan nomor 30, seluruh anggota klan bebas beraktivitas kapan saja selagi klan dalam kondisi aman"

"Aku ingin bertanya kepada kalian, apa klan Luo sekarang dalam kondisi tidak aman sampai-sampai kalian melarangku keluar?"

"K-kau"penjaga itu tampak gelisah, ia terkejut terhadap perubahan sikap Luo Tian. Luo Tian yang dulu bahkan tidak berani menatap matanya, namun sekarang bocah didepannya ini berani berdebat dengannya.

Tatapan Luo Tian nampak tenang "aku bertanya sekali lagi, apa klan memang dalam keadaan berbahaya sampai-sampai kalian melarang anggota klan keluar"

Penjaga itu terdiam, tak mampu berkata-kata. Sesaat kemudian, amarah mulai terpancar dari wajahnya "Jangan banyak omong dasar bocah nakal"

Ia mengangkat tombak yang ada di tangan kirinya dan menyerang ke arah kepala Luo Tian.

Luo Tian melompat ke arah belakang. Berkat pengalaman bertarungnya selama ribuan tahun, ia berhasil menghindari serangan tombak itu.

Penjaga itu tampak terkejut ketika serangan dia berhasil dihindari Luo Tian.

Walau penjaga itu tidak memakai Qi sama sekali, hanya memakai kekuatan murni dari tubuhnya, tetap saja ia terkejut, karena setau dia Luo Tian tidak pernah berlatih lagi setelah kebangkitan akar spritualnya.Yang ia lakukan hanya minum dan mabok.

"Bagaimana mungkin dia bisa menghindar" ia mengalihkan tatapannya ke penjaga satunya, "kenapa kau berdiri saja, cepat serang dia"

Penjaga satunya terlihat ragu-ragu, namun beberapa detik kemudian ia langsung menggenggam tombaknya dengan erat dan mengalirkan Qi spritual ke dalam tompaknya.

Seketika tombak itu berwarna biru muda, ia langsung melempar tombak itu ke arah Luo Tian dengan seluruh kekuatannya.

Tombak itu melesat layaknya sebuah angin puting beliung, mengehempas debu-debu disekitar tombak itu. Namun ekspresi Luo Tian tetap datar, berkat pengalaman bertarungnya, matanya yang tajam telah mengunci lintasan tombak yang mengarah padanya.

Dengan perhitungan yang presisi, ia memutar tubuhnya ke udara dan melompat ke kiri, gerakannya tanpa celah, efisiensi dan tanpa kepanikan sedikitpun, ini karena ia sudah mengalami banyak sekali pertarungan sepanjang hidupnya.

Namun, kecepatan tombak itu melampaui batas wajar manusia.

Walau Luo Tian kaya akan pengalaman bertarung, namun perbedaan tingkat dalam kultivasi tidak bisa ditutup hanya dengan pengalaman bertarung saja.

Ujung logam yang runcing menyambar lengan kanannya, menyisakan luka sayatan yang dalam. Darah hangat membasahi kulitnya, namun Luo Tian bahkan tidak berkedip.

Alih-alih mundur dan mencoba memulihkan diri, ia menghentakkan kakinya dan berlari secepat mungkin untuk mengambil tombak yang tadi menyerangnya.

Tombak itu tertancap di salah satu pohon besar dengan lentera di samping pohon itu.

Luo Tian menggengam tombak itu dan menariknya sekuat tenaga, namun tombak itu ternyata menancap lebih dalam dan jauh lebih sulit untuk menariknya.

Itu karena tubuh Luo Tian yang sekarang terlalu lemah.

Penjaga yang satu lagi, ia segera berlari dengan memegang tombaknya di tangan kirinya, ia mengalirkan Qi spritual ke tombaknya dan melompat ke arah Luo Tian

"Mati"

Luo Tian tidak sempat menghindar, apalagi dia yang sekarang tidak akan mampu menahan serangan kultivator Qi condensation tingkat 8.

Ia mengeluarkan sebuah pisau yang ia letakkan di saku celananya. Saat ujung tombak lawan nyaris menyentuh dadanya, Luo Tian memutar tubuhnya secara ekstrem. Alih-alih menghindar jauh, ia justru menggunakan batang tombak lawan sebagai tumpuan. Kakinya menginjak kayu tombak itu dengan seringan bulu, memanfaatkannya sebagai tangga untuk meluncur naik ke arah wajah sang penjaga yang tertegun.

Kilatan perak dari pisaunya memotong udara, mengarah langsung ke titik vital lawan sebelum sang penjaga sempat menarik kembali senjatanya.

Namun ketika pisaunya hampir mengenai leher dari penjaga itu, sebuah batu kecil melaju dengan kecepatan kilat kepadanya, dan menghempaskan pisaunya.

More Chapters