Cherreads

Chapter 34 - Bab 34

'Apa yang terjadi dengan pak tua ini?' Dalam hati dia hanya bisa menggerutu. Sudah sebulan berlalu dan pelatihan sejauh ini berjalan lancar, tapi, hari ini ketika pak tua ini kembali dari perjalanan bisnisnya, dia datang dengan wajah yang tidak bersahabat, seperti menyimpan dendam kepada kita.

Membawa oleh-oleh? None. Sesampainya di Dojo, dia langsung memerintahkan kita untuk perki ke lapangan.

Awalnya aku dan Biscuit hanya mengangkat bahu, berpikir bahwa sparing ini akan seperti sparing seperti biasanya, tapi, kita benar-benar salah.

Pak tua sialan itu memukul kita tanpa menahan diri! Dia tahu bahwa Netero masih menahan diri, karena jika tidak, kita pasti sudah mati sekarang, tapi, pukulannya kali ini beberapa kali lebih keras, bahkan tidak segan-segan untuk melukai kita.

Puih! Meludahkan darah, Ives mengusap bibirnya dengan lengannya.

Mengambil napas dalam-dalam, sedikit berjongkok, dia langsung menerjang ke depan. Tangan sudah terkepal erat, dan, Bang! Pukulan keras langsung dia lontarkan ke wajah pak tua itu.

Seperti yang telah diduga, Netero berhasil menangkisnya dengan telapak tangannya.

Mencengkram tinju Ives, Netero memelintirnya dengan gerakan halus tapi cepat, hal ini langsung membuat tubuh lawan berputar hebat di udara.

Layaknya penjahat bengis, Netero mundur satu langkah ke belakang, kemudian, Boom! tendangan lurus ke depan menghantam keras perut Ives.

Ives terpental sejauh beberapa meter ke belakang, membuat kerikil dan debu berterbangan. Ketika punggungnya menghantam batang pohon, barulah dia berhanti.

"Ives!" Biscuit berteriak ngeri. Menoleh ke Netero, Biscuit kembali menyerang. Berlari dengan gerakan zig-zag, dia mencoba meminimalisir bacaan lawan dengan gerakan yang agak acak.

Swoosh!

Menyipitkan matanya, Netero tidak berniat untuk menangkis tendangan tersebut, dan benar saja, dia mengizinkan gadis itu untuk menendang wajahnya dengan kekuatan penuh.

'Berhasil!' Dalam hati Biscuit bersemangat, tapi kemudian rasa sakit yang menyengat dia rasakan dari tulang keringnya.

'Gadis ini meningkat cukup banyak.' Awalnya dia berniat untuk berdiri diam, tapi ketika tendangan itu benar-benar terhubung, dampaknya lebih keras dari yang dia harapkan. Tubuhnya terbang ke belakang yang mana dapat langsung dia kendalikan dengan cepat dan mendarat di tanah dengan satu kali salto.

Melihat gadis itu mengernyit kesakitan, dalam hati dia terkekeh. Setiap bagian tubuhnya dapat dia rubah menjadi sekeras baja, wajar jika gadis itu kesakitan. Tapi, dia tidak bisa menunjukkan sikap main-main seperti biasanya, karena hari ini dia ingin membangkitkan Nen mereka, terutama Ives.

Alasan mengapa dia datang dengan tatapan permusuhan tidak lain karena akting saja, dia hanya ingin meningkatkan permainan. Hari ini dia memang berencana untuk tidak terlalu menahan diri.

Lari ke depan, Netero mem-body-charge Biscuit sampai membuatnya terpelanting ke tanah.

Dengan kesusahan, Biscuit berdiri sekali lagi dengan kaki yang sudah gemetar. Menggigit bibirnya, dia menahan rasa sakit yang dia rasakan dan menerjang kembali ke arah Netero.

Tapi tidak peduli berapa kali dia menyerang, dia selalu dikalahkan. Bahkan tubuhnya sudah dibuat babak belur oleh pertarungan ini.

Di kejauhan, Ives mengerang kesakitan. Dia tidak bisa berdiri dan hanya bisa menyaksikan pak tua sialan itu menyiksa Biscuit! Apakah ini sparing? Ini pembantaian!

Punggungnya terasa sangat sakit, jika dia memaksa untuk berdiri, rasa sakit langsung menjadi berkali-kali lipat, itulah sebabnya dia tidak kunjung berdiri dan membantu Biscuit.

Tapi dia tidak bisa berbaring lebih lama lagi, karena dia ingin membantu Biscuit, sialan! Dia harus bangkit, bahkan jika rasa sakit ini menyiksanya dia harus bangkit!

Tanpa dia sadari, semak-semak dan daun pepohonan mulai bergoyak, layaknya terhemas oleh angin kencang. Saat itu seluruh Aura Nodes di seluruh tubuhnya terbuka!

Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.

More Chapters