Cherreads

Chapter 20 - Bab 20

"Sudah cukup! Para peserta yang lolos silahkan menepi dan keluar dari arena." Menyaksikan berakhirnya babak penyisihan, Pengamat Ujian mengangkat tangan kanannya ke udara sambil mengumumkan pemenang serta instruksi lanjutan.

Biscuit berkeringat sambil memegangi lututnya, untungnya dia lolos, dan ketika dia melihat ke Arena kedua di mana Ives ditempatkan, Biscuit tersenyum lega saat melihat pria itu masih berdiri.

Kedelapan kontestan yang lolos langsung menepi seperti yang diinstruksikan. Mereka tidak tahu apakah babak berikutnya sama, atau akan dibuat dua lawan dua, tapi yang jelas sekarang mereka bisa mengistirahatkan diri mereka sebelum pengumuman dibuat.

"Kerja bagus, Ives." Biscuit menepuk punggungnya sambil tersenyum. "Saat pertandingan barusan, beberapa kali aku melihatmu hampir terpojok, dan fiuh~ Aku sempat berpikir kamu akan gagal." Lanjutnya sambil sedikit mengejek.

"Lebih seperti terpojok dengan sengaja." Ives terkekeh. Dia memang terpojok, tapi bukan berarti dia kewalahan... mungkin sedikit. Lagi pula ada sepuluh orang di dalam Arena, jadi wajar jika hal seperti ini bisa terjadi, selain itu, dia ditargetkan oleh tiga orang secara sekaligus sebelum kemenangan ini! Untungnya dia sedikit lebih cepat dan bisa membaca pergerakan mereka.

"Bagaimana denganmu, Biscuit? Kamu nampak sangat kelelahan, yakin kamu bisa lolos babak selanjutnya?" Ives balas menggoda.

"Tidak masalah, hanya berkeringat sedikit. Ingat, tidak sepertimu, aku telah berlatih keras untuk ujian ini." Jawabnya dengan tangan di pinggang.

"Aku tahu, aku tahu. Jika aku dihadapkan denganmu, aku akan langsung menyerah." Walaupun dia berkata begitu, sejujurnya dia tidak ingin lawannya berikutnya adalah Biscuit.

Keenam peserta lain ada yang saling bisik dan ada juga yang diam, mereka mencoba mendiskusikan dan menerka-nerka siapa yang akan maju duluan.

"Giliran pertama telah ditentukan, orang itu adalah-" Pengamat Ujian segera mengumumkan dua orang pertama yang akan masuk ke Arena duel.

Peserta pertama melompat ke atas Arena, sedangkan peserta kedua berjalan kaki.

"Menurutmu siapa yang akan menang?" Biscuit menyenggol lengan Ives.

"Peserta pertama terlihat kuat." Ives menatap peserta dengan tubuh berotot layaknya binaragawan kelas dunia itu sambil menyilangkan tangannya, "Sedangkan peserta kedua sedikit lebih kecil, dia mungkin seorang ahli bela diri. Walaupun aku yakin ahli bela diri itu memiliki kelebihan, tapi terkadang perbedaan tinggi, berat badan, dan massa otot sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenang."

"Jadi siapa yang kamu pilih?"

"Keduanya memiliki kemungkinan menang lima puluh banding lima puluh." Itulah jawabannya. Jika dia masih berada di Bumi, dia pasti akan memilih pria berotot itu, tapi ini adalah dunia yang berbeda. Jika Gon, Killua, Leorio, dan beberapa karakter lain mampu mengangkat beban seberat beberapa ton dengan tubuh kurus mereka, apakah massa otot masih menjadi acuan? Tentu saja tidak.

"Jadi begitu. Kalau aku cenderung ke pria berotot itu." Biscuit mengangguk sambil memberikan pendapatnya.

"Mulai!" Pengamat Ujian telah memberikan aba-aba diikuti oleh suara gong yang keras.

"Mari perhatikan mereka dengan baik-baik, mungkin kita bisa belajar satu atau dua hal dari pertarungan ini."

"Unn."

Pertarungan itu lebih sengit dari yang mereka duga, dan seperti yang telah dikatakan oleh Ives, mereka berdua nampak sama rata. Satu penuh dengan kekuatan destruksi, dan satunya lagi memiliki kontrol dan bela diri.

Pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan, ganas dan menggebu-gebu. Bahkan lantai arena retak setiap kali mereka beradu kemampuan mereka. Dan setelah tiga puluh menit pertarungan yang sengit, pemenangnya adalah peserta pertama dengan kekuatannya yang luar biasa!

Pertandingan ini sangat tipis, dan beberapa kali nampak peserta kedua yang akan memenangkan pertandingan. Tapi sayangnya, karena kelalaian, peserta pertama mampu memberikan pukulan mengerikan yang akhirnya mengakhiri pertandingan ini.

Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters