Cherreads

Chapter 12 - Bab 12: Apakah Semua Bisa Dimaafkan Asalkan Dia Gadis Imut?

"Tanigawa-kun, apakah 'Eromanga-sensei' sudah diperbarui?"

Di sebuah asrama mahasiswa Universitas Tokyo, seorang pemuda yang mengenakan selop santai sedang asyik bermain gim sambil bertanya kepada teman sekamarnya.

Teman sekamarnya yang bernama Tanigawa-kun itu sedang menatap tajam ke layar laptop untuk membaca novel daring. Setiap kali menyelesaikan satu bab novel, dia akan langsung memuat ulang (refresh) halaman komik di situs resmi Dengeki King.

Karena selalu kecewa setiap kali memuat ulang halaman, Tanigawa menjawab lesu, "Belum. Tunggu sampai malam nanti saja..."

Namun sebelum kalimatnya selesai, mata Tanigawa-kun mendadak terpaku pada sebuah utas ulasan baru dan dia langsung bungkam.

"Ya sudahlah, kalau malam ya malam. Aku juga tidak terlalu terburu-buru menantikannya," sahut temannya. Pemuda yang sedang bermain gim itu memang tidak sefanatik Tanigawa. Bagaimanapun, baginya gim bisa memberikan kesenangan instan yang berkelanjutan dibandingkan komik.

Berbeda dengan Tanigawa-kun yang tidak bermain gim, dia murni hanya menghabiskan waktu luangnya untuk membaca novel dan menonton anime.

"Komiknya resmi ditunda," ketus Tanigawa mendadak.

"Hah? Apa?"

Tanigawa-kun menatap layar dengan gigi menggertak kesal, "'Eromanga-sensei' ditunda penayangannya. Penulisnya mengaku belum menggambar satu halaman pun, dan tanggal pembaruan bab selanjutnya masih tidak jelas,".

Sebuah utas ulasan berjudul "Mohon maaf yang sebesar-besarnya, bab kedua belum selesai digambar, tolong tunggu beberapa minggu lagi" baru saja muncul tanpa suara di kolom ulasan komik tersebut.

Tanigawa-kun yang menjadi orang pertama yang mengeklik dan membaca pesan itu langsung mengetik komentar ketus: "Ocean-sensei, kamu benar-benar membuatku kecewa. Sampai jumpa!"

"Bisa-bisanya ditunda? Apa yang sebenarnya terjadi?"

Teman sekamarnya saat ini sedang menyiarkan permainan gimnya secara langsung (live streaming). Ada sekitar sepuluh ribu penonton yang sedang menonton salurannya secara bersamaan. Jika dia mendadak keluar dari gim, popularitas salurannya pasti akan anjlok.

Namun karena rasa penasarannya sudah telanjur terusik, dia ingin tahu alasan di balik penundaan komik tersebut. Alhasil, sang streamer membuat alasan palsu hendak pergi ke toilet kepada para penontonnya, lalu dengan taktis mengalihkan layar untuk memeriksa kolom ulasan platform komik.

"Aku ke toilet sebentar ya, semuanya tolong tunggu," bohongnya.

Kolom komentar siaran langsungnya seketika ramai:

"Sialan, aku tadi dengar samar-samar. Ke toilet gundulmu! Dia pasti mau mengecek komik!"

"Komik apa sampai-sampai gimnya ditinggal?"

"Tolong moderator grup beri tahu aku judul komiknya dong, aku penonton baru tidak dengar jelas tadi."

Mengingat komik ini baru berjalan satu minggu, memang masih banyak orang yang belum familier dengan judul "Guru Eromanga".

"Kalau tidak salah judulnya 'Eromanga-sensei'."

"Wah, mendengar namanya saja kesannya sudah agak vulgar (ecchi). Ternyata streamer kita yang berwajah alim ini diam-diam juga membaca komik seperti itu ya."

"Apa?! 'Eromanga-sensei' ditunda penayangannya?!" sahut penonton lain yang terkejut hingga tubuhnya menegang kaku.

"Komiknya bukan jenis komik dewasa kok... Kalau penasaran, langsung cek saja sendiri di situs web Dengeki King."

Sang moderator grup langsung merona merah setelah mengetikkan teks tanggapan tersebut. Dia tidak menyangka tindakan refleksnya barusan secara tidak sengaja ikut mempromosikan komik Ocean. Faktanya, sang moderator sendiri adalah penggemar sejati dari Ocean-sensei. Selama sepuluh tahun membaca komik, dia belum pernah menemukan karakter utama wanita se-menggemaskan Sagiri. Karena itulah setelah memberi penjelasan, sang moderator juga ikut meluncur ke kolom komentar platform komik.

Fenomena serupa tengah terjadi secara serentak di berbagai sudut wilayah Jepang. Walaupun jumlah pembaca komik "Eromanga-sensei" baru menyentuh kisaran tiga ribu orang, basis penggemar kecil tersebut diisi oleh orang-ofang yang sangat fanatik dan setia.

------------------------------

Sementara itu, setelah selesai mengunggah utas permohonan maaf, Sagiri memuat ulang (refresh) halaman situs webnya secara manual. Karena belum ada tanggapan instan yang muncul di kolom komentar, dia masuk ke sistem dasbor penulis dengan niat mengunggah satu lembar pemberitahuan izin cuti resmi.

Namun begitu dasbor admin terbuka, fokus mata Sagiri langsung tertuju pada bagan data statistik miliknya. Angka koleksi favoritnya ternyata sudah melesat menembus lebih dari 7.000 koleksi!

"Sistem, bagaimana situasi ini bisa terjadi? Bukankah jumlah poin penggemarku baru menyentuh angka 3.017?" tanya Sagiri kebingungan.

Penjelasan resmi: Jumlah poin penggemar yang ditampilkan pada sistem merupakan indikator kuantitas penggemar fanatik sejati, sedangkan angka yang tertera pada dasbor penulis merupakan akumulasi total pengguna yang memasukkan komik ke daftar favorit mereka, jawab sistem ringkas.

Mendengar penjelasan tersebut, Sagiri langsung paham. Selera pembaca memang bervariasi. Walaupun ada kelompok pembaca yang menyukai karakter loli imut, ada pula kelompok pembaca yang lebih menyukai karakter wanita dewasa yang seksi, atau bahkan kelompok yang hanya menyukai karakter ras fiksi nonduniawi. Karena selera pasar tidak bisa disamaratakan, statistik dasbor penulis mengombinasikan pembaca biasa (normal fans) dan pembaca fanatik (true love fans) secara bersamaan.

"Tidak masalah, momentum komik ini bahkan belum dimulai secara maksimal. Mengingat saat ini karyaku sedang dipromosikan di aplikasi seluler, menargetkan pencapaian dua puluh ribu poin penggemar sepertinya bukan perkara yang mustahil," gumam Sagiri sembari mengepalkan tangan mungilnya memberikan semangat pada diri sendiri.

Namun di tengah optimisnya, sistem mendadak memberikan peringatan pelunasan target: Ehem, pengingat resmi dari pemimpin sistem: Regulasi peningkatan kemampuan beladiri dihitung berdasarkan pencapaian poin penggemar faksi fanatik sejati yang menyentuh angka 20.000, bukan berdasarkan total angka koleksi di dasbor penulis.

Mendengar penegasan itu, Sagiri langsung lesu. Dengan kata lain, durasi penyelesaian target peningkatannya dipastikan akan memakan waktu yang jauh lebih lama.

Dengan ekspresi cemberut, Sagiri kembali beralih memeriksa kolom komentar. Jumlah balasan pada utas penundaan ceritanya kini telah melonjak drastis melewati angka 99+, tepatnya berada di angka 308 komentar!

"Ocean-sensei, tindakanmu membuatku sangat kecewa. Selamat tinggal!" ulasan dari akun bernama 'Sagiri_Adalah_Istriku' bertengger di baris atas.

Sagiri mengingat akun tersebut dengan sangat jelas karena dia adalah pembaca fanatik yang sempat memberikan donasi sebesar 10.000 yen kemarin. Menyaksikan salah satu donatur besarnya menyatakan mundur membuat hati Sagiri serasa teriris, seolah-olah ia melihat dompetnya sendiri baru saja melayang pergi.

Di lantai komentar ke-24, akun bernama 'Aku_Akan_Membujukmu' ikut melayangkan protes keras: "Ah, kalau memang mau menunda perilisan, setidaknya berikan kejelasan tanggal pembaruannya dong! Jangan biarkan kami menunggu tanpa kepastian seperti ini, atau kami benar-benar akan mengirimkan kiriman paket berisi pisau silet!" Pemilik akun ini juga merupakan donatur besar 10.000 yen yang masuk dalam faksi penggemar fanatik setianya.

Ketika mengusap layar lebih jauh ke bawah, Sagiri mendapati separuh dari isi komentar didominasi oleh pernyataan pembaca biasa yang berniat mundur dari daftar favorit, sementara separuh sisanya diisi oleh basis penggemar setia yang berjanji akan tetap menantikan kelanjutan ceritanya kapan pun Ocean mengunggah bab baru.

Namun imbas negatif dari aksi penundaan ini langsung terlihat pada statistik dasbor penulisnya. Walaupun angka poin penggemar faksi fanatiknya relatif stabil, jumlah koleksi favoritnya mendadak merosot turun sebanyak dua ratus angka, dan selang dua menit kemudian kembali berkurang dua ratus angka lagi. Jika tren penurunan ini terus berlanjut tanpa tindakan penanganan, total koleksi favoritnya berisiko anjlok kembali ke kisaran tiga ribu saja.

Bagi pembaca kasual, tindakan komikus pendatang baru yang sudah berani melakukan penundaan di minggu pertama perilisan dinilai sebagai bentuk sikap tidak bertanggung jawab yang tidak boleh dimanjakan.

Sagiri memutar otaknya mencari solusi. Bagaimana jika aku menjelaskan situasi yang sebenarnya mengenai kendala kerusakan komputer? Siapa tahu ada pembaca kaya yang berbaik hati menyponsori dana untuk membeli perangkat komputer baru?

Tanpa membuang waktu, Sagiri segera menyusun lembar draf pemberitahuan izin cuti resmi yang menjelaskan situasinya secara jujur dan transparan. Karena saat itu para pembaca sedang berkumpul membanjiri kolom komentar, kemunculan lembar izin cuti tersebut langsung disadari oleh para pengguna platform.

------------------------------

Sang streamer gim yang tadi berpura-pura ke toilet beralih membuka tab barunya untuk mengakses antarmuka komik "Eromanga-sensei". Dalam waktu singkat, jumlah balasan di bawah utas ulasan penundaan telah membengkak menembus angka 464 tanggapan.

Banyak sekali orang yang berkumpul, tampaknya semua orang memang sangat menggemari Sagiri-chan, batinnya sembari mengeklik lembar ulasan utama.

Melihat alasan penundaan tertulis yang dirasa terlalu singkat, ia bisa memahami mengapa penonton bernama Tanigawa sampai berniat mundur dari daftar pembaca. Belum menggambar kelanjutan cerita di minggu pertama dinilai sebagai bentuk sikap yang kurang bertanggung jawab. Namun sebagai pemain gim, sang streamer tidak sesensitif Tanigawa karena fokus utamanya sehari-hari adalah bermain gim, bukan menantikan pembaruan komik setiap jam.

Ketika dia bermaksud keluar dari kolom komentar, matanya menangkap pembaruan halaman baru pada daftar menu "Eromanga-sensei".

Lho, kenapa isi pembaruannya hanya berupa satu lembar halaman saja?

Dia mengeklik halaman tersebut dengan rasa penasaran, dan mendapati jika itu adalah lembar izin cuti resmi dari penulis yang berdalih tidak memiliki perangkat komputer untuk menggambar draf.

Tidak punya komputer untuk menggambar? Alasan konyol apa ini? Hambatan logis tersebut membuatnya merasa ingin melayangkan kritik di kolom komentar. Sesuai pepatah bahwa semakin besar ekspektasi maka semakin besar kekecewaan, sang streamer bersiap mengetikkan ulasan kritikannya.

Namun saat kembali ke halaman utama kolom komentar, matanya mendadak tertuju pada sebuah utas pesan suara (voice comment) yang disematkan di baris paling atas. Dilihat dari nama akun pengirimnya, itu berasal langsung dari sang komikus, Ocean!

Jumlah klik kunjungan dan balasan pada utas pesan suara tersebut telah meroket menembus angka 600 dalam sekejap, menyajikan popularitas ekstrem yang menyalip utas permohonan maaf tertulis milik Sagiri sebelumnya. Statistiknya mencatat 1.203 klik kunjungan dan 606 balasan dalam kurun waktu satu menit.

Mengingat mayoritas pengguna platform komik biasanya memberikan tanggapan menggunakan format teks tertulis, keberadaan fitur pesan suara tergolong sangat jarang digunakan. Jangan-jangan ini suara asli dari seorang paman mesum berwajah sangar, prasangka buruknya muncul.

Namun begitu tombol putar diklik dan alunan suara gadis remaja yang terdengar sangat lembut, renyah, dan manis (nuonuo) mengalir keluar melewati pelantang suara penyuara telinganya, sang streamer gim seketika tersentak kaku bagaikan tersengat aliran listrik. Seluruh tubuhnya mendadak lemas dan dia menyandarkan punggungnya ke kursi dengan tatapan kosong terhipnotis.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semuanya... Perangkat komputer lama saya mendadak rusak terbakar sehingga saya kehilangan akses untuk melanjutkan proses menggambar draf komik... Ditambah lagi kondisi keuangan saya selaku penulis saat ini sedang sangat menipis untuk bisa membeli perangkat komputer baru... Saya harap semuanya bersedia berbaik hati menantikan kelanjutan ceritanya selama satu minggu ke depan, sampai dana pembayaran royalti pertama saya dari pihak penerbit resmi cair... Begitu komputernya terbeli, saya berjanji akan langsung merilis bab baru secepatnya... Terima kasih banyak atas pengertian dari semuanya... >_<"

Setelah lantunan suara manis Sagiri berakhir, debaran di dada sang streamer bergejolak hebat, membuat monolog batinnya menjerit spontan: Sialan! Kenapa dari awal kamu tidak bilang kalau kamu adalah seorang gadis imut?! Kalau situasinya se-menggemaskan ini, penundaan perilisan seperti apa pun pasti akan langsung kami maafkan dengan sukarela!

More Chapters